LINTAS PAROKI

Puja Mandala Terima Kunjungan Pendeta Angela Heidel dari Jerman

NUSA DUA – Ketua Seksi Hubungan Antar Kepercayaan (HAK) Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua, Rotman Naibaho, bersama dengan pemuka agama dari Paguyuban Puja Mandala menerima Pendeta Angela Heidel dari Freiburg Evangelische Kirche, Jerman, Senin (08/09/2025).

Dalam kunjungannya tersebut, Pendeta Angela hendak melihat secara langsung lima tempat beribadah lintas agama di Puja Mandala. Perjumpaan dibuka dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pendeta Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB), I Nengah Suama.

uasana pertemuan: Para tokoh agama di Puja Mandala saat bertemu dengan Pendeta Angela

Setelah doa dilanjutkan pemaparan mengenai kerukunan umat beragama di Bali, khususnya di Kompleks Puja Mandala, yang dipaparkan oleh Ketua Paguyuban Puja Mandala, Wayan Solo.

“Saya perkenalkan, area ini adalah kompleks rumah ibadat. Namanya Puja Mandala. Puja artinya sikap, bakti kepada Tuhan. Mandala artinya area. Berbicara keadaan Puja Mandala sudah merupakan satu informasi mendunia, hal ini terbukti sudah ada beberapa kunjungan lintas agama perwakilan,” kata Solo ketika memperkenalkan Kompleks Puja Mandala kepada Pendeta Angela.

Solo juga menyebut, Kompleks Puja Mandala menjadi satu-satunya tempat jajaran rumah ibadah di satu halaman. Di area yang tidak luas tersebut, kelima agama dapat membangun harmonisasi tanpa adanya benturan atau gesekan, bahkan Puja Mandala telah dijadikan Kampung Moderasi Beragama oleh Kementerian Agama.

Wayan Solo (Pimpinan Puja Mandala-kedua dari kanan) saat memaparkan tentang Puja Mandala di hadapan Pdt. Angel (ketiga dari kiri)

“Di Bali, kerukunan antar-umat ini mencapai 96 persen. Kunci kita bangun kerukunan dan kedamaian adalah komunikasi dan koordinasi. Contoh nyata, kemarin hari Minggu, di bukit doa jelas ada satu aktivitas. Di sebelah kiri, hanya tembok, umat Hindu menyelenggarakan upacara besar, tahunan. Jadi ramainya lumayan, tetapi setelah kita komunikasi, di sini mengalah dan di sini mengatur. Inilah harmonisasi,” jelas Solo.

Sedikit mengulas ke belakang, Solo menjelaskan peletakkan batu pertama kompleks Puja Mandala adalah pada tanggal 20 Oktober 1994 oleh Wakil Gubernur Bali, Ahim Abdurahim. Setelahnya, pada 20 Desember 1997, operasional Puja Mandala diresmikan oleh Tarmizi Taher, Menteri Agama yang menjabat pada masa tersebut. Di antara kelima agama, Solo melihat pura dibangun paling belakang.

 

“Karena urgensinya, kepentingannya beda dengan umat lain. Sebagai umat lokal, di masing-masing rumah itu sudah ada tempat persembahyangan. Walaupun pura paling belakang, umat Hindu tidak terbelakang,” ungkapnya.

Dari panjangnya perjalanan Puja Mandala tersebut, tidak pernah ada konflik atau perbedaan pendapat antara masing-masing agama. Hal tersebut, menurut Solo, menjadi contoh bahwa lima agama dapat hidup bersama dengan harmoni, bahkan menjelma menjadi objek yang kerap dikunjungi wisatawan.

Sementara itu, Pendeta Angela merasa terkejut sekaligus senang dengan kerukunan antar-umat beragama yang tercipta di Kompleks Puja Mandala. Dia melihat bahwa ternyata memungkinkan bagi agama untuk tidak saling menyerang, serta hidup berdampingan, bekerja sama, dan saling menghormati.

“Hal ini akan saya bawa kembali ke Jerman sebagai kesan yang sangat besar, terlebih lagi keramahan orang-orang di sini yang menjelaskan, menunjukkan kepada kami, dan tentu saja bertemu dengan saudara-saudari Kristen kami, serta dijamu dengan begitu baik,” kata Pendeta Angela.

Pendeta Angela berharap, tempat-tempat seperti Kompleks Puja Mandala banyak bermunculan di dunia. Dia juga menganggap Puja Mandala sebagai tempat yang benar-benar layak untuk dikunjungi.

Kemudian kunjungan dilanjutkan dengan mengunjungi tempat-tempat ibadah mulai dari timur, yakni Pura Jagatnatha, GKPB Jemaat Bukit Dua, Vihara Buddha Guna, Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa, dan Masjid Agung Ibnu Batutah. Kunjungan diakhiri dengan makan siang bersama.*

Penulis :

Sandra Gisela
Editor : Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button