Kembali Kepada Tuhan dengan Hati yang Baru
Refleksi dan rekoleksi SMPK Diponegoro Sumbawa

SUMBAWA BESAR –SMPK Diponegoro Sumbawa mempersiapkan diri menyambut Paskah 2026 dengan mengadakan rekoleksi, Selasa (17/03/2026) pagi, di Gereja Sang Penebus Sumbawa Besar.
Rekoleksi dipimpin Fr. Rafael Kewa Weking,S.Fil, Frater TOP (Tahun Orientasi Pastoral) di Paroki Sang Penebus Sumbawa.
Fr. Rafael menghantar materinya dengan menjelaskan tentang masa Prapaskah kepada peserta rekoleksi yang terdiri dari siswa-siswi beragama Katolik.
Dia menjelaskan, masa Prapaskah adalah masa penting dalam kalender Gereja Katolik yang berlangsung selama 40 hari sebelum Paskah. Ini adalah masa khusus bagi umat beriman untuk bertobat, memperbaharui diri dan mempersiapkan hati menyambut kebangkitan Yesus Kristus.

Angka 40, katanya, memiliki makna penting dalam Kitab Suci, karena angka ini menunjukkan masa persiapan, pemurnian dan pertobatan.
Fr. Rafael juga menjelaskan tiga pilar dalam masa Prapaskah yaitu Doa, Puasa dan Pantang serta Sedekah atau Amal Kasih.

“Doa, puasa dan sedekah adalah trio yang selalu berdampingan ketika kita memasuki masa Prapaskah, membantu kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, bertobat dan merefleksikan diri serta belajar untuk peduli dengan orang-orang disekitar kita,” jelasnya.
Rekoleksi ini di tutup dengan sebuah refleksi yang terinspirasi dari teks Kitab suci Injil Lukas 15:11-24, tentang kisah si bungsu yang meminta warisan kepada ayahnya dan menjual semua harta kekayaanya. Lalu berfoya-foya bersama dengan teman-temanya dan setelah sadar dia kembali pulang ke pangkuan ayahnya dengan penuh penyesalan.
Pertobatan itu Berani Berubah
Pertobatan itu, menurut Frater, bukan hanya sekedar kata-kata hampa tetapi harus nyata dalam perbuatan, harus berani berubah dengan mengakui kesalahan, kembali kepada Tuhan dengan hati yang baru, seperti yang dilakukan oleh si bungsu dalam kisah Injil Lukas 15: 11-24 tadi.

Rekoleksi berpuncak pada pengakuan dosa secara privat yang dilayani oleh Rm. Maryono dan Rm. Hyoga selaku Pastor Paroki dan Pastor Rekan Paroki Sang Penebus Sumbawa Besar. *
Penulis:

Hubert Malung-Sumbawa Besar
Editor: Hiro/KomsosKD



