LINTAS PAROKI

Satu Kali Perayaan, Umat Membludak Padati Misa Rabu Abu di Paroki Ampenan

AMPENAN – Umat Katolik di seluruh dunia memasuki masa Prapaskah yang diawali dengan penerimaan abu di dahi sebagai tanda pertobatan, pada Rabu, 18 Februari 2026.

Suasana khidmat itu juga tampak di Paroki St. Antonius Padua Ampenan, yang pada Rabu, 18 Februari 2026, tepat pukul 18.00 WITA, melaksanakan Misa Rabu Abu dengan partisipasi umat yang membludak.

Sejak sore hari, umat berduyun-duyun memadati bangku gereja, baik di dalam Gereja maupun di area luar yang telah disiapkan di bawah terop. Karena perayaan misa hanya dilaksanakan satu kali, jumlah umat yang hadir membludak jauh melebihi kapasitas ruang gereja.

Persiapan intensif telah dilakukan sejak siang hari. Seksi perlengkapan, dibantu oleh Orang Muda Katolik (OMK), bekerja keras mengangkat kursi dari gudang untuk ditata di area luar serta memasang lampu penerangan di bawah terop demi menunjang kenyamanan umat selama perayaan berlangsung.

Tak ketinggalan, seksi komunikasi sosial turut mempersiapkan perangkat siaran langsung melalui kanal YouTube paroki serta memasang layar televisi di area luar gereja agar umat yang berada di bawah tenda tetap dapat mengikuti jalannya liturgi dengan khusyuk.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pater Iron SVD dan didampingi oleh Pater Kristo SVD, Pastor Paroki dan Pastor Rekan paroki itu.

Dalam homilinya, Pater Iron mengajak umat merenungkan makna mendalam Rabu Abu sebagai kesadaran akan kefanaan manusia.

“Dalam Rabu Abu ini kita diajak menyadari eksistensi kefanaan manusia. Ungkapan ‘dari debu kembali menjadi debu’ menegaskan bahwa manusia terbatas dan rapuh di hadapan Allah. Kita diajak berani membebaskan diri dari kelekatan pada hal-hal duniawi—harta, kekayaan, dan kedudukan—yang semuanya tidak kekal, serta kembali kepada hakikat sejati, yakni ketergantungan kepada Sang Pencipta,” ungkapnya.

Setelah homili, perayaan dilanjutkan dengan pemberkatan abu yang kemudian dioleskan di dahi umat.

Umat maju satu per satu menerima tanda abu sebagai lambang pertobatan, seraya mendengar seruan, “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.” Sejumlah suster turut membantu dalam pelayanan pengolesan abu kepada umat.

Perayaan itu semarak dengan iringan koor OMK Ampenan yang mempersembahkan paduan suara yang indah. Setelah ritus penerimaan abu, liturgi dilanjutkan dengan persembahan, perjamuan Ekaristi, hingga berkat penutup.

Misa Rabu Abu di Paroki Ampenan menjadi penanda dimulainya perjalanan rohani umat memasuki masa Prapaskah—masa refleksi, pertobatan, dan pembaruan iman menuju perayaan Paskah.

Penulis: Anthony Laziale-Komsos Ampenan
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button