Menyusuri Jalan Terang: Kisah Ziarah Umat Link Rosa Mystica di Tahun Yubelium

Suasana cerah pada 18 November, membawa suasana teduh ketika umat Lingkungan Rosa Mystika berkumpul di Kapelarumah duka Oase Taman Giri Jimbaran. Hari itu menjadi awal dari sebuah perjalanan rohani yang telah lama dinantikan—Ziarah Pengharapan pintu kerahiman porta sancta katedral Denpasar. Sejak awal, nuansa kekeluargaan dan harapan begitu terasa.

Di dalam kapela, umat duduk rapi sambil menunggu pengarahan dari Pastor Paroki, RD. Adianto Harun. Saat beliau mulai menyapa umat, Romo Adi tidak hanya memberikan penjelasan mengenai makna Ziarah Porta Sancta, tetapi juga mengajak umat untuk memahami tujuan terdalam dari perjalanan ini: sebuah undangan untuk membuka hati, menerima kerahiman Allah, dan memperbaharui hidup dalam pengharapan dengan menekankan bahwa melewati Porta Sancta bukanlah sekadar tradisi, tetapi sebuah simbol perjalanan menuju pertobatan dan pembaruan rohani.

Tahap kedua rangkaian kegiatan berlangsung pada 28 November, yaitu sakramen pengakuan dosa di Paroki MBSB Nusa Dua. Di balik pintu ruang pengakuan dosa, satu per satu umat memasuki momen paling personal antara manusia dan Tuhan. Bagi sebagian umat, momen ini menjadi pengalaman rohani yang sulit dilupakan—sebuah pembebasan batin yang menyiapkan diri mereka memasuki puncak ziarah.
Akhirnya tibalah hari yang paling dinantikan: 30 November pukul 11.00 WITA, saat sekitar 60 umat Lingkungan Rosa Mystica berangkat menuju Katedral Roh Kudus Denpasar.

Sesampainya di Katedral, umat disambut suasana yang khidmat. Banyak umat dari berbagai paroki lain juga hadir, menjadikan hari itu terasa sangat istimewa. Di depan Porta Sancta, seluruh rombongan berkumpul, mempersiapkan hati masing-masing sebelum melangkah masuk. Ketika akhirnya kaki menapaki ambang pintu suci itu, banyak yang merasakan getaran haru. Ada yang berdoa dalam keheningan, ada yang menunduk penuh syukur, dan ada pula yang meneteskan air mata bahagia karena merasa begitu dekat dengan kasih Tuhan.

Usai melewati Porta Sancta, umat melanjutkan doa dan devosi singkat di dalam katedral. Momen itu menjadi puncak dari seluruh rangkaian ziarah—sebuah hari ketika pengharapan diteguhkan dan memohon agar pengalaman rohani ini menjadi sumber kekuatan baru bagi seluruh umat untuk melanjutkan peziarahan hidup sehari-hari.

Rangkaian Ziarah Pengharapan Porta Santa ini bukan hanya kegiatan peziarahan tetapi sebuah perjalanan iman yang meninggalkan jejak mendalam bagi Lingkungan Rosa Mystica. Melalui pengarahan, pertobatan, dan ziarah bersama, umat kembali diingatkan bahwa Tuhan selalu membuka pintu kerahiman-Nya—dan setiap langkah kecil menuju-Nya adalah langkah menuju hidup yang lebih baru, lebih damai, dan penuh harapan.*kris*



