ZIARAH ROHANI KBG SANTA MARIA MAGDALENA
PERJALANAN IMAN MENUJU KEDALAMAN DOA DI GOA MARIA AIR SANIH

Goa Maria Air Sanih, Singaraja – 26 Oktober 2025
Pagi yang masih gelap di kawasan parkir Tamam Makam Mumbul menjadi saksi awal dari sebuah perjalanan iman yang penuh makna. Sejak pukul 05.00 WITA, halaman parkir mulai ramai oleh umat dari Kelompok Basis Gereja (KBG) Santa Maria Magdalena, Lingkungan Rosa Mystika, yang dengan semangat dan sukacita bersiap mengikuti ziarah rohani ke Goa Maria Air Sanih, Singaraja.

Sebanyak 69 umat turut serta dalam kegiatan rohani ini. Mereka berangkat menggunakan dua bus besar, membawa serta semangat doa, kebersamaan, dan rasa rindu akan perjumpaan dengan Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria. Tepat pukul 06.00 WITA, kedua bus mulai bergerak meninggalkan halaman parkir, diawali dengan doa pembuka dan berkat perjalanan. Suasana penuh semangat terasa di dalam bus. Lagu-lagu rohani dan doa rosario menggema sepanjang jalan, mengiringi perjalanan panjang menuju Bali Utara.

Melewati jalur pegunungan yang sejuk dan indah, rombongan akhirnya tiba di Goa Maria Air Sanih pada pukul 09.30 WITA. Hembusan angin laut utara dan kesejukan pepohonan di sekitar area ziarah menyambut kedatangan umat. Tempat suci yang dikenal dengan suasananya yang damai ini menjadi tujuan utama bagi umat Katolik dari berbagai wilayah di Keuskupan Denpasar untuk berdoa dan mempersembahkan intensi pribadi mereka kepada Tuhan melalui Bunda Maria.
Langkah Iman Dimulai dengan Jalan Salib
Setibanya di lokasi, kegiatan ziarah dimulai dengan Doa Jalan Salib, sebuah tradisi yang mengajak umat merenungkan penderitaan Yesus Kristus di jalan menuju salib. Dengan khidmat, umat berjalan dari satu perhentian ke perhentian berikutnya.

Langkah demi langkah dijalani dengan kesadaran batin yang mendalam. Dalam keheningan, umat merenungkan penderitaan Kristus dan menyadari bahwa dalam setiap salib kehidupan, Tuhan hadir untuk menyertai dan menguatkan.
Doa Rosario di Bawah Naungan Bunda Maria
Setelah Doa Jalan Salib, seluruh rombongan berkumpul di depan patung Bunda Maria yang berdiri anggun di taman doa Goa Maria Air Sanih. Di tempat suci itu, umat bersama-sama melanjutkan dengan Doa Rosario bersama, mendaraskan doa Salam Maria dengan penuh penghayatan.
Dalam doa itu, umat merenungkan lima peristiwa mulia sambil mengucap syukur atas berkat hidup dan memohon perlindungan Bunda Maria bagi keluarga, lingkungan, serta paroki. Doa dan lagu-lagu Maria yang dilantunkan dengan lembut menyatu dengan semilir angin dan kicau burung, menciptakan suasana hening dan damai.

Setiap butir rosario yang berpindah dari jari ke jari terasa bermakna. Di balik kesederhanaannya, ada kerinduan umat untuk mempersembahkan seluruh hidup kepada Tuhan, dan menemukan kedamaian batin dalam doa bersama ini.
Puncak Ziarah: Misa Kudus Bersama Romo Klement, CDD
Puncak kegiatan ziarah rohani ini adalah Perayaan Ekaristi Kudus yang dimulai tepat pukul 11.00 WITA, dipimpin oleh Romo Klement, CDD. Suasana Goa Maria Air Sanih saat itu menjadi semakin hidup karena misa kudus juga dihadiri oleh umat setempat dan para peziarah dari berbagai daerah.
Dalam homilinya, Romo Klement menyampaikan pesan mendalam tentang makna ziarah dan perjalanan iman.

“Ziarah bukan sekadar perjalanan jasmani menuju tempat suci, melainkan perjalanan rohani menuju hati yang baru. Dalam ziarah, kita belajar untuk bersyukur, bersabar, dan percaya bahwa Tuhan selalu menyertai langkah hidup kita,” ujar Romo Klement.
Beliau juga menekankan pentingnya devosi kepada Bunda Maria. Melalui doa Rosario dan permenungan di tempat suci, umat diajak untuk meneladani ketaatan dan kesetiaan Bunda Maria yang selalu berkata “ya” kepada kehendak Allah.
Makan Siang Bersama: Simbol Persaudaraan Sejati
Setelah misa, kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama di area selasar Goa Maria. Sederhana namun penuh makna, makan siang ini menjadi wujud nyata persaudaraan dalam iman. Umat duduk bersama di bawah pepohonan rindang, berbagi cerita, tawa, dan rasa syukur atas perjalanan yang telah mereka jalani sejak pagi.
Beberapa umat juga menyempatkan diri menyalakan lilin dan menulis intensi pribadi di depan patung Bunda Maria sebelum meninggalkan lokasi, sebagai tanda persembahan dan ungkapan syukur atas berkat yang mereka terima.
Kebersamaan yang Menumbuhkan Iman
Ziarah rohani ini tidak hanya menjadi perjalanan menuju tempat suci, tetapi juga menjadi sarana pembaruan iman dan persaudaraan di antara anggota KBG Santa Maria Magdalena. Di tengah kesibukan hidup sehari-hari, kegiatan seperti ini memberikan kesempatan bagi umat untuk berhenti sejenak, merenung, dan merasakan kembali kehadiran Tuhan dalam keheningan doa.
Pulang dengan Hati yang Diperbarui
Menjelang sore, rombongan bersiap untuk kembali ke Nusa Dua. Sebelum berangkat, mereka bersama-sama mengucap doa penutup, memohon agar Tuhan menyertai perjalanan pulang dan menjaga setiap umat dalam lindungan kasih-Nya.
Sepanjang perjalanan pulang, bus dipenuhi canda tawa dan lagu-lagu pujian. Namun di balik keceriaan itu, setiap peserta membawa pulang sesuatu yang lebih mendalam — kedamaian hati, pengharapan baru, dan iman yang diperbarui.
Ziarah ke Goa Maria Air Sanih ini menjadi pengalaman spiritual yang meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Mereka tidak hanya pulang dengan kenangan indah, tetapi juga dengan tekad untuk semakin setia dalam iman dan pelayanan.

Sebagaimana semangat hidup KBG Santa Maria Magdalena: “Hidup dalam Kasih dan Pelayanan”, perjalanan ini menjadi wujud nyata dari kasih itu — kasih yang diwujudkan dalam doa, kebersamaan, dan pengabdian kepada Tuhan serta sesama.
Ketika bus perlahan meninggalkan Singaraja dan kembali menuruni jalur pegunungan menuju Nusa Dua, langit sore seolah menyelimuti perjalanan itu dengan berkat. Hati setiap peserta dipenuhi syukur — karena di setiap langkah ziarah, mereka menemukan Tuhan yang selalu setia berjalan bersama./kris



