LINTAS PERISTIWA

Kisah Dua Imam Baru Menapaki Panggilan

Dua imam baru yang ditahbiskan pekan ini di Paroki St. Antonius Ampenan, RD. Firgianus Botu dan RP. Fabrisio Olie Valdo, SVD, mengisahkan perjalanan mereka menapaki panggilan hingga ditahbiskan menjadi imam.

RD. Firgi berbagi cerita di depan podium dalam gereja, sesaat sebelum misa berakhir. Sementara RP. Valdo, membagi kisahnya saat acara resepsi syukuran di panggung acara.

“Kami menyadari, jika kami sampai pada titik ini (ditahbiskan menjadi imam-red), itu bukan karena kekuatan kami sendiri tetapi karena kekuatan dan kemurahan Tuhan,” ungkap RD. Firgi.

Moto tahbisan yang diambil oleh keduanya, menurut RD. Firgi, lahir dari kesadaran bahwa Tuhan terus bekerja dan menolong mereka dalam melewati perjalanan menjadi imam.

Adapun moto tahbisan yang diambil RD. Firgianus Botu yaitu “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu” (Yohanes 15: 16). Sedangkan RP. Fabrisio Olie Valdo, SVD, mengusung moto “Ya Allah, lepaskan aku, Tuhan, segeralah menolong aku (Mazmur 70:2).

RD. Firgi mengungkapkan, “Kami sungguh menyadari Tuhan bekerja dan menolong kami dengan caraNya yang ajaib dan penuh misteri. Jika saat ini ada air mata yang menetes, sesungguhnya air mata syukur karena hari yang kami tunggu selama ini telah tergenapi.”

RD. Firgi, kemudian menceritakan awal perjalanan panggilannya ketika dia diterima di Seminari Menengah Tuka. Baru berapa bulan setelah menjadi siswa seminari, mereka diajak untuk live in panggilan di Ampenan.

RD. Firgianus Botu

Dia live ini di rumah salah satu keluarga yang sangat baik. Waktu itu dia masih malu-malu sehingga tidak banyak bicara dan cukup terkesan dengan kebaikan keluarga barunya itu.

“Jika awal panggilan itu saya mulai dari Ampenan ini, ternyata hari ini, di sini juga saya ditahbiskan menjadi imam. Ini sebuah misteri Tuhan yang tidak pernah terpikirkan,” ungkapnya seraya bersyukur atas rahmat Tuhan yang diterimanya.

RD. Firgi dan RP. Valdo, menyadari perjalanan panggilan mereka panjang dan mengalami tantangan dan jatuh bangun. Tetapi berkat dukungan dan doa keluarga dan seluruh pihak mereka bisa sampai pada titik ini. Mereka juga memohon dukungan dan doa yang tidak pernah berhenti untuk panggilan suci mereka.

“Kami tahu, jalan ini panjang. Kami lalui jalan panggilan sejak dari pendidikan Seminari Menengah hingga ditahbiskan dengan air mata, tetapi kami jalani demi janji Tuhan yang tergenapi hari ini. Kami selalu minta doa,” pungkas RD. Firgi

Sama seperti rekannya, RP. Valdo, SVD juga menceritakan perjalanan panggilannya. “Perjalanan panggilan kami bukan jalan yang singkat,” katanya.

RP. Fabrisio Olie Valdo,SVD

Menurut RP. Valdo, dia masuk Seminari Menengah (setingkat SMA) di Mertoyudan tahun 2012. Pater Valdo bercerita, “Saya melaluinya dengan proses jatuh bangun dan tantangan serta kesulitan. Namun karena kemurahan Tuhan akhirnya sampai pada hari ini.”

“Kami memasuki babak baru dalam pelayan. Ini bukanlah sebuah prestasi tapi pelayanan. Doakan kami selalu dan kami juga mengundang banyak kaum muda untuk berani mengikuti panggilan Tuhan,” tutup RP Valdo.

Biodata Singkat

RD. Firgianus Botu, lahir di Waepana, 24 September 1995. Merupakan anak ke-3 dari 7 bersaudara, buah cinta pasangan Bapak Eliseus Kerong dan Ibu Maria Imakulata Tey.

Setelah menamatkan SDI Lengkosambi (2003-2009) dan SMPN Satap Satu Riung (2009-2012), dia memutuskan masuk Kelas Persiapan Bawah (KPB) Seminari Menengah Roh Kudus Tuka, 2012-2013. Selanjutnya sampai tamat di Seminari yang sama tahun 2016.

Kedua imam baru dengan mengenakan Kasula Imam berada di altar sesat setelah mendapat rahmat Tahbisan dari Uskup Denpasar

Setamat SMA Seminari Tuka, RD. Firgi kemudian masuk Tahun Orientasi Rohani (TOR) San Giovanni XXIII Lawang-Jatim, lalu melanjutkan Pendidikan Seminari Tinggi hingga selesai program Magister STFT Widya Sasana Malang (2017-2025).

Masa TOP dijalani di Seminari Menengah Tuka dan Paroki Roh Kudus Babakan (2021-2023). Tahbisan Diakon di Gereja Katedral Malang 1 Mei 2025, lalu menjalankan praktek Diakonat di Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar sejak Juli 2025 ,sampai ditahbiskan 21 Oktober 2025 di Paroki Ampenan.

Berkat dan doa restu dari kedua orang tua masing-masing

Sementara itu RP. Fabrisio Olie Valdo, SVD, anak ke-2 dari 2 bersaudara, buah kasih pasangan Bapak Lambertus Soba dan Ibu Katarina Sang Ayu Jineng Pariani.

Kelahiran Ampenan-Lombok, 16 Februari 1997, melewati masa SD (2003-2009) dan SMP (2009-2012) di tanah kelahirannya, yakni SDK dan SMPK St. Antonius Ampenan.

Kedua imam baru memberikan berkat khusus kepada keluarga inti masing-masing

Untuk memenuhi panggilannya dia masuk Seminari Menengah Mertoyudan (2012-2016), kemudian menjalani Novisiat di Biara Roh Kudus SVD di Batu, Malang. Lalu mengikuti Pendidikan Seminari Tinggi hingga selesai program Magister di STFT Widya Sasana Malang, Jawa Timur (2018-2015).

Pater Valdo, melewati Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Paroki Yohanes Penginjil Linggah Melape, Keuskupan Agung Samarinda, Kalimantan Timur.

Kedua Imam baru berserta keluarga masing-masing berfoto bersama Bapak Uskup

Lalu, menjalankan praktek Diakonat di Paroki St. Alfonsus Rodriquez Pademangan, Jakarta Utara dan bersama RD. Firgi ditahbiskan di tanah kelahirannya di Ampenan, 21 Oktober 2025, oleh Mgr. Silvester San, Uskup Denpasar. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button