LINTAS PERISTIWA

Kabar Gembira! Keuskupan Denpasar Kini Memiliki Rumah Duka ‘OASE’

NUSA DUA – Kerinduan Keuskupan Denpasar untuk memiliki Rumah Duka akhirnya terwujud. Pembangunan Rumah Duka yang diberi nama “Oase Taman Mumbul’ itu tuntas dilaksanakan.

Pemberkatan Rumah Duka ini dilaksanakan pada Jumat (15/8) siang, oleh Bapak Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, dalam sebuah perayaan Ekaristi.

Sejumlah imam dari Dekenat Bali Timur dan Dekenat Bali Tengah turut mendampingi Bapak Uskup dalam perayaan yang berlangsung secara konselebrasi itu. Selain para imam, puluhan umat dan undangan turut mengikuti misa pemberkatan.

Di sela-sela homilinya Bapak Uskup mengungkapkan rasa syukur karena Rumah Duka yang dilengkapi dengan Kapela itu selesai dibangun.

Saat misa pemberkatan

“Bersyukur kepada Tuhan, karena Rumah Duka ini telah selesai dibangun dan dapat bermanfaat bagi umat Katolik maupun masyarakat umum lainnya,” ungkap Mgr. San.

Bapak Uskup, Sekretaris Lurah Benoa (tengah) didampingi Pastor Paroki Nusa Dua RD. Adianto (ujung kiri), Babinkamtibmas Kelurahan Beno (sebelah RD. Adianto) dan Bendesa Adat Mumbul (ujung kanan) melakukan pemotongan pita tanda resmi dibukanya Rumah Duka Oase

Usai pemberkatan dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Bapak Uskup bersama Sekretaris Lurah Benoa (mewakili Lurah yang berhalangan), sebagai tanda secara resmi Rumah Duka itu sudah bisa digunakan dan terbuka untuk siapa saja.

Bapak Uskup didamping Vikjen RD. Herman Yoseph Babey, saat pemberkatan Rumah Duka

Turut hadir menyaksikan acara seremonial pembukaan ini, antara lain Bendesa Adat Mumbul serta Babinkamtibmas Kelurahan Benoa, serta umat, para undangan dan imam yang hadir dalam misa pemberkatan.

Bapak Uskup San, dalam acara seremonial pembukaan mengatakan bahwa Rumah Duka Oase Taman Mumbul dapat dimanfaatkan tidak saja untuk umat Katolik tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin memanfaatkan jasa penitipan jenazah keluarganya.

“Tempat ini terbuka untuk umum, dikelola oleh sebuah yayasan (Yayasan Oase Taman Mumbul). Ada empat Rumah Duka, lengkap dengan ruang keluarga atau penjaga jenazah,” kata Bapak Uskup.

Umat dan undangan turut menyaksikan seremonial pembukaan Rumah Duka Oase

Sekretaris Lurah Benoa, dalam sambutannya menyambut baik kehadiran Rumah Duka ini yang peruntukannya tidak hanya bagi umat Katolik tetapi juga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Rumah Duka ini sudah sah dan dapat digunakan. Dari segi perijinan semua lengkap dan secara birokrasi dan administarasi ini legal. Kami atas nama kelurahan terima kasih atas fasilitas ini dan semoga masyarakat dapat memanfaatkan tempat ini tanpa memandang apapun agama dan sukunya,” ungkap Sekretaris Lurah Benoa.

Strategis

Rumah Duka Oase Taman Mumbul terletak di jalan Taman Giri No. 16, Mumbul, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali. Rumah Duka ini dibangun di atas tanah milik keuskupan yang merupakan bekas bangunan Kapela Stasi Nusa Dua (sekarang paroki). Bangunan itu juga pernah dimanfaatkan sebagai tempat penitipan jenazah (TPJ) yang dikenal sebagai TPJ Mumbul.

Umat yang hadir dalam misa pemberkatan Rumah Duka

Letak Rumah Duka ini sangat strategis, berada dekat (di sisi barat atau di belakang) Taman Makam Katolik Mumbul, Pemakaman Kristen maupun Pemakaman China. Ketiga makam yang berjejer itu terletak di jalan utama By Pass Nusa Dua.

Adapun fasilitas dari Rumah Duka Oase Taman Mumbul, terdiri dari 4 Rumah Duka (Blok A, B, C, D), lengkap dengan kamar khusus bagi keluarga di belakangnya, full AC dan bersih.

Rumah Duka Oase Taman Mumbul, Nusa Dua

Selain Rumah Duka, pihak Yayasan juga menyediakan peti jenazah, fasilitas freezer (pendingin jenazah), dan tempat pemandian jenazah, tempat parkir yang cukup memadai, serta Kapela untuk ibadat/misa bagi yang beragama Katolik.

Biaya pemakaian Rumah Duka berikut fasilitas lain yang tersedia cukup terjangkau (selengkapnya dapat dilihat pada pamphlet).*

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button