Penyegaran Kepengurusan DPP, DKP dan Prodiakon Paroki Singaraja
SINGARAJA – Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, melantik sejumlah umat beriman Paroki St. Paulus Singaraja sebagai pengurus dalam posisinya masing-masing yaitu Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Keuangan Paroki (DKP) dan Prodiakon untuk tiga tahun ke depan, Januari 2024 – Desember 2026.

Misa pelantikan dilaksanakan Minggu (21/1) saat jadwal misa kedua mulai pukul 09.00. Umat setempat memadati gereja itu. Terlihat di deretan bangku paling depan sejumlah umat dengan baju berseragam putih. Mereka itu, termasuk beberapa biarawati, yang dipercaya menjadi fungsionaris pastoral paroki di ujung utara pulau Bali ini.
Petugas liturgi termasuk paduan suara yang memeriahkan peristiwa iman tersebut ditanggung oleh orang muda Katolik (OMK) Paroki St. Paulus Singaraja.

Selain Pastor Paroki dan Pastor Rekan RD. Agustinus Bere Lau dan RD. Yohanes I Made Mahastra Perdana, tampak pula dua imam tamu dalam barisan imam konselebrasi yang mendampingi Uskup yakni RD. Yasintus Nahak dan RP. Falen Tnesi, SVD.
Bacaan Injil pada misa Minggu ini mengisahkan tentang Yesus yang memanggil Simon (Petrus) dan tiga orang nelayan lainnya (Andreas saudara Simon , Yakobus dan Yohanes anak Zebedeus) di danau Galilea untuk mengikuti dan menjadi muridNya. Ketika itu, Yesus hendak memberitakan Injil Allah dan berseru: “Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (bdk. Mrk. 1: 14-20)
Uskup dalam homilinya mengungkapkan, dalam benak banyak orang, bicara panggilan selalu berpikir tentang panggilan khusus menjadi imam, bruder dan suster. Hal ini tentu tidak keliru, tetapi panggilan itu tidak sebatas panggilan khusus saja, masih ada panggilan lainnya, seperti panggilan menjadi suami-istri atau orang tua bagi anak-anak, panggilan sebagai guru, petani, nelayan dan profesi lainnya.
Dikatakan Uskup, sebelum memanggil keempat Murid yang disebutkan dalam injil hari itu, Yesus menginginkan para muridNya terlebih dahulu mengalami pertobatan atau perubahan sebelum dipanggil mengikutiNya. Hal yang sama juga terjadi pada orang-orang Niniwe yang langsung berpuasa dan berbalik kepada Allah ketika Yunus sebagai utusan Allah mengumumkan waktu yang tinggal 40 hari lagi akan terjadi malapetaka. Demikian pula Paulus dalam bacaan kedua, seorang Teolog luar biasa yang mengalami pertobatan dan setia pada Yesus, mengingatkan jemaat di Korintus akan waktu yang sangat singkat bagi mereka di mana dunia akan segera berlalu (berubah).
Uskup dalam kesempatan itu mengingatkan tentang pelajaran penting yang bisa dipetik dari Injil hari itu. Pertama, bersyukur kepada Tuhan, karena Tuhan tidak hanya melihat kelemahan manusia, tetapi juga melihat kemampuan dan kekuatan yang ada dalam diri manusia. Sebagai contoh, ketika Yesus melihat kemampuan yang ada dalam diri Petrus dan tiga murid lainnya yang secara intelektual mereka adalah kaum buta huruf tetapi Yesus memakai mereka untuk menjala manusia dan berhasil, hingga Gereja ada sampai saat ini.
“Bercermin pada Yesus yang melihat bahwa kelemahan-kelemahan manusia masih bisa berubah atau bertobar,” ungkap Mgr. San.
Pelajaran kedua, bahwa panggilan Yesus kepada keempat Nelayan di Galilea untuk menjadi MuridNya menyadari kita akan tugas penting Yesus yaitu tugas missioner dan perutusan untuk memberitakan Injil. “Walaupun tugas perutusan itu tidak mudah, tetapi para murid Yesus tidak pernah takut,” katanya.
Uskup menerangkan, bermisi dewasa ini terutama memberikan kesaksian iman akan Yesus, dengan memperjuangkan dan menghayati nilai-nilai Kristini (Injili) yaitu jujur, rendah hati, bekerja keras, solider, cinta kasih terhadap sesama dan sebagainya.
Di sisi lain, Uskup juga mengungkapkan bahwa di tengah-tengah umat beriman yang hadir, sejumlah umat yang terpilih dari antara umat beriman lainnya dipanggil untuk menjadi pengurus DPP, DKP maupun prodiakon. Mereka ini dipercaya untuk mengembangkan Kerajaan Allah di Paroki Singaraja.

“Sebelum menjalankan tugasnya mereka dilantik (diberkati) sebagai pengurus DPP, DKP dan Prodiakon dan berharap rahmat pelantikan akan memampukan mereka menjadi lebih baik, setia, tekun dan penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugas atau karya pelayanan yang diberikan,” kata Uskup.
Usai homili dilanjutkan dengan upacara pelantikan. Dimulai dengan pembacaan SK dari Uskup Denpasar tentang pembaruan dan pengangkatan DPP periode Januari 2024-Desember 2026 oleh Sekretaris DPP terpilih. Juga berturut-turut membacakan SK pengangkatan DKP dan SK pengangkatan Prodiakon periode yang sama.
Kemudian, nama-nama yang disebutkan dalam lampiran SK tersebut maju berdiri berhadapan dengan altar. Selanjutnya Uskup didampingi Pastor Paroki dan Pastor Rekan, menanyakan tentang kesediaan mereka dalam jabatannya masing-masing.
Setelah mendapat jawaban, Uskup kemudian memanjatkan doa mohon berkat dari Tuhan agar para pengurus DPP, DKP dan Prodiakon yang dilantik diberikan kemampuan dalam menjalankan tugas serta dengan setia, tekun, rendah hati dan penuh tanggung jawab menjalankannya. Uskup lalu memerciki mereka dengan air berkat.
Partisipasi Pemilu
Setelah pelantikan, perayaan Ekaristi dilanjutkan sebagaimana biasanya. Namun, sebelum berkat penutup, Pastor Paroki Agus Bere Lau, menyampaikan sapaan kasih dan dilanjutkan sambutan Uskup.
Romo Agus, demikian sapaannya, menegaskan bahwa para pengurus yang dilantik dipanggil untuk melayani. “Bapak, ibu dan saudara-saudari dipilih di antara umat beriman yang ada karena Gereja membutuhkan umat Allah yang mau melayani Tuhan dan umat di paroki kita ini,” kata Rm. Agus.
“Pelantikan bukan sekedar formalitas, tetapi merupakan tanggung jawab dalam membangun paroki ini. Mari kita bergandengan tangan bersama seluruh umat, pengurus KBG dan Lingkungan agar paroki kita terus bertumbuh dan berkembang, dengan harapan suatu waktu seluruh umat di Singaraja ini, semuanya ada dalam gereja yang satu dan sama untuk semua umat,” pungkasnya.

Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, juga berharap agar seluruh DPP, DKP dan Prodiakon yang dilantik bisa berjalan bersama selaras dengan semangat Sinode yang artinya ‘berjalan bersama.’ “Kita sudah melaksanakan Sinode V, kita diajak untuk terus membangun Gereja Sinodal yaitu Gereja yang kuat dan berkembang dalam persekutuan dan persaudaraan, Gereja yang ikut berpartisipasi secara aktif dalam membangun Gereja dan masyarakat, serta Gereja yang aktif dalam misi atau menjalankan tugas perutusan,” kata Uskup, seraya menyampaikan proficiat kepada para pengurus yang dilantik serta kepada seluruh umat dan kedua imam yang bertugas di Singaraja.
Dalam kesempatan ini Uskup juga menghimbau seluruh umat terutama yang telah memiliki hal pilih agar harus ambil bagian dalam Pemilu 20204, minimal harus ikut mencoblos sesuai hati nurani. “Pilihlah tokoh-tokoh yang bisa kita percaya, mengenal mereka dengan baik dan dapat diteladani,” harapUskup.
Foto bersama usai berkat penutup menjadi penghujung seluruh rangkai perayaan Ekaristi yang dimahkotai dengan upacara pelantikan itu. ***




