LINTAS PERISTIWA

Keuskupan Denpasar Jadi Tuan Rumah Raker KMKI Regio Nusra

DENPASAR – Karya Misioner Kepausan Indonesia (KMKI) Regio Nusra yang sebelumnya lebih dikenal Karya Kepausan Indonesia (KKI) mengadakan Rapat Kerja pada 6 – 9 Oktober 2025.

KMKI Keuskupan Denpasar yang menjadi tuan rumah memilih Catholic Center Denpasar, sebagai tempat rapat kerja selama empat hari ini.

Peserta datang dari KMKI Keuskupan di Regio Nusra, yaitu Keuskupan Atambua, KA. Kupang, Weetebula, KA. Ende, Larantuka, Maumere, Ruteng, Labuan bajo dan Denpasar selaku tuan rumah. Hadir juga tim dari Biro Nasional KMKI KWI.

Raker KMKI Regio Nusra 2025 ini dibuka secara resmi oleh Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, Senin (6/10) malam.

Namun sebelum Uskup membuka secara resmi kegiatan tersebut, didahului dengan misa pembukaan di Kapel Catholic Center yang diikuti seluruh peserta dan panitia Raker KMKI serta pengelola Catholic Center.

Bapak Uskup Denpasar, di sela-sela homilinya mengharapkan Raker KMKI berjalan lancar dan menghasilkan buah, terutama dalam tata Kelola KMKI demi pelayanan pastoral bagi umat di Regio Nusra dan karya misi Gereja.

Harapan Mgr. San itu, selaras dengan tema yang diusung dalam Raker “Membangun Tata Kelola KMKI.”

Setelah misa, para peserta disambut secara resmi oleh Panitia yang ditandai dengan pemakaian udeng (penutup kepala khas Bali) untuk peserta pria olah Dirdios KMKI Keuskupan Denpasar, sekaligus Koordinator KMKI Regio Nusra RD. Herman Yoseph Babey. Sedangkan peserta perempuan diselempangkan selendang oleh salah seorang panitia.

Dilanjutkan dengan acara pembukaan. Sebagai pemanasan pembukaan Raker, Tim KMKI Keuskupan Denpasar dan Sekami Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar mengajak peserta melakukan animasi misioner dengan lagu disertai gerekan khas Sekami.

Acara pembukaan diawali dengan sapaan kasih dari Koordinator KMKI Regio Nusra RD. Herman Yoseph Babey, juga selaku tuan rumah.

“Kita bersyukur kepada Tuhan yang tidak pernah lelah menyertai kita dalam semangat misioner untuk hadir dan mengalami rapat kerja ini,” ungkap Rm. Babey di awal sapaannya.

Menurut Rm. Babey, Raker KMKI dalam beberapa tahun sejak dimulainya pendemi Covid mengalami kavakuman, dan sekarang merupakan perjumpaan dalam Raker pertama pasca pandemi.

Sebagai penutup sapaannya Rm. Babey mengucapkan terima kasih kepada Bapak Uskup Denpasar yang menyambut baik Raker ini dan bersedia hadir dalam acara pembukaan.

Ucapan terima kasih juga untuk seluruh Uskup di Regio Nusra yang telah mendukung KMKI dan mengirimkan Dirdios dan dan timnya dalam Raker ini. Kepada Dirnas KMKI dan pengelola Catholic Center juga menyampaikan ucapan yang sama.

Rm. Babey kemudian memberikan gambaran umum proses Raker. “Kita akan alami perjumpaan dalam sharing misioner. Sharing pertama dari Ruteng tentang gereja ramah anak. Kita juga mendengarkan cerita misioner Rm. Maman dari Biro Nasional KMKI yang menggagas TISOM, serta peneguhan dari Dirnas KMKI. Juga sharing bersama tentang karya misioner masing-masing keuskupan.”

Sementara itu, Uskup Denpasar Mgr. San, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan menyambut Raker ini dengan baik.

Menurut Bapak Uskup, Bali memiliki banyak daya tarik, sehingga banyak yang mau berwisata di Bali, termasuk berbagai pertemuan, tidak ketinggalan pertemuan-pertemuan gereja, baik regional, nasional bahkan internasional.

Bapak Uskup mengharapkan agat Raker KMKI ini dapat memberikan jaminan akan kesinambungan karya misi sehingga karya misi tidak akan pernah mati dan oleh sebab itu harus terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Tata Kelola KMKI, lanjut Uskup, tentu berkaitan dengan misi Gereja.

Bapak Uskup juga apresiasi terhadap KMKI yang terus berjuang menghidupkan karya misa di Indonesi di tengah tantangan yang tidak ringan, termasuk tantangan modernisasi saat ini.

“Semoga Raker ini mengasilkan buah-buah dengan meningkatnya karya misi di keuskupan masing-masing,” pungkasnya, lalu membuka Raker secara resmi.

Empat Fokus

 Dalam Term Of Reference (TOR) atau kerangka acuan Raker, disebutkan KMKI yang dulu dikenal sebagai KKI, memiliki 4 fokus pelayanan yaitu Anak-anak, Remaja/OMK, Iman/Panggilan dan penyeberan iman secara umum.

KMKI adalah jantung yang memompa semangat dan solidaritas misioner universal ke seluruh keuskupan, paroki hingga umat Basis.

Raker 2025 mengusung tema “Membangun Tata Kelola KMKI.” Tata Kelola KMKI merupakan isu strategis yang menentukan vitalitas Gereja di Indonesia. Tata Kelola yang kokoh, bukan sekedar soal administrasi tetapi merupakan fundasi untuk memastikan api misi tetap menyala dan menjangkau batas-batas baru.

Disebutkan pula bahwa dinamika zaman dan tantangan pastoral yang makin kompeleks, dibutuhkan panduan yang kuat agar setiap sumber daya (dana, waktu dan energi) yang dicurahkan benar-benar tepat sasaran dan berbuah maksimal.

Diharapkan dengan tata Kelola yang transparan dan efektif, Karya Misioner Kepausan Indonesia makin optimal dalam mewujudkan kasih dan keadilan Kristus.

Raker hari pertama, Senin (6/10) ditutup dengan orientasi acara Raker yang disampaikan oleh Koordinator KMKI Regio Nusra RD. Herman Yoseph Babey. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button