Camping Rohani Legio Kaum Muda Kuria Ratu Para Malaikat Tuka

BATURITI, TABANAN – Kabar gembira datang dari Legio Maria Kuria Ratu Para Malaikat Tuka Bali. Pada 22 dan 23 April 2025, Kuria mengadakan Camping Rohani yang diikuti oleh Legioner Kaum Muda, bertempat di Biara Karmel Baturiti Tabanan Bali dengan tema “Bunda Maria Teman Sejatiku.”
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman rohani yang mendalam bagi kaum muda agar semakin meneladani Bunda Maria dalam iman, ketekunan doa, dan kesetiaan kepada Tuhan.
Di samping itu kegiatan ini dapat mendorong kaum muda untuk menghayati semangat pengabdian melalui kebersamaan, kerja sama, dan pelayanan dengan hati yang tulus.
Camping Rohani ini diikuti oleh 78 orang peserta dari 9 Presidium Junior dan Kaum Muda, dari yang masih siswa SMP sampai usia kerja. Presidium yang mengirimkan peserta di antaranya: Bintang Panuntun Tuka 15 orang, Maria Immaculata Palasari 11 orang, Bunda Rahmat Ilahi Negara 10 orang, Regina Caeli Singaraja 10 orang, Perawan Yang Setia Tabanan 10 orang, Penating Anak Serani Babakan 8 orang, Maria Diangkat Ke Surga Kulibul 7 orang, Panglipur Sungsut Sedih Tangeb 6 orang dan dari Kerahajengan Sang Lara Piling 3 orang. Mereka didampingi oleh para pendamping yang berjumlah 8 orang.
Hari pertama kegiatan dibuka dengan Misa Kudus di Gua Maria Karmel yang dipimpin oleh Pemimpin Rohani Kuria Ratu Para Malaikat, Romo Flavianus Endi yang akrab dipanggil Romo Vian.
Dalam pembekalannya, Rm. Vian, menyampaikan ada lima hal yang diperlukan oleh seorang Legioner Muda untuk dapat menjadi Teman Sejati Bunda Maria yaitu dengan meneladani sikap Bunda Maria: Pasrah, Doa, Setia, Rendah Hati dan Bersaksi. Kelima hal ini oleh Panitia menjadi nama lima kelompok peserta selama kegiatan berlangsung.

Dalam kegiatan hari pertama diawali dengan dinamika kelompok. Mereka mengikuti aneka permainan dengan sangat antusias dan penuh kegembiraan untuk membangun keakraban. Duet MC: David dan Kak Vina, membius para peserta bersemangat mengikuti setiap sesi.
Romo Gregorius Pasi yang akrab dipanggil Romo Goris selaku Narasumber tiba di lokasi pada pukul 15.00 WITA, tepat saat peserta akan memulai Doa Tessera yang dipimpin oleh Romo Vian dan Pak Ngurah. Romo Goris adalah Pemimpin Rohani Senatus Malang dan ini adalah kedua kalinya menjadi narasumber untuk Legioner Muda Kuria Ratu Para Malaikat Tuka.
Pada sesi pertama ini Romo Goris mengajak peserta untuk mengenal Bunda Maria: Siapa Bunda Maria menurutmu. Para peserta dengan tanpa takut mengungkapkan versi mereka masing-masing. Romo Goris mengenalkan Bunda Maria sebagai Bunda Yesus, Bunda Gereja, Bunda Para Rasul dan Bunda kita semua. Dan bertanya kepada peserta: Kenapa kita harus mendekati bunda Maria? Jika tujuan kita ingin dekat dengan Yesus maka kita harus mendekati ibunya dahulu. Kalau kamu bingung harus mulai dari mana untuk hidup kudus, mulailah dari belajar mencintai Maria. Dia akan tuntun kamu pelan-pelan ke arah Yesus.

Menurut Romo Goris “Bunda Maria adalah teman Sejati dalam perjalanan iman”. Bunda Maria bukan hanya sosok yang dikagumi tapi seorang ibu dan sahabat yang berjalan bersama kita, khususnya dalam masa-masa sulit, dalam pencarian arah hidup, dan dalam pergumulan iman kaum muda.
Pada malam harinya, para peserta diajak untuk mengikuti acara api unggun dengan renungan suci yang dibawakan oleh Kak Vina. Dengan sangat bagus Kak Vina mendalami permasalahan kekinian kaum muda, hingga banyak para peserta terharu akan besarnya kasih Bunda Maria dalam hidup mereka. Mereka pun menyadari Bunda Maria adalah seorang teman sejati yang siap mendengarkan dan memberikan jalan keluar yang indah. Bunda Maria setia dalam suka dan duka.
Memasuki berikutnya diawali dengan Doa Pagi dan renungan dari Romo Goris, yang mengajak seluruh Legioner Muda untuk tekun dalam mengembangkan Presidum mereka. Romo Goris memberikan tips: – Saling Menyapa & Salaman antar Legioner sebelum dan sesudah Rapat, – Isilah Acara Rapat Presidium Kaum Muda dengan sesi Curhat. Tips ini sudah dilakukan di Presidium Kaum Muda yang ada di Malang dan membuat Legioner Muda merasa sangat tersentuh dan rindu untuk datang ke Rapat Presidium.

Setelah Sarapan kegiatan berlanjut dengan mencari tanda jejak ayat Kitab Suci. Setiap kelompok diminta untuk mencari ayat dari setiap huruf dalam kata MARIA (Motivation, Amazing, Respect, Influence, Agility) dalam ayat Kitab Suci lalu memaknainya dalam kehidupan Kaum Muda. Lalu mereka mendiskusikannya dan menuangkan hasilnya dalam sebuah kertas manila. Kemudian setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

Dalam sesi setelah presentasi kelompok, Romo Goris kembali menekankan kepada para Legioner Muda bahwa sebagai seorang Legioner, mereka turut menjalankann tugas Maria sebagai ibu: Mengandung, Melahirkan dan Membesarkan dalam tugas-tugas kerasulan. Dengan bertekun merasul dan membangun kehidupan rohani melalui doa, maka seorang Legioner berada dalam jalur yang tepat menuju kekudusan diri menjadi seperti YESUS demi tujuan akhir yaitu menuju kepada kemuliaan Tuhan.

Akhirnya pada penghujung acara, para peserta mendapatkan apresiasi atas kerja kelompok mereka dari panitia dengan berbagai kategori. Lalu seluruh rangkaian acara ditutup dengan Misa yang dipimpin oleh Romo Vian.

Begitu indahnya kebersamaan mereka, hingga enggan untuk pulang dan ingin lebih lama lagi. Semoga para peserta mampu bertransformasi menjadi Legioner Muda yang tangguh: Semakin mencintai doa Rosario dan menjadikan Bunda Maria sebagai pendamping sejati dalam setiap langkah kehidupan. Berani menjadi saksi Kristus dalam kehidupan bermasyarakat dengan meneladani sikap rendah hati dan penuh kasih seperti Bunda Maria. Salam Legio.
Penulis: Ngurah Darmadi
Editor: Hiro/KomsosKD



