Gereja MBSB Sambut Kunjungan Relikui Santo Bartolo Longo

USA DUA – Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua menyambut kunjungan Relikui Santo Bartolo Longo dalam misa yang diadakan pada Jumat (16/01/2026).
Misa tersebut dipimpin oleh Pastor Paroki MBSB Nusa Dua, RD. Adianto Paulus Harun, sebagai Seleberan Utama, bersama dua Pastor asal Pompeii, Italia, Pater Salvatore Rubino dan Pater Gennaro Celardo. Pastor Rekan MBSB Nusa Dua RD. Ferdy Panggur Burhan, turut serta sebagai konselebran.
Pater Salvatore Rubino dan Pater Gennaro Celadro datang dari Italia dengan tujuan untuk mewartakan Devosi Santo Bartolo Longo yang baru saja dikanonisasi dalam Gereja Katolik. Santo Bartolo Longo sendiri terkenal karena kesetiaannya kepada doa Rosario dan dedikasinya dalam pelayanan kasih.

“Santo Bartolo Longo adalah seorang awam yang tidak sempurna, tetapi membaktikan diri secara total kepada Tuhan melalui penghormatan kepada Bunda Perawan Maria dengan Rosario Suci,” kata Pater Salvatore Rubino yang dipercayakn untuk menyampaikan homili dalam Misa Kudus di Gereja Katolik MBSB, Jumat (16/01/2026).
Pesan mengenai Santo Bartolo Longo ditegaskan oleh Pater Salvatore Rubino dalam lanjutan homilinya. Pater Salvatore mengungkap bahwa melalui peristiwa iman yang dialami oleh Santo Bartolo Longo, ditegaskan bahwa kekudusan adalah panggilan universal bagi semua umat Katolik. Tidak terkecuali kaum awam, seperti Santo Bartolo Longo.
“Santo Bartolo Longo dulunya merupakan seorang advokat. Oleh karena itu, Santo Bartolo Longo terlibat dalam segala persoalan masyarakat, budaya, dan kehidupan duniawi pada masanya. Inilah pesan yang sangat relevan dan teraktual, yaitu Tuhan memanggil kita kepada kekudusan melalui belajar, kerja, dan profesi kita masing-masing,” jelas Pater Salvatore.
Dalam perjalanan imannya, Santo Bartolo Longo juga sempat mengalami keraguan dan kesalahan. Namun, melalui perjumpaan yang diprakarsai oleh Tuhan, terjadilah suatu pertobatan yang mendalam dalam diri Santo Bartolo Longo, sehingga ia menemukan kembali iman Kristianinya.
Pater Salvatore mengungkap, hal tersebut juga berarti tiada seorang pun yang benar-benar binasa ketika umat Katolik percaya secara tulus kepada belas kasih Tuhan.
“Suatu rahasia kehidupannya yang lahir secara baru adalah penemuan kembali Rosario Suci, sebuah doa yang sederhana, tetapi mendalam. Doa yang sangat membantu kita merenungkan misteri kehidupan Tuhan Yesus Kristus melalui cara yang mudah diakses oleh semua orang,” ungkapnya.

Santo Bartolo Longo juga percaya bahwa cinta kepada Tuhan menjadi fondasi ketika diwujudkan dalam pelayanan kepada sesama manusia. Oleh sebab itu, Santo Bartolo Longo merawat anak-anak yatim piatu, anak-anak tahanan, orang-orang miskin, serta semua orang tidak mampu bersuara untuk memperjuangkan hak-hak dan masa depannya.
“Karya itu tidak pernah berakhir setelah wafatnya. Segala karya tersebut terus berlanjut hingga hari ini, melalui pelayanan para suster dalam kongregasi yang didirikannya, yaitu Kongregasi Suster-Suster Dominikan, Putri-Putri Rosario Suci dari Pompeii. Para suster inilah yang meneruskan karisma Santo Bartolo Longo,” tutur Pater Salvatore.

Dengan keberadaan Relikui Santo Bartolo Longo dalam misa, Pater Salvatore mengungkap bahwa itu adalah undangan agar umat Katolik mau mempercayakan dan menyerahkan hidup kepada Tuhan dalam keadaan apa pun. Selain itu, Pater Salvatore juga berpesan bahwa dalam masyarakat pluralistik, kekudusan mampu dihayati melalui rasa hormat, dialog, dan amal kasih setiap hari.
“Saya mempercayakan Santo Bartolo Longo kepada komunitas-komunitas, kaum muda, keluarga-keluarga, karya-karya pendidikan, dan sosial Anda sekalian. Marilah kita bersama-sama menyerahkan segala perjuangan keadilan, hukum, dan lembaga-lembaga sipil kemasyarakatan dalam dunia ini kepada Santo Bartolo Longo,” tutupnya.

Setelah misa berakhir, Pater Salvatore kembali berpesan agar masyarakat Indonesia, khususnya yang ada di Keuskupan Denpasar, untuk mendevosikan hidup dan berbakti kepada Bunda Maria dalam doa rosario suci. *
Penulis: Sandra -Bobo Tandiono/Komsos Paroki MBSB
Editor: Hiro/KomsosKD



