Sekitar 2.000 Umat Padati Gereja Sumbawa, Minggu Palma Awali Pekan Suci

SUMBAWA BESAR – Sekitar 2.000 umat Katolik memadati Gereja Paroki Sang Penebus Sumbawa untuk mengikuti perayaan Minggu Palma, Minggu (29/3/2026).
Perayaan yang dimulai pukul 08.00 WITA ini menjadi gerbang pembuka rangkaian Pekan Suci 2026 melalui simbolisasi kemenangan Kristus di Yerusalem.
Upacara diawali dengan pemberkatan daun palma di depan teras gereja oleh RD. Yeremias Helan Diaz (pastor tamu), didampingi Fr. Rafael.

Suasana sukacita menyelimuti halaman gereja saat ribuan umat mengangkat daun palma untuk diperciki air suci oleh Romo, dibantu para Pro Diakon.
Rangkaian upacara berlanjut dengan perarakan megah barisan Misdinar, Lektor, Pro Diakon, Frater, dan Romo menuju panti imam.
“Minggu Palma adalah pintu masuk menuju misteri keselamatan. Kita menggiringi Tuhan untuk memetik buah salib suci, yakni kebangkitan dan hidup,” pesan Romo Yeremias dalam pengantarnya.

Dalam homilinya, Romo Yeremias mengajak umat berefleksi atas keteguhan prinsip Yesus.
Ia menekankan bahwa menjadi pengikut Kristus berarti berani memiliki integritas meski harus berdiri sendirian.
Lawan Mentalitas Pilatus
Di sisi lain, homilinya, Rm. Yeremias mengingatkan umat agar tidak melempar tanggung jawab
atau berpaling dari kebenaran demi kenyamanan pribadi. “Kita harus berani melawan mentalitas pilatus,” tegasnya.
Romo Yeremis mengaja umat untuk keluar dari zona nyaman, menolak untuk membiarkan sesama menderita hanya karena takut kehilangan pamor atau popularitas.

“Kita harus memiliki keberanian di tengah bully. Sebagai pengikut Kristus harus bernyali membela kebenaran dan membantu orang susah, meskipun harus dikhianati, disangkal, atau dicibir banyak orang. Kebenaran seringkali membuat kita sendirian, tapi iman kepada Kristus membuat kita tetap
berdiri tegak,” tegas Romo Yeremias menutup khotbahnya.
Kemeriahan dan kekhidmatan di Sumbawa ini menandai kesiapan umat untuk memasuki masa permenungan mendalam pada rangkaian Tri Hari Suci: Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci (Paskah) sebagai puncak misteri penebusan iman Kristiani.*
Penulis: Made Suryani-Komsos Paroki Sumbawa
Editor: Hiro/KomsosKD



