LINTAS PERISTIWA

Ampenan Ukir Sejarah Baru, Tahbisan Imam Perdana Sukses dan Meriah

AMPENAN – Paroki St. Antonius Padua Ampenan-NTB, mengukir sejarah baru. Sejak berdirinya 45 tahun silam, paroki ini baru merasakan penyelenggaraan tahbisan imam untuk pertama kalinya.

Sebuah penantian yang indah sekaligus jawaban atas doa yang kini tergenapi, sebab dari dua imam yang ditahbiskan, salah satunya lahir dari rahim paroki ini yakni RP. Fabrisio Olie Valdo, SVD. Turut ditahbiskan saat yang sama adalah Imam Projo Keuskupan Denpasar RD. Firgianus Botu.

Hari bersejarah itu Selasa, 21 Oktober 2025, di gereja St. Antonius Ampenan. Kendati sesaat sebelum perayaan, Ampenan dan sekitarnya diguyur hujan, namun tidak menyurutkan sukacita umat dan undangan yang hadir mengambil bagian dalam peristiwa iman itu.

Penyelenggaran Tuhan memang luar biasa. Selama perayaan hingga selesai seluruh rangkaian acara, hujan tak lagi turun. Akan berbeda cerita jika hujan tak berhenti, karena tidak sedikit umat yang duduk di bawah tenda-tenda yang didirikan menutup seluruh halaman gereja ketika ruangan dalam gereja tak lagi tertampung. Panggung acara ramah tamah juga ada di halaman ini.

Prosesi tahbisan imam perdana di paroki ini pun berlangsung hikmat dan agung terutama selama perayaan liturgi tahbisan. Secara keseluruhan acara baik seremonial penjemputan, perayaan Ekaristi hingga berakhirnya seluruh rangkaian acara ramah tamah semuanya berjalan sukses dan meriah.

Pesta iman itu diawali dengan penjemputan calon imam baru, Bapak Uskup, Wakil Provinsial SVD Jawa dan keluarga calon imam di depan Rumah Retret Aryo. Rombongan dijemput dengan Gendang Beleq (besar), yang merupakan musik tradisional khas Sasak-Lombok, NTB.

Penjemputan dengan Musik tradisional Gendang Beleq

Kelompok penabuh gendang beleq, mengiringi langkah kedua yubilaris, Bapak Uskup dan Wakil Provinsial SVD Provinsi Jawa serta barisan dalam rombongan itu menuju gerbang gereja Ampenan. Di depan gereja mereka disambut secara adat sesuai asal dari kedua Yubilaris, yakni Adat Wuamesu-Ende Lio (asal leluhur Diakon Valdo,SVD) dan Adat Nagekeo (asal Diakon Firgi).

Tetua adat dari dua daerah itu menyambut mereka dengan bahasa ibu masing-masing. Selanjutnya, sebagai putra sulung Paroki Ampenan yang dipilih Tuhan, Diakon Valdo, SVD, dipersilahkan untuk membela kelapa muda dengan sebilah parang hingga airnya membasahi tanah. Diyakini air kelapa itu memberi kesuburan, sebuah asa agar dari paroki ini terus bertumbuh subur panggilan baru mengikuti jejak Diakon Valdo yang kini bersandang jabatan imamat.

Ritual adat penyambutan calon imam baru

Kemudian dilanjutkan pengalungan selendang khas Lombok kepada kedua yubilaris dan kepada Bapak Uskup Mgr. Silvester San, dan Wakil Provinsial SVD Provinsi Jawa RP. Paulus I Gusti Agung Gede Suhartana, SVD, mewakili Provinsial SVD Jawa yang berhalangan hadir. Kedua calon imam bersama Bapak Uskup dan Wakil Provinsial SVD melewati pintu gapura untuk menuju pastoran.

Kedua calon imam bersama Bapak Uskup dan Wakil Provinsial SVD Provinsi Jawa melalui gapura setelah penyambutan

Selepas ritual adat dan acara penyambutan, rombongan dihantar dengan tarian khas Ende Lio menuju pastoran sebagai titik start perarakan masuk gereja. Selanjutnya, giliran tari Ja’i, tarian massal asal Ngada-Nagekeo yang mengiringi perarakan menuju altar hingga di depan pintu gereja.

Ketika para petugas liturgi, calon imam bersama keluarga, Imam Konselebrasi dan Bapak Uskup memasuki gereja, lagu ‘Ecer Sacerdos Magnus’ segera menggema penuh hikmad dari koor gabungan Paroki St. Antonius Padua Ampenan dan Paroki St. Maria Immaculata Mataram yang memeriahkan perayaan itu.

Dalam kata pembuka misa, Uskup Pentahbis Mgr. Silvester San, mengatakan pujian dan syukur kepada Tuhan atas perayaan tahbisan imam itu, seraya berharap agar kedua Diakon yang akan mendapat urapan tahbisan menjadi imam yang baik untuk melayani Kristus dan umatNya.

Umat yang mengikuti perayaan

“Semoga mereka kuat dan tekun dalam menjalankan tugas imamat dan karya pelayanan,” imbuh Mgr. San.

Upacara inti tahbisan imam dimulai setelah Ibadat Sabda. Kedua calon imam, dipanggil namanya oleh Sekretaris Uskup Denpasar RD. Agustinus Sugiyarto. Disusul dengan doa berkat dan penyerahan orang tua.

Kemudian dilanjutkan permohonan untuk ditahbiskan yang disampaikan oleh Wakil Provinsial SVD Provinsi Jawa, RP. Agung Suhartana, SVD, yang dijawab oleh Uskup Pentahbis “Tahukah Romo, apakah mereka ini layak untuk ditahbiskan menjadi imam?”

Setelah mendapat jawaban bahwa mereka layak ditahbiskan menjadi imam, Bapak Uskup mengatakan “Dengan bantuan Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus, kami memilih kedua saudara kita ini untuk memangku jabatan imam,” dan dijawab seluruh umat “Syukur kepada Allah.”

Doa berkat dan penyerahan dari orang tua

Upacara dilanjutkan amanat (homili) Bapak Uskup. Dalam amanatnya, selaras bacaan suci pada perayaan itu, terutama Injil (Yoh. 15:9-17) Bapak Uskup, berbicara tentang “Kasih.”

Menurut Bapak Uskup, Yesus dalam Injil bercerita tentang cinta sejati. Cinta (kasih) sejati itu berasal dari Allah, disebut cinta Agape. Berbeda dengan cinta erotis seperti dirasakan pria dan wanita yang muncul dalam perasaan, cinta agape adalah cinta Allah kepada manusia.

“Cinta agape itu perlu diperjuangkan dan orang yang memiliki kasih dalam pengertian agape harus dengan pengorbanan. Kasih Agape itu berasal dari Allah sendiri. Allah telah menunjukan kasihNya kepada kita yang tampak dalam diri putraNya Yesus. Allah menyediakan anakNya yang tunggal supaya manusia tidak binasa tetapi tetap mengalami hidup kekal,” ungkap Bapak Uskup.

Litani Orang Kudus

Menurut Bapak Uskup, Allah telah menunjukan kasih kepada manusia, maka manusia juga harus saling mengasihi satu sama lain. Yesus sendiri telah menegaskan, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu, tinggallah di dalam kasihKu itu.”

Lebih lanjut, Yesus memberi perintah “Supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatNya.”

“Kalau Allah adalah kasih, maka kita sebagai buah kasih Allah harus saling mengasihi. Siapa yang tidak mengenal kasih berarti tidak mengenal Allah. Mengasihi Allah itu harus diwujudkan dengan saling mengasihi suadara yang dilihatnya sehari-hari tanpa pandang bulu,” urai Mgr. San.

Di sisi lain, Bapak Uskup mengungkapkan, kedua Diakon yang hendak ditahbiskan imam, telah mengalami kasih Allah yang telah menyertai dan melindungi mereka, terutama dalam ziarah panggilannya yang penuh perjuangan, bahkan mengalami krisis dan jatuh bangun, hingga akhirnya ditahbiskan.

Upacara penumpangan tangan

“Mereka telah mengalami kasih Allah. Mereka mengalami kasih dan dipanggil Allah, bahkan seperti yang dialami Nabi Yeremia yang panggil sejak dalam kandungan ibunya,” ungkap Bapak Uskup.

Bapak Uskup mengajak untuk selalu berdoa bagi kedua calon imam, agar mereka menjadi imam yang baik dan mampu mengamalkan kasih Tuhan dalam pelayanan imamat sehari-hari melalui tiga tugas Kristus yaitu mengajar, menguduskan dan memimpin.

“Hendaklah imam baru ini dapat mewartakan injil melalui kata dan perbuatan, mewartakan injil kepada semua orang baik atau tidak baik waktunya. Sadarlah apa yang kamu lakukan, hayatilah apa yang kami rayakan,” pinta Mgr. San

Setelah sah menjadi imam, RP. Valdo, SVD (kiri depan) dan RD. FIrgi (kanan depan) bediri dlberhadapan dengan umat yang disambut dengan aplaus meriah

Bapak Uskup juga menegaskan agar dalam menjalankan tugas penggembalaaan harus berpedoman pada Yesus Imam Agung, yang dipanggil untuk melayani dan bukan untuk dilayani serta Gereja berharap agar dalam menjalankan tugas pelayanan harus dengan setia dan tekun.

Usai amanat (homili) diteruskan upacara inti dan paling sakral dari upacara tahbisan hingga keduanya sah sebagai imam dengan mendapat pelukan kasih dan ucapan selamat dari Uskup Pentahbis dan rekan-rekan imam yang hadir. Aplaus panjang menggema dalam gereja menyambut penuh sukacita kedua imam baru. Kemudian dengan mengenakan kasula imam, mereka berdiri sejajar dengan para imam lainnya di altar untuk melanjutkan Ekaristi.

Setelah upacara tahbisan, perayaan dilanjutkan dengan Liturgi Ekaristi. Sebelum liturgi penutup berupa berkat dari imam baru dan berkat meriah dari Bapak Uskup, diisi dengan beberapa sapaan kasih, mulai dari Pastor Paroki Ampenan RP. Iron, SVD, wakil keluarga imam baru Bapak Kris Pake Seko, wakil yubilaris RD. Firgianus Botu, Wakil Provinsial SVD Jawa dan Bapak Uskup.

Tugas perdana bagi kedua imam, untuk RD. Firgi, menurut Bapak Uskup, akan ditugaskan di Bali, namun tempat pastinya akan ditentukan kemudian. Sementara RP. Valdo, SVD, berdasarkan pengumuman Wakil Provinsial SVD Provinsi Jawa akan diutus menjadi Misionaris di Negara Austria.

Gubernur Hadir

Perayaan Ekariti tahbisan dihadiri puluhan imam, biarawan, biarawati, frater, seminaris dan umat baik umat di pulau Lombok maupun umat (DPP) yang diundang dari paroki-paroki lainnya di Keuskupan Denpasar, termasuk dari Bali.

Perayaan berlangsung hikmad dan agung, dengan arahan dua Imam Ceremoniarius RD. Tony Ekadana Putra-Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Denpasar dan RP. Kristo, SVD-Pastor Rekan Paroki Ampenan.

Acara ramah tamah setelah misa

Usai misa tahbisan, dilanjutkan ramah tamah syukuran yang berlangsung di halaman gereja Ampenan. Gubernur NTB DR. H. Lalu Muhammad Iqbal hadir dalam acara ramah tamah ini. Gubernur duduk satu meja dengan Bapak Uskup, Deken NTB RD. Martinus Emanuel Ano, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi NBT H. Zamroni Azis, S.HI, MH. Hadir pula tokoh-tokoh lintas agama lainnya, termasuk dari Ormas Mahasiswa dari Kelompok Cipayung.

Tampilan kesenian daerah yang memeriahkan acara ramah tamah

Gubernur NTB berkenan memberikan sambutan. Demikian pula Kakanwil Kementerian Agama dan salah satu imam baru RP. Valdo,SVD. Kedua pejabat daerah ini ikut bersukacita dan apresiasi atas tahbisan imam ini. Mereka bangga salah satu imam yang ditahbiskan adalah anak kandung NTB.

Gubernur NTB DR. H. Lalu Muhammad Iqbal

Banyak acara hiburan ditampilkan hingga tarian massal para hadirin. Semua mengekspresikan kegembiraannya atas terciptanya sejarah baru di bumi dengan julukan Seribu Masjid itu. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button