Pengurus OMK Paroki se-Dekenat NTB Ikut Kaderisasi Kepemimpin di Donggo

DONGGO, BIMA – Komisi Kepemudaan Keuskupan Denpasar menyelenggarakan ‘Kaderisasi Kepemimpinan OMK.’ Tema dan tag line kadrisasi ini adalah Penggerak OMK yang Solid-Solider; Rasa, Guna, Aksi.
Kegiatan ini menghadirkan pengurus Orang Muda Katolik (OMK) dari 7 paroki di Dekenat Nusa Tenggara Barat: 3 paroki dari pulau Lombok (Mataram, Ampenan, Praya) dan 4 paroki di pulau Sumbawa (Sumbawa Besar, Dompu, Bima, Donggo).
Paroki Donggo dengan nuansa alam pedesaan yang sejuk dan tenang, menjadi tuan rumah pelaksanaan program unggulan Komisi Kepemudaan Keuskupan Denpasar 2026 ini. Selama dua hari penuh kegiatan, 19-20 Maret 2026, para peserta live in di rumah-rumah umat di Tolonggeru, pusat Paroki Donggo.

Melalui live in, peserta diajak mewujudkan rasa solidaritas dengan hadir, menemani, mendukung, saling meneguhkan dan memberi perhatian di tengah umat. Hidup bersama umat juga mendorong OMK keluar dari zona nyaman, mengajak mereka terlibat, menjumpai dan membangun relasi nyata serta mengasah kesetia-kawanan, peduli dan membangun persaudaraan.
Intinya, para peserta mengalami ‘experiential learning’ (belajar dari pengalaman langsung), yang tentunya sangat berguna untuk membangun karakter kepemimpinan dan siap menggerakan orang muda melalui aksi nyata.
Dibuka Deken NTB
Proses kaderisasi kepemimpinan ini diawali sambutan hangat dari OMK tuan rumah. Mereka mempersembahkan tarian selamat datang kepada seluruh peserta dan Tim Komisi Kepemudaan serta Fasilitator dengan tarian tradisional Donggo.
Setelah sambutan hangat dari panitia melalui tarian yang indah itu, dilanjutkan dengan acara pembukaan. Membuka acara ini diisi sapaan kasih dari Pastor Paroki Donggo dan Ketua Komisi Kepemudaan Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar.

Selaku tuan rumah, Pastor Paroki St. Yohanes Maria Vianey RD. Agustinus Bere Lau, yang mendukung penuh kegiatan ini, mengingatkan peserta bahwa sebagai orang muda harus selalu yakin dan percaya. Jiwa muda, katanya, nampak dalam kepercayaan diri.
“Jiwa muda harus nampak dalam kepercayaan diri. Jangan sampai loyo, karena kalau loyo bagaimana bisa menggerakkan orang lain. Penggerak harus memiliki semangat yang lebih, harus memiliki semangat ekstra. Jangan sampai orang muda tapi memiliki semangat tua. harapannya, pulang dari sini harus membawa nilai lebih dari sebelumnya,” tegasnya.
Menurut Romo Agus, Gereja tanpa OMK itu tinggal hitungan hari akan mati. Kalau orang muda tidak bergairah, itu berarti Gereja tunggu saatnya saja akan lenyap. Maka keberadaan OMK sangat menentukan Gereja tetap berdiri.

Romo Agus menegaskan, peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah orang-orang pilihan Tuhan Yesus sendiri untuk siap diutus mengembangkan Kerajaan Allah di mana saja. “Anda yang ikut dalam kegiatan ini adalah orang pilihan Tuhan Yesus, untuk mengembangkan Kerajaan Allah di manapun,” imbuhnya.
Sementara Ketua Komisi Kepemudaan Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar, RD. Rony Alfridus Bere Lelo, dalam sapaan kasihnya mengingatkan bahwa orang muda merupakan masa kini dan masa depan Gereja. Melalui Kaderisasi kepemimpinan OMK, para peserta akan dibekali dan membekali diri dalam proses bersama selama dua hari ini.

Romo Rony, mengapresiasi peserta yang telah merelakan waktunya di masa libur ini untuk datang jauh-jauh ke Donggo guna terlibat dalam keseluruhan proses kaderisasi. “Pengorbanan adalah salah satu nilai penting yang harus dihayati seorang pemimpin, dan kehadiran peserta di sini bagian dari pengahayatan nilai pengorbanan itu,” kata Ketua Komkep.
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Deken Dekenat Nusa Tenggara Barat (NTB) RD. Martinus Emanuel Ano.
Dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan, Rm. Eman, demikian akrab disapa, mengingatkan peserta pada tagline kaderisasi ini: Rasa, Guna, Aksi.

“Sebagai penggerak OMK, kamu telah merasakan menjadi pengurus OMK, kamu telah berguna dan siap untuk aksi bersama OMK mewujudkan OMK yang Solider dan Solider,” kata Deken.
Rm. Eman, demikian Deken biasa disapa, mengajak pengurus OMK harus menyala seperti dingatkan dalam perikop 1 Timotius 4:12 sebagai dasar biblis dari kegiatan ini. “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” (1 Tim 4:12).

“Sebagai motor penggerak OMK, kamu harus terus menyala, terus memanaskan mesin. Dan kaderisasi ini adalah cara Gereja melalui Komisi Kepemudaan Keuskupan Denpasar untuk menyalakan dan memanaskan mesin anda sebagai penggerak, biar pulang dari sini mesin pengerak yang kamu miliki langsung menggerakan orang muda yang lain sehingga gereja pun terus bergerak,” harap Deken.
Selanjutnya Deken NTB didampingi Ketua Komisi Kepemudaan dan Pastor Paroki Donggo, membuka kegiatan ini secara resmi dengan pemukulan gong.

Masih dalam rangkaian acara pembukaan, Elen, salah seorang Tim Kerja Komisi Kepemudaan Keuskupan Denpasar, menjelaskan tentang orientasi kegiatan yang dimulai dari acara pembukaan hingga selesai pada Jumat (20/3).
Selama kederisasi ini para peserta akan dibekali dan berproses bersama para fasilitator dengan materi-materi antara lain Who Am I; Spiritualitas Kepemimpinan OMK; OMK Solid Solider: Membangun Kerjasama dalam Tim; Peran Sosial OMK di Tengah Masyarakat; Managemen Program Terstruktur; dan Dinamika Kelompok (Digital Experiential Learning). Lalu ada evaluasi kegiatan dan sosialisasi JOMK 2026, serta ditutup dengan jalan salib dan misa penutup.
Fasilitator kegiatan ini antara lain Tim Kerja Komisi Kepemudaan, serta narasumber yang terdiri dari Vikjen Keuskupan Denpasar sekaligus Direktur Puspas RD. Herman Yoseph Babey, Deken NTB RD. M. Emanuel Ano, Ketua Komkep RD. Rony Alfridus Bere Lelo. *
Hironimus Adil



