Peringatan HPS 2026 di Paroki Mataram, Ajak Umat Dengarkan Suara Bumi dan Dorong untuk Menanam

MATARAM – Paroki Santa Maria Immaculata Mataram memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) Tahun 2026, melalui rangkaian kegiatan yang mengedepankan rasa syukur, edukasi pertanian, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Mengusung tema “Sinodalitas: Mendengarkan Suara Bumi dan Penghuninya”, kegiatan ini hendak mengajak umat untuk semakin peka terhadap kebutuhan bumi dan sesama serta mengambil bagian dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki Mataram ini, berlangsungMinggu, 18 Oktober 2026, bertempat di Aula Lantai 1 paroki itu. Rangkaian kegiatan meliputi Misa Syukur, sosialisasi cara menanam dan merawat bibit tanaman, bazar makanan, serta pembagian bibit tanaman kepada umat.

Perayaan diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin oleh RD. Patrisius Woda Fodhi Trisno. Melalui perayaan Ekaristi, umat diajak untuk mensyukuri pangan sebagai anugerah Tuhan sekaligus menyadari tanggung jawab bersama dalam merawat alam ciptaan dan menggunakan sumber daya secara bijaksana.
Setelah Misa Syukur, dilanjutkan dengan sosialisasi cara menanam dan merawat bibit tanaman yang dibawakan oleh Bapak Nyoman Mulyana. Sekitar 50 orang mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. Dalam pemaparannya, ditekankan pentingnya memahami cara menanam yang baik dan benar agar tanaman dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik.

“Menanam juga membutuhkan kesabaran. Tanaman memerlukan waktu, perhatian, dan perawatan yang berkelanjutan agar dapat tumbuh serta memberikan manfaat,” ungkap Nyoman Mulyana.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa upaya mendukung ketahanan pangan tidak cukup berhenti pada pembagian bibit, tetapi perlu dilanjutkan dengan komitmen untuk menanam dan merawatnya.
Ketua Seksi PSE Paroki Mataram, Maria Frederika, yang lebih dikenal dengan sapaan Ibu Dice, berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi banyak orang, khususnya umat Paroki Mataram, dalam memahami pentingnya memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam tanaman. Harapan tersebut sejalan dengan semangat Hari Pangan Sedunia, yakni mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan melalui tindakan nyata.
“Pemanfaatan lahan di sekitar rumah untuk menanam tanaman produktif dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam mendukung kebutuhan keluarga sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan,” kata ibu Dice.
Sebagai bentuk tindak lanjut, panitia membagikan bibit tanaman kepada sekitar 120 penerima. Bibit yang dibagikan meliputi alpukat, kelor, pete, sirsak, bougenvile, tabebuya, pucuk merah, daun salam, kemiri, nangka, dan jambu bol. Beragam jenis tanaman itu diharapkan dapat dirawat dan dikembangkan oleh para penerima sesuai dengan kondisi lahan masing-masing.

Selain sosialisasi dan pembagian bibit, bazar makanan turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Bazar ini menambah suasana kebersamaan sekaligus menjadi kesempatan bagi umat untuk berpartisipasi dalam perayaan yang berfokus pada pangan dan kehidupan.
Terkait dengan tema “Sinodalitas: Mendengarkan Suara Bumi dan Penghuninya” sejatinya ingin menyadarkan umat untuk tidak hanya memandang bumi sebagai sumber pemenuhan kebutuhan, tetapi juga sebagai ciptaan Tuhan yang harus dijaga. Mendengarkan suara bumi berarti menyadari pentingnya merawat tanah, menjaga lingkungan, menghargai hasil panen, dan menggunakan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Sementara itu, mendengarkan suara sesama berarti menumbuhkan kepekaan terhadap mereka yang masih mengalami kesulitan memperoleh pangan yang layak.
Semangat ini juga sejalan dengan tema internasional Hari Pangan Sedunia yang diusung FAO, yaitu “Innovate today. Nourish tomorrow.” atau “Inovasi Masa Kini, Ketahanan Pangan Nanti”. Kedua tema tersebut mengingatkan pentingnya langkah nyata dan berkelanjutan dalam menjaga ketersediaan pangan bagi generasi sekarang maupun mendatang.

Melalui peringatan Hari Pangan Sedunia Tahun 2026, Paroki Santa Maria Immaculata Mataram berharap kesadaran untuk menanam, merawat lingkungan, menghargai pangan, dan berbagi dengan sesama semakin tumbuh dalam kehidupan umat. Kepedulian tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti memanfaatkan lahan yang tersedia, merawat bibit dengan tekun, dan menghindari pemborosan makanan.
Dengan semangat sinodalitas, umat diajak untuk berjalan bersama, mendengarkan suara bumi dan penghuninya, serta mewujudkan iman melalui tindakan nyata dalam merawat kehidupan.*
Penulis: Kanis Umbu-Ketua Komsos Paroki Mataram
Editor: Hiro/KomsosKD



