Memaknai Ulang Tahun Imamat RD. Yohanes Kadek Aryana di Tempat Kelahirannya

“Ke dalam tangan-Mu Tuhan Kuserahkan hidup-Ku,” adalah moto tahbisan salah satu imam Keuskupan Denpasar RD. Yohanes Kadek Ariana, putra kelahiran Paroki Gumbrih.
Moto tersebut menjadi semangat hidup Romo Kadek, demikian sapaan akrabnya, selama 20 tahun dalam pelayanan imamatnya.
Pernyataan itu mengingatkan kita akan kesediaan Bunda Maria untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, seperti yang diungkapkannya dalam kata-kata “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”
Kedua, menunjukkan sikap penyerahan total kepada Tuhan, sebuah sikap yang menjadi landasan bagi pelayanan Romo Kadek sebagai imam.
Dalam peringatan 20 tahun Tahbisan Imamat Romo Kadek, Selasa, 7 Oktober 2025, dirayakan di kampung halamannya di Gumbrih bersama umat setempat.

Kita sebagai umat diajak untuk merenungkan perjalanan iman dan pengabdiannya. Melalui teladan hidup Romo Kadek, kita diingatkan akan pentingnya penyerahan diri kepada Tuhan dan komitmen untuk melayani dengan kasih dan integritas.
Umat Paroki Gumbrih memiliki harapan tersendiri bagi imam yang kini dipercaya menjadi Direktur BPK Yayasan Insan Mandiri Denpasar, yang mengelola beberapa Sekolah Katolik mulai dari play grup hingga SMA itu.
Umat berharap sekaligus mendoakan agar Romo Kadek terus diberkati Tuhan dalam pelayanannya dan menjadi berkat bagi banyak orang. Dengan semangat penyerahan diri dan kasih pelayanannya dapat menjadi inspirasi umat untuk semakin menghidupi iman dan komitmennya sebagai umat.
Sebagai sebuah persekutuan umat, Gereja kita semakin bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih, serta menjadi komunitas yang peduli dan mendukung satu sama lain.
Dibalik perayaan sederhana 20 tahun imamat Romo Kadek bersama umat di tanah kelahirannya, umat seakan diajak untuk bertumbuh dalam iman. Dengan semakin memperdalam iman kepada Tuhan dan meneladani kesetiaan Romo Kadek dalam pengabdian kepada-Nya.
Umat juga diajak bertumbuh dalam Harapan, di mana teladan Romo Kadek memberikan harapan baru untuk menjalani hidup dengan penuh sukacita dan pengharapan akan janji Tuhan.

Kemudian bertumbuh juga dalam Kasih. Dengan meneladani kasih pelayanan Romo Kadek, umat semakin mengasihi Tuhan dan sesama, serta menjadi saluran berkat bagi orang-orang di sekitar kita.
Harapan yang sama untuk Gereja Sinodal. Semoga semangat sinodalitas semakin menghidupkan Gereja kita, di mana kita semua menjadi bagian dari tubuh Kristus yang saling melayani dan mendukung.
Umat juga semakin terbuka untuk mendengarkan suara Roh Kudus dan menjadi gereja yang lebih inklusif, peduli, dan berbelas kasih.
Selamat merayakan 20 tahun Tahbisan Imamat Romo Kadek! Semoga Tuhan memberkati Romo Kadek dan seluruh umat. *
Oleh: Melastika – Umat Paroki Gumbrih
Editor: Hiro/KomsosKD



