LINTAS PERISTIWA

KEMAH REMAJA MISIONER DEKENAT BALI TENGAH DITUTUP

Jimbaran, Bali –  Rangkaian kegiatan Kemah Dekenat Bali Tengah mencapai puncaknya. Sebanyak 221 Remaja Misioner didampingi oleh 22 Pendamping kini bersiap kembali ke paroki masing-masing dengan membawa “salib perutusan” di pundak mereka.

Selama tiga hari (22–24 Juni) di SDK Soverdi Jimbaran, para remaja dari berbagai paroki se-Dekenat Bali Tengah ini telah ditempa oleh para narasumber hebat. Mereka tidak hanya diajak  semakin mencintai dan mengakrabi Kitab Suci, tetapi juga dipersiapkan menjadi misionaris modern di dunia digital.

Selain itu, mereka dididik untuk mencintai dan  merawat lingkungan hidup, serta berkomitmen menjadi pribadi yang solid sekaligus solider bagi sesama.

Hari terakhir Kemah  Dekenat Bali Tengah Kamis, (25/6), Peserta mengukti kegiatan Edukasi dari Ketua KMKI, Perayaan Ekaristi dan seremonial penutupan.

Edukasi oleh Ketua KMKI Keuskupan Denpasar

Sesi pengendapan aktivitas kemah menjadi momen krusial yang membekali batin para peserta. Direktur Karya Kepausan Indonesia (KMKI) Keuskupan Denpasar, Romo Herman Yoseph Babey, menyampaikan edukasi dengan mengajak seluruh remaja misioner, mengubah cara pandang mereka dalam beriman.

Romo Babey menekankan pentingnya beribadah, berdoa, dan membaca Kitab Suci bukan karena kewajiban, melainkan atas dasar kerinduan mendalam untuk hidup melekat dengan Tuhan.

Melalui momentum ini, para remaja ditantang untuk  merefleksikan identitas kekatolikan mereka dengan bersikap jujur, setia, dan adil. Romo Babey mengobarkan semangat 2D2K agar tertanam kuat di dada setiap peserta.

Ia berharap para remaja  kemah ini mampu menjadi pribadi yang solid, solider, dan memiliki keteguhan iman yang berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya kepedulian mereka kepada  yang miskin, lemah, dan tersingkirkan.

Ekaristi Penutup

Puncak dari seluruh rangkaian Kemah Remaja Misioner Dekenat Bali Tengah ditandai dengan Perayaan Ekaristi meriah. Misa kudus  dipimpin langsung oleh Vikjen Keuskupan Denpasar-Romo Herman Yoseph Babey berkonselebrasi dengan para imam se-Dekenat Bali Tengah.

Dalam khotbahnya Romo Babey menegaskan bahwa iman yang kokoh tidak akan mudah goyah oleh badai situasi apa pun. “Orang yang sungguh-sungguh percaya pada kekuatan firman Allah akan selalu bersandar pada Allah. Ia tetap tenang meski berada di tengah situasi sulit atau bahaya,” ungkapnya.

Sebaliknya, Romo Babey menyebutkan  bahwa iman yang rapuh  akan selalu didera rasa khawatir, gelisah, dan takut. Romo Babey kemudian memberikan contoh sederhana yang memicu senyum para peserta: ketika hujan rintik mulai turun saat misa akan dimulai, banyak yang langsung panik, menoleh ke kiri dan ke kanan dan ke atas dan siap ambil langkah mau lari. Namun mereka yang beriman teguh akan tetap duduk dengan tenang.

Menghubungkan pesannya dengan bacaan Injil, Romo Babey mengingatkan bahwa keselamatan sejati tidak datang dari rutinitas bibir yang komat-kamit berdoa atau sekadar rajin ke gereja dan selalu menyebut nama Tuhan.

“Yang diselamatkan adalah mereka yang rajin berdoa, setia membaca Kitab Suci, dan dengan berani mengamalkan firman itu dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Menutup khotbahnya, Romo yang dikenal dekat dengan anak-anak itu  berpesan agar seluruh remaja misioner berjuang menjadi pribadi yang berkenan di hati Allah melalui jalan kesederhanaan, rendah hati, rajin belajar, berbakti kepada orang tua, serta selalu mengandalkan Tuhan.

Sambutan Penuh Rasa Syukur dan Ucapan Terima Kasih

Usai Perayaan Ekaristi, suasana dipenuhi rasa syukur melalui untaian kata sambutan. Ketua Panitia, Romo Gabriel Madja, SVD; Direktur KMKI Keuskupan Denpasar, Romo Herman Yoseph Babey; serta Pastor Deken Bali Tengah, Romo Evensius Dewantoro, secara bergantian menyampaikan apresiasi terdalam mereka.

 

Penghargaan setinggi-tingginya dialamatkan kepada Bapak Uskup Keuskupan Denpasar atas dukungan penuhnya. Ucapan terima kasih juga mengalir deras untuk para Pastor Paroki, Pastor Rekan, pendamping Sekami se-Dekenat Bali Tengah, seluruh panitia, Yayasan Soverdi, serta keluarga besar SDK Soverdi Jimbaran yang telah menyediakan tempat terbaiknya.

Dukungan luar biasa dari ECHO Bali Production, para donatur, serta semua pihak yang telah berkontribusi dengan caranya masing-masing  demi menyukseskan kegiatan kemah ini turut diapresiasi secara mendalam.

Animasi Terbaik

Pada kesempatan itu Romo Babey mengumumkan animasi terbaik  yang dinilai selama kemah berlangsung. Mereka adalah,  dari Paroki Tangeb: Nana dan Bintang; Paroki Tuka: Steven dan melani; Paroki Babakan: Felicia dan Alvian; Paroki Kulibul: Eka dan Dino; Paroki Pecatu: Tiara dan Iko; Nusa Dua: Deo dan Love; Paroki Kuta: Kalista dan Fabian.

Pukulan Gendang Penutupan Kemah

Kehangatan kemah  itu akhirnya mencapai puncaknya. Ketukan suara gendang yang dipukul oleh  oleh Pastor Deken didampingi Romo Vikjen dan ketua Panitia menandai berakhirnya seluruh rangkaian Kemah Remaja Misioner Dekenat Bali Tengah.

Sambutan  Tepuk tangan dan sorak-sorai penuh sukacita dari ratusan peserta menjadi tanda harapan dan  semangat baru yang siap mereka bagikan ke paroki masing-masing.

Dari bawah panggung tampak Romo Adri Marlianto Pastor Rekan Paroki FX Kuta, yang didapuk sebagai bendahara Kemah menyambut penutupan kemah dengan lompatan kaki dan tepukan tangan. Aksi ini seolah mengngkapkan kelegaannya atas selesai dan suksesnya penyelenggaraan  kegiatan  kemah Dekenat Bali Tengah.

Para Frater  yang sedang TOP di Paroki se-Dekenat Bali tengah, memperkuat barisan Panitia. Mereka juga turut bekerja sama dan bekerja keras dengan satu harapan kemah berjalan baik, lancar, sukses dalam suasana  sukacita. Akhirnya bersama Pemazmur layak kita kidungkan “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” (Mazmur 118:29)

Salam misioner dan sampai jumpa di Kemah Sekami Remaja se-Regio Nusra. Christin***

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button