LINTAS PAROKI

Sarasehan Budaya di Paroki Gianyar Dorong Kolaborasi Lintas Etnis untuk Pelestarian Budaya

Gianyar — Sarasehan Budaya yang diselenggarakan di Aula Magna Paroki Santa Maria Ratu Rosari Gianyar (Sanmari) pada Jumat, 16 Januari 2026, menjadi ruang dialog dan kolaborasi lintas etnis dalam semangat kebersamaan untuk pelestarian budaya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Prabawa; Pastor Paroki Sanmari, Romo Dominikus Gusti Bagus Kusumawanta, Pr; Ketua Umum IKB Flobamora-Bali, Herman Umbu Bili; jajaran DPP Paroki Sanmari; serta para ketua paguyuban etnis yang ada di Paroki Sanmari, seperti etnis Jawa, Bali, Sumba, Ende, Timor, dan etnis lainnya.

Sarasehan ini menghasilkan komitmen bersama bahwa seluruh paguyuban budaya di Paroki Sanmari Gianyar akan terlibat dalam kegiatan pemeliharaan Situs Bali Kuno di Gunung Kawi, Tampaksiring.

Selain itu, pertemuan ini juga mendukung rencana penyelenggaraan Pekan Budaya Kabupaten Gianyar yang direncanakan berlangsung pada April 2026.

Dalam sambutannya, Romo Dominikus Gusti Bagus Kusumawanta, Pr menyampaikan bahwa para perantau yang tinggal dan bekerja di Gianyar memiliki keinginan untuk turut berkontribusi menjaga keamanan, kerukunan, serta keharmonisan melalui jalur budaya.

“Kami yang merantau di Gianyar ingin hidup berdampingan secara damai dan berkontribusi melalui budaya. Selain mencari penghidupan yang lebih baik, kami juga ingin membaktikan diri untuk Kabupaten Gianyar,” ujarnya.

Romo Paroki juga menambahkan bahwa tahun 2028 menjadi momen istimewa bagi Paroki Sanmari karena akan merayakan Pesta Emas ke-50 Gereja Sanmari Gianyar.

Perayaan tersebut direncanakan akan diisi dengan festival budaya yang menampilkan ragam budaya dari seluruh etnis yang ada di Paroki Sanmari.

“Kami ingin mengonsolidasikan seluruh etnis agar bersama-sama menjaga Gianyar. Mari kita jaga Bali, khususnya Kabupaten Gianyar, agar tetap aman dan harmonis melalui kebudayaan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Prabawa, menyampaikan bahwa Kabupaten Gianyar merupakan daerah yang terbuka dan inklusif bagi para pendatang.

Menurutnya, keterlibatan dan saling melengkapi dalam kehidupan sosial maupun pekerjaan menjadi pondasi kuat dalam membangun kedewasaan masyarakat Gianyar.

“Menjaga nilai-nilai budaya seperti toleransi, kebersamaan, dan komunikasi yang intens antar warga sangat penting agar kita bisa hidup berdampingan secara harmonis,” ujarnya.

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap rencana keterlibatan seluruh paguyuban budaya di Sanmari Gianyar terkait pemeliharaan Situs Bali Kuno maupun kegiatan budaya yang akan digelar Paroki Sanmari dalam rangka Pesta Emas ke-50, termasuk dukungan konsep berbasis nilai kearifan lokal.

Ketua Umum IKB Flobamora-Bali, Herman Umbu Bili, turut menegaskan bahwa para perantau yang tinggal di Bali merupakan bagian dari Bali itu sendiri.


“Saya percaya Bali memiliki kekuatan budaya yang khas, dan mereka yang tinggal di sini adalah bagian dari kehidupan Bali. Ketika ada kegiatan nyata, masyarakat pasti mau terlibat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa IKB Flobamora-Bali siap mendukung keterlibatan warga, khususnya di Kabupaten Gianyar, karena kolaborasi antar komunitas merupakan kunci dalam memajukan masyarakat.

“Kita hidup di era kolaborasi. Kebudayaan adalah jati diri kita, dan Paroki Sanmari telah menjadi ruang yang mendukung keberagaman budaya, salah satunya melalui misa-misa etnis,” tutupnya.

Sarasehan Budaya ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi lintas budaya dalam menjaga keharmonisan sosial serta melestarikan nilai-nilai budaya sebagai kekuatan bersama di Kabupaten Gianyar.

Penulis: Ika-Komos Sanmari Gianyar
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button