Sakramen Krisma Memahkotai Pesta Pelindung Paroki Mataram
MATARAM – Suasana penuh sukacita memenuhi Gereja Paroki St. Maria Immaculata Mataram pada Minggu (7/12), ketika sebanyak 91 orang menerima Sakramen Krisma yang dipimpin langsung oleh Uskup Denpasar, Mgr. Silvester San.
Perayaan sakramen inisiasi ini dirangkai sebagai bagian dari ungkapan syukur atas pesta pelindung Paroki St. Maria Immaculata Mataram ke-90, yang setiap tahun dirayakan dengan meriah oleh umat.
Perayaan Ekaristi dimulai pada pukul 17.00 Wita yang diawali dengan perarakan masuk rombongan misdinar, petugas lektor, prodiakon, para imam dan Uskup.

Dalam homilinya, Mgr. Silvester San mengupas tentang Maria Tak Bernoda yang menjadi pelindung paroki ini. Maria merupakan sosok pilihan Allah, ia di pilih Allah menjadi bunda Yesus dan dengan ketaatannya ia menjalankan kehendak Allah dengan sempurna.
“Mari kita berdoa lewat perantaraan Maria untuk paroki ini, seraya memohon pertolongan Allah agar membantu gembala dan umat semakin memiliki iman yang tangguh,” ajak Bapak Uskup.
Kepada para peserta Krisma, Mgr San menekankan pentingnya peran umat yang telah menerima pengurapan Roh Kudus untuk menjadi saksi iman di tengah masyarakat.
“Roh Kudus yang kalian terima hari ini harus menjadi terang dan kekuatan untuk hidup dalam kasih, pelayanan, dan serta mampu memberi kesaksian hidup yang baik,” pesannya.

Para penerima Krisma terdiri dari kaum remaja, OMK dan beberapa umat usia dewasa yang telah mengikuti pendampingan intensif kurang lebih selama 3 bulan. Mereka menerima pengurapan minyak krisma oleh Uskup di dahi sebagai tanda penerimaan Roh Kudus dan kedewasaan dalam iman Katolik.
Suasana khidmat terasa sepanjang perayaan ekaristi, lagu-lagu pujian dari koor OMK St. Paulus Mataram menghantar setiap krismawan-krismawati maju satu persatu kehadapan uskup yang mengurapi minyak krisma di dahi, sambil berucap, “Terimalah karunia Roh Kudus,” yang dijawab tegas “Amin” oleh setiap peserta krisma.

Sementara ekspresi haru dan kebahagiaan tampak dari para keluarga yang mendampingi.
Setelah perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan ramah-tamah sederhana di aula lantai II Gedung paroki. Acara tersebut sengaja digelar sekaligus menandai momentum kebersamaan dalam nada syukur pesta pelindung paroki serta penerimaan sakramen krisma.
Koordinator pelaksanaan Krisma kali ini, Albertus Yoram mengungkapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Syukur atas kelancaran seluruh rangkaian penerimaan krisma tahun ini. Peserta Krisma tahun ini telah melewati proses pendampingan iman selama 3 bulan lebih. Mereka tidak hanya dibekali pengetahuan iman Katolik tetapi juga diteguhkan dan murnikan melalui Sakramen Tobat,” ujarnya.

Perayaan Krisma tahun ini menjadi penutup rangkaian pesta pelindung Paroki St. Maria Immaculata. Kiranya semakin memperkuat semangat pastoral dan memperkokoh persatuan umat dalam perjalanan menggereja sejalan dalam menyongsong tema pastoral 2026: Mewujudkan Gereja Sinodal Melalui Keluarga, SEKAMI, OMK dan KBG Yang Solid dan Solider. *
Penulis: Bowo-Mataram
Editor: Hiro/KomsosKD



