LINTAS PERISTIWA

Ikrarkan Janji Setia di Gereja Katedral, Peserta SOMA Sah Sebagai Pendamping Sekami

DENPASAR – Keuskupan Denpasar kini menambah 46 Pendamping Sekami. Para pendamping ini adalah mereka yang mengikuti SOMA yang dilaksanakan Komisi KKI Keuskupan Denpasar, di Griya Pastoral (Catholic Centre) selama tiga hari, 9 – 11 Mei 2025.

Peserta SOMA kali ini adalah calon Pendamping Sekami yang datang dari paroki di Pulau Lombok dan sebagian Paroki di Pulau Bali.

Mereka telah sah menjadi Animator-Animatris Misioner di paroki masing-masing atau dimana pun mereka berada, setelah mengucapkan janji setia di hadapan Tuhan dan dilantik oleh Direktur KKI Keuskupan Denpasar RD. Herman Yoseph Babey, pada Misa kedua pukul 09.00, di Gereja Roh Kudus Katedral, Minggu (11/5/2025).

Selama dua hari para calon pendamping Sekami itu mendapatkan pembekalan animasi dan formasi misioner melalui SOMA Dasar yang diberikan RD. Herman Yoseph Babey bersama Tim KKI Keuskupan Denpasar.

Upacara pelantikan yang didahului dengan pengucapan janji setia Animator-Animatris Misoner itu sengaja dilakukan di Gereja Roh Kudus, karena bertepatan dengan Minggu Paskah ke-4, yang oleh Gereja ditetapkan sebagai Minggu Doa Sedunia untuk Panggilan (Minggu Panggilan).

Nuansa Minggu panggilan pun cukup terasa dalam perayaan yang dihadiri ratusan umat itu. Tampak sejumlah anak berusia Sekami yang ikut perarakan bersama Imam dan petugas liturgi memakai aneka busana, seperti pakaian mirip seragam polisi, tentara, sipil, petani, dll. Beberapa anak diantaranya memakai pakaian khusus yang mirip digunakan para imam, suster, bahkan ada yang memakai mirip mitra yang biasa digunakan seorang Uskup.

Hal itu menunjukkan bahwa panggilan hidup manusia bermacam-macam, termasuk juga panggilan khusus dalam Gereja Katolik, yaitu panggilan hidup selibat sebagai imam, biarawan-biarawati. Minggu doa sedunia untuk panggilan ini, ditujukan untuk panggilan khusus tersebut.

Perayaan itu dimeriahkan oleh paduan suara dari anak Sekami dan para pendamping Sekami Roh Kudus Katedral, termasuk petugas liturgi seperti Lektor dan Pamzmur.

Misa dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Denpasar, sekaligus Direktur KKI, RD. Herman Yoseph Babey. Dalam rangka Minggu Panggilan Sedunia yang ke-62 ini, dalam pengantar misa, Rm. Babey mengajak seluruh umat yang hadir akan pentingnya mendengarkan panggilan Tuhan dan mendengarnya dengan hati.

Sementara dalam homilinya, Romo Babey mengingatkan bahwa pada zaman ini perkembangan teknologi modern sangat pesat sehingga memudahkan bagi siapapun untuk membangun relasi dengan banyak orang bahkan dengan mengusasi teknologi komunikasi dapat menguasai dunia.

Namun, dampak negatif dari teknologi modern seperti media digital yang hampir dimiliki setiap orang juga tidak sedikit. Misalnya relasi tradisional yang biasa dilakukan dalam keluarga menjadi renggang karena orang sibuk dengan handphonnya. Masih banyak dampak negatif lainnya.

Di sela-sela homilinya, Rm. Babey menjelaskan tentang SOMA yang sedang diselenggarakan Komisi KKI dan dalam perayaan itu sebanyak 46 calon pendamping Sekami yang dinyatakan lulus akan dilantik secara resmi menjadi pendamping Sekami.

Setelah mengucapkan janji setia dan pelantikan, kata Romo Babey, para pendamping Sekami ini siap diutus menjalankan tugas-tugas misinoner dengan karya pelayanan pendampingan anak-anak Sekami.

“Lepaskan dirimu dari keterikatan dan biarkan dirimu dipakai Tuhan untuk dapat mendampingi anak-anak Sekami agar mereka memiliki iman teguh kepada Tuhan. Ini adalah panggilan mulia yang Tuhan percayakan kepadamu,” ungkap Rm. Babey.

Doa dan Janji Setia

Selepas homili, kepada calon pendamping Sekami yang akan dilantik dipersilahkan oleh Romo Babey untuk berdiri di tempatnya masing-masing. Setiap mereka memegang lilin menyala yang berasal dari api lilin paskah, mengucapkan doa dan janji setia di hadapan Tuhan, disaksikan imam dan ratusan umat yang ikut perayaan itu.

Dalam salah satu bagian dari doa dan janji setia itu, mereka berikrar “Kami sadar, bahwa tugas pewartaan Injil Keselamatan, tidak hanya terletak pada pundak para imam dan kaum religius, melainkan juga di pundak kami kaum awam. Oleh karena itu kami berjanji ya Yesus, untuk mau bekerja sama dengan para imam dan kaum religius, agar warta Injil Keselamatan, semakin dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.”

Di sisi lain,mereka juga berjanji, sebagai Animator-Animatris Misioner, Pendamping Bina Iman Anak dan Remaja, berjanji untuk setia dalam mendampingi anak-anak dan remaja paroki masing-masing, agar mereka semakin mengenal dan mencintai Tuhan Yesus, ‘Sahabat Sejati’ anak-anak dan remaja, dengan solidaritas misioner, dengan moto ‘Children Helpinh Children’ yang mereka wujudkan dalam semangat ‘2D-2K’ (Doa, Derma, Kurban, Kesaksian) di antara mereka.

Setelah mengucapkan doa dan janji setia, Romo Babey, kemudian mengucapkan doa, dilanjutkan memberkati Animator-Animatris Misioner (Pendamping Sekami) itu dengan memercikan air berkat. Kemudian diberikan sertifikat secara simbolis kepada peserta. Dengan demikian mereka pun sah sebagai pendamping Sekami.

Sharing Panggilan

Setelah pentikan para Pendamping Sekami, misa dilanjutkan seperti biasanya hingga usai. Namun sebelum berkat penutup, sejumlah biarawati dari beberapa Ordo yang berkarya di Keuskupan Denpasar diberi kesempatan untuk sharing panggilan.

Ada lima ordo suster yang menyampaikan sharing panggilan di hadapan umat dalam Minggu Panggilan ini, yakni SJMJ, SCFC, OSSS, OSF dan CB.

Dalam kesempatan tersebut, suster dari setiap Ordo itu menyampaikan tentang tantangan panggilan yang mereka alami; makna kesetiaan dalam panggilan; doa dan hidup berkomunitas dalam menunjang panggilan; lalu bagaiman kaum muda harus bersikap dalam menghadapi kebimbangan dalam memilih; dan harapan terhadap kaum muda terkait panggilan khusus dan hidup membiara.

“Jangan menyerah pada keadaan kerena setiap tantangan pasti ada tangan Tuhan yang menghibur dan menguatakan,” pesan Sr. Francineti, SJMJ untuk para Pendamping Sekami yang baru dilantik juga kepada anak-anak dan kaum muda umumnya.

Sementara Sr. Eufrasia, CB, mengajak kamu muda Katolik, “Mari join bersama kami menjadi biarawati maupun menjadi imam dan biarawan.”

Sebelum berkat perutusan, Rm. Babey menyampaikan ucapaan terima kasih kepada Pastor Paroki Katedral, Seksi Panggilan Paroki, DPP dan seluruh umat karena diberikan kesempatan kepada KKI Keuskupan Denpasar melantik para Pendamping Sekami dalam perayaan Ekaristi itu.

Selesai dilantik di Katedral, para Pendamping yang baru dilantik itu, kembali ke Catholic Centre untuk melanjutkan kegiatan yang masih menyisakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan rekaman video animasi misinoer*

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button