Rekoleksi Natal dan Tahun Baru Keluarga Besar Keuskupan Denpasar

DENPASAR – Keluarga besar Keuskupan Denpasar, menarik diri sejenak dari rutinitas untuk mengisi diri dengan spiritualitas baru melalui rekoleksi Natal dan Tahun Baru yang berlangsung Sabtu (20/12/2025) di Catholic Center.
Rekolekasi Natal kali ini diikuti sekitar 50 orang. Selain Bapak Uskup, Kuria Keuskupan, para Ketua Komisi Puspas, para staf Keuskupan dan Puspas beserta keluarga masing-masing, juga dikuti oleh karyawan-karyawati yang berkarya di unit-unit keuskupan seperti dari Rumah Retret Bethania, Catholic Center dan Rumah Duka Oase, Nusa Dua.
Pembimbing Rekoleksi adalah Vikjen Keuskupan Denpasar, RD. Herman Yoseph Babey, dengan mengusung tema: Tuhan hadir dalam pergumulan Hidup.

Romo Babey, dalam kesempatan itu menguatkan para peserta rekoleksi bahwa manusia tidak pernah luput dari pergumulan hidup baik dalam keluarga maupun di tempat kerja atau dalam karya pelayanan.
Mengawali pembekalannya, Romo Babey, mangajak peserta rekoleksi untuk melihat ke dalam diri masing-masing, sambil mengingat segala keinginan sepanjang tahun 2025, apakah keinginan-keinginan itu, tercapai atau mungkin belum tercapai.
Romo Babey mengingatkan bahwa dibalik tugas, tanggung jawab dan berbagai pergumulan hidup, Tuhan sungguh hadir dan selalu setia menyertai. Untuk itu, pastor yang juga Direktur Puspas ini mengajak para fungsionaris pastoral serta keluarga besar Keuskupan Denpasar itu untuk menyadari kehadiran Tuhan dalam pergumulan hidupnya, maupun dalam keluarga dan dunia kerja.
“Natal adalah peristiwa Allah yang hadir dan menyertai. Natal adalah peristiwa Allah yang menjadi manusia dan tinggal di antara kita,” katanya.

Romo Babey juga menegaskan bahwa Tuhan selalu hadir dalam pergumulan hidup dan pekerjaan. “Sebagai karyawan kita menghadapi tekanan pekerjaan, tuntutan pelayanan dan tantangan keluarga. Dalam setiap pergumulan ini, Tuhan selalu hadir menyertai,” imbuhnya.
Romo Babey kemudian menguatkan peserta rekoleksi dengan Firman Tuhan ini “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Romo Babey juga mengajak untuk menyongsong tahun baru 2026 dengan iman, harapan, dan semangat pelayanan yang diperbarui.
“Tahun baru, melangkah dengan harapan baru. Juga menjadi kesempatan untuk memperbaharui komitmen hidup dan pelayanan. Kita harus memiliki target, antara lain memperbaharui hidup dan pelayanan, melangkah dengan harapan baru bersama Tuhan,” harap Rm. Babey.

Seusai memberikan pembekalan, Romo Babey kemudian mengajak peserta untuk sharing pergumulan hidup. Peserta dibagi dalam enam kelompok. Setiap kelompok melaksanakan sharing dengan dibantu tiga pertanyaaan penuntun.
Pertanyaan sharing itu antara lain: (1) pengalaman syukur apa yang paling berkesan selama tahun 2025 ini?; (2) tantangan apa yang dihadapi dalam keluarga dan pekerjaan?; harapan dan doa apa yang ingin dibawa memasuki tahun baru?
Selain sharing, Rm. Babey juga menuntun peserta dengan aksi nyata yang dapat dilakukan secara pribadi atau keluarga untuk menulis satu pengalaman syukur dan satu pergumulan di secarik kertas dan nantinya kertas itu diletakan di depan palungan Natal atau Salib saat hadir misa Natal.
Rekoleksi keluarga besar Keuskupan Denpasar ini, penuh dengan sukacita melalui berbagai acara, seperti gerak dan menari bersama, melewati beberapa games menarik, ada juga kahoot, dan quis dari para imam untuk peserta.

Ada hadiah-hadiah menarik yang telah disipakan untuk para pemenang games ataupun quis dan kahoot bagi peserta baik secara kelompok maupun prabadi.
Seluruh rangkaian rekoleksi ditutup dengan Misa Kudus di Kapela Catholic Center, yang dipimpin Bapak Uskup Denpasar Mgr. Silvester San.

Sebelum berkat penutup Bapak Uskup menyampaikan, “Kita telah bersukacita bersama Keluarga Besar Keuskupan Denpasar hari ini. Pergumulan hidup kita banyak dan kita telah sharing bersama tadi dalam kelompok dan dengan semangat baru memasuki tahun 2026. Mari kita meneladani St. Yusuf yang menjadi tokoh utama dalam bacaan Injil hari ini, terutama bagaimana St. Yusuf menghadapi pergumulan hidupnya dengan tulus hati dan selalu percaya kepada Tuhan.”
Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026!*
Hironimus Adil



