LINTAS KOMISIPUSAT PASTORAL

Konten Kreator Gereja Berakar pada Injil

DENPASAR – “Anda semua adalah konten kreator Gereja. Sebagai konten kreator Gereja, Anda berakar pada Injil, berakar pada kabar gembira untuk membawa sukacita bagi orang lain. Ini yang membedakan Anda dengan konten kreator yang lain.”

Sekretaris Komisi Komsos KWI RD. Steven Lalu, mengatakan hal di atas ketika memaparkan materi Tata Kelola Media Sosial Gereja Katolik di hadapan peserta pelatihan Tata Kelola Media Sosial, Jumat (29/8) malam, di Catholic Center.

Kegiatan ini merupakan kerja sama Komisi Komsos Keuskupan Denpasar dengan Komisi Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Berlangsung selama tiga hari, Jumat – Minggu, 29 – 31 Agustus 2025.

Dalam kesempatan yang sama Rm. Steven, demikian biasa disapa, bagi Gereja media sosial bukan sekedar alat promosi kegiatan, melainkan altar digital tempat umat, khususnya orang muda Katolik (OMK) hadir, berdialog dan mencari harapan.

RD. Steven Lalu, saat memaparkan Tata Kelola Media Sosial Gereja Katolik

“Karena itu tata Kelola media sosial haruslah professional, transparan berakar pada iman,” harapnya.

Romo Steven, lantas menjelaskan prinsip-prinsip umum yang mesti diperhatikan sebagai seorang konten kreator Gereja.

Selain berakar pada Injil di mana setiap konten adalah perpanjangan tangan pewartaan kasih Kristus (Evangelii Nuntiandi no. 45), juga memperhatikan identitas dan konsistensi berupa penggunaan logo, warna, gaya Bahasa khas keuskupan agar umat mengenali wajah Gereja.

Prinsip berikutnya, menurut Rm, Steven, adalah etika dan professional. Maka hindari hoax, ujaran kebencian, sensaonalisme, serta selalu cek kebenaran informasi.

Prinsip lainnya adalah Sinodalitas, menjadikan media sosial sebagai wadah partisipasi seluruh umat, dan Akuntabilitas yaitu ada tata Kelola yang jelas seperti siapa yang merancang, menyunting, menyatujui dan menggugah.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Ketua Komsos Keuskupan Denpasar RD. Herman Yoseph Babey, mengingatkan bahwa para penggiat Komsos Paroki merupakan corong Gereja dalam mewartakan kabar gembira melalu platform media sosial yang sedang tren saat ini.

Romo Babey, juga mengajak peserta untuk tidak diam atau masa bodoh di dunia digital, sebaliknya jadilah influencer iman, bukan hanya mengikuti trend.

“Gunakan medsos untuk membangun, bukan merobohkan,” ajaknya.

RD. Herman Yoseph Babey: Pegiat Komsos menjadi corong pewartaan Gereja

Hari kedua kegiatan, peserta dibekali dengan materi-materi yang bersifat teknis. Sesi pertama hari pertama, Samuel Krismanto, Tim Komsos Keuskupan Denpasar, yang juga menjadi Tim Komsos KWI membagi materi tentang Tata Kolola Media Sosial. Dilanjutkan pemaparan tentang Manajemen Sosial Media oleh Fransicus Borgia Edgar, juga Tim Komsos KWI dan Komsos Keuskupan Agung Semarang.

Beberapa tips dalam Tata Kelola Media Sosial menurut Samuel Krismanto, dimulai dengan Tata Kelola Admin yaitu berupa: Perencanaan Konten, Pembuatan Draf, Persetujuan dan penjadwalan, Publikasi dan interaksi.

Berikutnya Tata Kelola Audience. Seorang konten kreator, harus tahu audiens yang ingin disasar. Jika audiensnya adalah anak-anak dan Remaja, maka konten yang tepat adalah edukasi iman, kreatif, ringan (cerita, animasi).

Peserta sedang mendengarkan pemaparan materi Samuel Krimanto tentang Tata Kelola Media Sosial

Untuk Keluarga – konten spiritualitas keluarga, tips mendidik anak secara iman Katolik, doa keluarga; bagi Lansia – konten doa devosi, renungan singkat, infoermasi kegiatan gereja yang mudah diakses; dan untuk masyarakat umum/wisatawan – konten budaya, kearifan lokal, jadwal misa berbahasa asing, informasi pariwisata Katolik.

Lalu perlu perhatikan Tata Kelola Segmentasi: (1) Inspiratif dan Edukasi; (2) Liturgi dan Sakramen; (3) Interaktif; (4) Komunitas; (4) Budaya dan kearifan lokal.

Samuel juga menjelaskan tentang Tata Kelola Platform. Setiap platform Medsos (FB, IG, Youtube, Tiktok, WhatsApp, Website), katanya, masing-masing memiliki target, konten utama dan tata kelola postingan, bahasa yang digunakan, dan sebagainya.

Sementara Borgia Edgar, memaparkan tentang Manajemen Sosial Media. Dalam materinya, Edgar berbagi tips strategi dalam memanage sosial media keuskupan. Dimulai dari Rencana Konten, Bahasa Komunikasi, Visual Kreatif, Interaktif, Distribusi sesuai Platform, Managemen Krisis dan Eavaluasi Berkala.

Edgar, salah seorang Narasumber dari Tim Komsos KWI, sedang interaktif dengan peserta mengenai Manajemen Sosial Media

Dalam mengelola sosial media paroki, tidak bisa hanya satu atau dua orang yang menangani, tetap perlu tim dengan pembagian peran yang jelas.

Hari kedua ini, Tim Kerja Komsos Keuskupan Denpasar juga tampil untuk menyampaikan hal-hal teknis sekaligus ajakan kepada para pegiat Komsos Paroki Se-Keuskupan Denpasar itu, untuk kolaborasi dalam mengelola sosial media yang dimiliki keuskupan ini.

Saat diskusi perencanaan konten

Redaktur website keuskupandenpasar.net (portal berita keuskupan) membagi tips menulis berita untuk web keuskupan dan mengajak peserta untuk aktif meliput setiap peristiwa atau kegiatan di paroki masing dan mengirimkan beritanya ke keuskupandenpasar.net

Dyandra, Tim Komsos Keuskupan lainnya, mengajak peserta untuk kolaborasi dalam mengelola sosial media yang dimiliki Keuskupan Denpasar saat ini agar semakin banyak konten yang diproduksi terwartakab sampai kepada umat.

 

Peserta pelatihan antusias bertanya

Sementara Kristin Herman, Sekretaris Komsos Keuskupan Denpasar, mempresentasekan tentang Siaran Mimbar Agama Katolik di TVRI Denpasar (maupun TVRI Mataram), yang juga membutuhan partisipasi dari pegiat Komsos Paroki untuk mengisi.

Dalam kesempatan ini, Kristin, memberikan tips sederhana bagaimana mengisi acara mimbar di TVRI, baik persiapan maupun materi mimbar, kesiapan host dan narasumber.

Presentasi hasil karya dari satu kelompok

Hari kedua, para peserta juga diajak untuk praktek membuat konten dengan membagi peserta dalam kelompok. Praktek membuat konten ini dipandu Edgar dan Samuel Krismanto dari Tim Komsos KWI. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button