LINTAS PERISTIWA

Misa Perdana RP. Fabrisio Olie Valdo, SVD

Ampenan-Masih dalam rangkaian pentahbisan imam baru, Minggu(26/10) di paroki St. Antonius Padua Ampenan, dilangsungkan Misa perdana imam baru, RP. Fabrisio Olie Valdo, SVD. Pater Valdo, begitu biasa ia disapa.

RP. Valdo merupakan putra asli dari Paroki Ampenan, lahir dari pasangan Bapak Lambertus Soba dan Ibu Katarina Sang Ayu Jineng Pariani.

Misa perdana diawali dengan perarakan rombongan imam baru dari halaman SDK St. Antonius Ampenan menuju halaman Gereja yang diiringi musik tradisional khas Sasak-Lombok yaitu Gendang Beleq persembahkan peserta didik dari SMAK Kesuma Mataram.

Upacara penyambutan dan pengalungan kain

Selanjutnya dilakukan prosesi pengalungan kain kepada imam baru, Vikjen Keuskupan Denpasar, RD. Herman Yoseph Babey, Deken NTB RD. Martinus Emanuel Ano dan pastor paroki Ampenan, RP. Sifronisius Iron Risdianto, SVD.

Selepas acara penyambutan, seluruh petugas liturgi dan para imam bersiap untuk mengikuti perayaan ekaristi.

Perarakan menuju gereja diawali dengan tarian tradisional yang dibawakan peserta didik dari SMPK Kesuma Mataram, disambung dengan lagu pembuka ‘Tahbisan Imam’ dari paduan suara gabungan Paroki Ampenan & Mataram.

Dalam kotbahnya, yang mengulas bacaan minggu biasa ke-30 dari Injil Lukas 18 : 9 – 14, Imam yang memiliki motto tahbisan Ya Allah, lepaskanlah aku, Tuhan, Segeralah menolong aku (Mzm. 70:2) ini, mengatakan bahwa Tuhan ingin kita menjadi pribadi yang rendah hati, seperti seorang pemungut cukai yang tidak membanggakan dirinya, tetapi datang kepada Tuhan dengan rendah hati.

tarian persembahan yang memeriahkan perayaan ekaristi

“Marilah kita terus memohon belas kasih Allah dan tetap menjadi pribadi yang rendah hati,” demikian tegasnya.

Sebelum berkat penutup, RD. Herman Yoseph Babey, selaku Vikjen Keuskupan Denpasar menyampaikan sapaan kasihnya. Secara terharu Vikjen mengenang bagaimana ‘Valdo Kecil’ yang saat itu menggigit salib sampai patah.

RD. Herman Yoseph Babey, Vikjen Keuskupan Denpasar

“Karena kamu menggigit salib sampai patah, maka kamu harus jadi imam, dan tantangan itu telah dibuktikan RP. Valdo dengan menjadi seorang imam’, ungkapnya.

Perayaan Ekaristi kemudian diakhiri dengan berkat dari imam baru kepada kedua orang tua dan saudara, keluarga besar, para guru dan teman sekolah serta ditutup berkat untuk semua umat yang hadir.

Berkat dari Imam baru

Selepas perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan perayaan syukur yang berlangsung di halaman gereja yang dihadiri seluruh umat.

Profociat kepada RP. Valdo, SVD, selamat berkarya di tanah misi, tetaplah menjadi imam yang rendah hati.*

Penulis: Bowo-Mataram
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button