LINTAS PAROKI

Tablo Jadi Bukti Eksistensi OMK Ampenan Masih Solid dan Solider

AMPENAN — Umat Kristiani di seluruh dunia memperingati Jumat Agung sebagai momen sakral untuk mengenang penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus di Kalvari, sebuah pengorbanan agung yang diyakini sebagai penebusan dosa umat manusia.

Suasana penuh khidmat dan refleksi mendalam juga dirasakan di Paroki Santo Antonius Padua Ampenan.

Sebelum puncak ibadah Jumat Agung (3/4/2026) yang dilaksanakan pada pukul 15.00 WITA, umat terlebih dahulu disuguhkan dengan drama visualisasi kisah sengsara Yesus Kristus yang dibawakan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Ampenan.

Drama ini telah dipersiapkan secara intensif selama kurang lebih satu bulan, dengan sekitar 15 kali latihan demi menghasilkan pementasan yang maksimal.

Tablo kisah sengsara tersebut berlangsung dengan sangat mengharukan. Kolaborasi apik antara anak-anak SEKAMI yang berperan sebagai massa dan OMK sebagai pemeran utama mampu menghadirkan suasana dramatis yang menyentuh hati umat yang hadir.

Peran Yesus yang dibawakan oleh Gabrielo Kerans, seorang pria keturunan Lamaholot, berhasil menggambarkan penderitaan dan penghinaan yang dialami Yesus dengan penuh penghayatan.

Sementara itu, sosok Maria diperankan oleh seorang gadis kecil keturunan Timor Leste yang juga mampu mendalami perannya sebagai seorang ibu yang menyaksikan penderitaan anaknya dengan penuh kesedihan.

Kesuksesan pementasan ini tidak terlepas dari kerja keras panitia pelaksana dan tim di belakang layar, serta dukungan penuh dari Pastor Paroki Ampenan, Pater Iron, SVD. Seluruh elemen yang terlibat menunjukkan dedikasi tinggi demi terselenggaranya perayaan yang bermakna bagi umat.

Suasana tablo semakin hidup berkat dukungan tim sound yang mempersiapkan tata suara secara maksimal. Efek suara yang mengiringi setiap perhentian Jalan Salib turut memperkuat nuansa dramatis dalam pementasan tersebut.

Di samping itu, sukses pementasan tablo juga menjadi bukti eksistensi kekompakan, solid dan solider OMK Ampenan bersama adik-adik Sekami paroki ini.

Salah satu anggota OMK, Albert, mengungkapkan rasa bangganya atas keterlibatan dalam persiapan teknis acara. “Saya sebagai bagian dari OMK sangat puas karena sudah mempersiapkan alat secara totalitas agar sound berjalan lancar tanpa kendala sejak semalam,” ujarnya sambil membentangkan kabel speaker.

Melalui perayaan Jumat Agung ini, umat diajak untuk semakin menghayati makna pengorbanan Kristus serta memperdalam iman akan kasih Allah yang begitu besar bagi umat manusia.

Sebagai pesan atas semangat OMK yang sudah menjalankan tanggung jawab besar ini dengan sukses, harapannya mereka tetap solid dan solider demi mewujudkan tema pastoral 2026 Keuskupan Denpasar” Bangkit dan bergerak bersama mewujudkan Gereja Sinodal melalui keluarga, SEKAMI, OMK, dan KBG yang solid dan solider.”

Setelah diakhiri dengan berkat penutup dari pastor paroki maka sebagaimana tradisi yang terjadi dalam sebuah kegaiatan selalu diabadikan lewat foto bersama seluruh pemeran dan panitia.*

Penulis:Anthony_Laziale-Komsos Paroki Ampenan
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button