Misa Acies Legio Maria Kuria Ratu Para Rasul – Denpasar

DENPASAR – Legio Maria Kuria Ratu Para Rasul, Denpasar mengadakan misa Acies di Gereja Katedral Denpasar, Sabtu, 21 Maret 2026. Misa dipimpin oleh RD Adianto Paulus Harun selaku Pemimpin Rohani Kuria, dan diiringi koor oleh para Legioner Senior dan Junior dari Paroki Santo Petrus Denpasar.
Selaku tuan rumah adalah tiga Presidium Senior yang ada di Paroki Katedral, yaitu Presidium Stella Maris, Maria Ratu Segala Hati, dan Maria Bunda Segala Bangsa. Seluruh panitia acara ini adalah para legioner kaum muda dan junior.
Misa Acies diikuti oleh 280 orang Legioner yang terdiri dari 197 orang anggota Presidium Senior dan Kaum Muda, serta 83 anggota Presidium Junior yang berasal dari tujuh Paroki yaitu Paroki Katedral, FX Kuta, Nusa Dua, Pecatu, Monang Maning-Denpasar, Ubung-Denpasar, dan Gianyar.
Misa Acies adalah pertemuan tahunan utama bagi anggota Legio Maria untuk memperbarui janji kesetiaan kepada Bunda Maria yang adalah Panglima Legio. “Acies” berasal dari bahasa Latin yang berarti “pasukan yang siap bertempur,” melambangkan komitmen legioner dalam pertempuran rohani dalam karya kerasulan selama satu tahun ke depan.
Acara dimulai dengan perarakan tandu Bunda Maria, diikuti vandel-vandel Kuria dan Presidium, pemimpin doa, Romo, para Suster, serta seluruh Legioner diringi lagu Ave – Ave Maria dan doa rosario, yang kemudian dilanjutkan dengan Misa.

Romo Adi dalam homilinya mengatakan bahwa pertanyaan Bunda Maria: “Bagaimana hal ini mungkin terjadi” seringkali juga menjadi pertanyaan kita semua dalam menjawab panggilan Tuhan atas tugas pelayanan dan menjadi seorang Legioner.
“Ada keraguan yang disebabkan oleh kesibukan atau merasa tidak layak atau tidak mampu. Akan tetapi, ada satu kekuatan yang kita miliki, yaitu iman akan Allah, bagi-Nya tidak ada suatu pun yang mustahil. Bersama Bunda Maria kita kita dapat menjawab panggilan Tuhan dengan penuh iman dan ketaatan mengatakan: ‘Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu’,” ungkap Pastor Paroki MBSB Nusa Dua itu.

Setelah homili, diawali oleh Romo dan para suster, berdua-dua para legioner maju untuk mengucapkan janji penyerahan diri kepada Bunda Maria sambil memegang Vexillum Legionis: “Aku adalah milikmu ya Ratu dan Bundaku, dan segala milikku adalah kepunyaanmu.”
Misa kembali dilanjutkan dengan Sakramen Ekaristi, sebelum berkat penutup ada beberapa sambutan.

Katarina Sriyani, Ketua Kuria Ratu Para Rasul Denpasar, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Romo Adi, para panitia dan tuan rumah.
Ia mengatakan bahwa setiap tahun Legio Maria mengadakan Misa Acies yang dibuka dengan lagu Datanglah Roh Maha Kudus yang merupakan energi untuk satu tahun ke depan. Harapannya agar seluruh Legioner Maria semakin bertumbuh dalam iman.

Selain itu juga, Kuria Ratu Para Rasul – Denpasar diharapkan dapat semakin berkembang lebih baik lagi. Saat ini sudah ada Pra-Kuria Junior Maria Bunda Pengharapan yang sedang menunggu pengesahan dari Senatus Malang.
Ketua BPI DPP Paroki Katedral, Ursula Sadi, dalam sambutannya menyebutkan metafora: “Tariklah sehelai saja dari jaring laba-laba itu, maka rusaklah semua.” Ungkapan itu untuk menggambarkan kesatuan, kedisipilinan, dan pentingnya persaudaraan dalam Legio Maria. Setiap anggota dianggap sebagai sehelai benang yang membentuk jaring, dan memiliki peran yang penting dalam struktur organisasi dan kerasulan.

Romo Adianto Harun, dalam sambutannya, mengungkapkan harapannya bagi setiap Legioner dan secara khusus kepada yang masih Junior agar dapat terus berjuang untuk setia sampai akhir.
“Selain itu juga agar selalu melaksanakan tugas kerasulan dengan lebih baik walaupun dalam segala keterbatasan, karena Tuhan telah memilih kita bukan karena kita hebat, tetapi karena Dia akan memampukan dan selalu menyertai kita untuk melaksanakan kehendak-Nya,” imbuh Rm. Adi.
Saat ditemui setelah Misa Acies berakhir, William Antonio Neve Correia yang merupakan Ketua Panitia mengatakan, “Melalui perayaan Acies ini, saya diingatkan kembali akan pentingnya kerendahan hati, ketaatan, dan kesetiaan dalam menjalankan tugas sebagai anggota Legio Maria. Semoga semangat pengabdian kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria terus hidup dalam diri kita, sehingga kita mampu menjadi saksi kasih Kristus di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat. Semangat terus para Legioner Kuria Ratu Ratu Para Rasul – Denpasar, Sekali Legioner Sampai Mati Tetap Legioner!”

Setelah makan siang bersama, acara dilanjutkan dengan Rapat Kuria di ruangan St. Petrus dan Paulus Katedral. Laporan Tahunan dibawakan oleh Presidum Bunda Penolong Abadi – Paroki FX Kuta.
Kemudian dilanjutkan dengan pengesahan para Perwira baru dari Presidium Maria Ratu Segala Hati – Katedral, Maria Imakulata -Ubung, dan Ratu Para Saksi Iman – FX Kuta, oleh Romo Adianto.
Saat pembahasan soal lain-lain, Ketua Kuria menjelaskan Senatus Malang melihat perkembangan yang pesat pada dua Kuria Legio Maria yang ada di Bali, sehingga akan dibentuk Komisium yang merupakan gabungan beberapa Kuria yang berada di Bali, Lombok, dan Sumbawa.
Sebagai langkah awal akan dilakukan pembinaan para Perwira Presidium Senior, Kaum Muda, dan Junior di bulan Juni atau Juli 2026.

Selain itu, akan diadakan Camping Rohani bagi Legioner kaum muda dan junior pada tanggal 4-5 Juli 2026 di Rumah Khalwat – Tegal Jaya, dengan tujuan agar anak-anak dibekali dengan iman yang kuat sekaligus rekreasi yang dapat menggalang keakraban dan persaudaraan antar legioner.
Rapat ditutup dengan doa untuk memohon beatifikasi Hamba Allah Frank Duff dan berkat dari Romo Adi.
Penulis: Made Shinta – Sekretaris 1 Kuria Ratu Para Rasul Denpasar.
Editor: Hiro/KomsosKD



