LINTAS PERISTIWA

LP3KD Badung Sukses Gelar Pesparani I

BADUNG – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Badung, Bali, sukses menggelar Pesparani untuk pertama kalinya.

Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) I tingkat Kabupaten Badung itu, dilaksanakan sehari pada Jumat (4/07/2025). Tempat kegiatan (venue) lomba untuk setiap kategori dilaksanakan di beberapa gereja di Kabupaten Badung, yang secara teritorial Gereja Katolik Keuskupan Denpasar masuk dalam wilayah Dekenat Bali Tengah.

Khusus acara pembukaan, berlangsung di Gereja Stasi Kristus Raja, Abianbase-Paroki St. Theresia Tangeb. Gereja ini juga menjadi venue lomba paduan suara dewasa campuran.

Dalam acara pembukaan dihadiri sejumlah imam dari Dekenat Bali Tengah, serta tamu undangan dari pemerintah maupun peserta lomba khususnya paduan suara dewasa campuran, para pengurus LP3KD Badung, Panitia Pelaksana Pesparani I serta sejumlah umat dari beberapa paroki yang menjadi pendukung setiap tim lomba.

Dari pemerintahan hadir Pembimas Katolik Kemenag Provinsi Bali Robert Bilarminus Made Suryanto, juga beberapa pejabat dari Kabupaten Badung antara lain Asisten I Setda I Wayan Wijana, S.Sos, M.Si (mewakili Bupati Badung), Ketua DPRD Badung I Gusti Gumanti, SH, Kabid Kesbangpol Badung, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Camat Mengwi, Lurah Abianbase, dan Jro Bendesa Adat Semate.

Seremonial pembukaan diisi laporan Ketua Panitia dan beberapa sambutan, serta berpuncak pada pembukaan secara resmi Pesparani I Kabupaten Badung oleh Bupati yang diwakili oleh Asisten I.

Ketua Panitia Pesparani I Kabupaten Badung, RP. Johanes W. Kenny Seran, SVD, akrab disapa Rm. John Seran, saat melaporkan tentang kegiatan ini mengucapkan syukur kepada Tuhan atas karunia kasih persaudaran dalam perjumpaan penuh sukacita itu.

Pesparani, katanya, merupakan pembinaan kualitas keimanan dan pengembangan potensi umat Katolik di bidang seni budaya. “Kegiatan ini membubuhkan catatan sejarah di Kabupaten Badung, karena untuk pertama kali diselenggarakan Pesparani tingkat kabupaten,” imbuh Rm. John.

Dilaporkan bahwa untuk Pesparani I, ada 7 kategori yang dilombakan dengan total peserta 524 orang plus 98 official dari 7 wilayah administrasi parokial di Dekenat Bali Tengah yaitu Paroki: St. Theresia Tangeb, Tritunggal Mahakudus Tuka, Roh Kudus Babakan, St. Paulus Kulibul, St. Fransiskus Xaverius Kuta, Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua dan St. Silvester Pecatu.

Pesparani I Kabupaten Badung yang mengusung tema “Firman-Mu Kunyanyikan dan Kuwartakan,” kata Rm. John, dikemas dalam serangkaian lomba dengan memberikan ruang keterlibatan semua lapisan dan kategori umat dari semua usia, mulai anak-anak, remaja, orang muda dan dewasa.

Apresiasi

Bupati Badung dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Setda Wayan Wijana, S.Sos, M.Si, mengungkapkan menyambut baik terselenggaranya kegiatan umat Katolik ini untuk meningkatkan iman dan spiritualitas serta wadah kebersaman dan persaudaraan umat Katolik.

Bupati Badung juga sangat apresiasi, sebab Pesparani ini bukan sekedar sebuah kompetisi di bidang seni budaya, tetapi pembinaan iman dan karakter umat sekaligus menjadikan Pesparani sebagai wadah persatuan antar umat.

Pembina LP3KD Kabupaten Badung, Edy Sanjaya, SH, dalam kesempatan sebelum sambutan Bupati mengapresiasi kerja panitia demi suksesnya Pesparani I di Kabupaten Badung.

Anggota DPRD Kabupaten Badung itu, lalu menjelaskan tentang LP3KD. Dikatakan, secara nasional disebut LP3KN, terbentuk melalui SK Menteri Agama, sementara di daerah yang disebut LP3KD, ada di tingkat Provinsi yang disahkan oleh SK Gubernur dan tingkat Kabupaten/Kota disahkan oleh SK Bupati/Walikota. Di Bali, untuk tingkat kabupaten, baru LP3KD Badung yang sudah terbentuk. ”Dengan demikian, Lembaga ini sebagai sebuah Lembaga resmi kedinasan,” katanya.

Acara pembukaan: Undangan bersama Pengurus LP3KD Badung, Panitia Pesparani I dan para imam Dekenat Bali Tengah

Sementara Ketua LP3KD Kabupaten Badung, Y. Gede Sutmasa, menerangkan bahwa LP3KD Kabupaten Badung sudah berpartisipasi dalam Pesparani tingkat nasional melalui lomba secara virtual beberapa tahun lalu, maupun ikut dalam Pesparani ke-3 di Jakarta tahun 2023.

LP3KD Badung, katanya, juga melaksanakan fungsi pembinaan dan pengembangan untuk meningkatkan kualitasn iman, antara lain melalui penyelenggaraan Pesparani I ini.

Apa yang disampaikan Ketua LP3KD Badung, selaras dengan harapan Sekretaris Dekenat Bali Tengah RD. Ardianus Marlianto. “Pesparani bukan hanya lomba, tapi harus ada pembinaan demi pengembangaan iman umat dan berharap iman umat semakin teguh dan militan,” katanya, seraya menyampaikan proficiat kepada LP3KD Badung.

Venue Lomba dan Pemenang

Pesparani I yang diselenggarakan oleh LP3KD Badung ini melombakan 7 kategori yaitu Paduan Suara Anak, Paduan Suara OMK Campuran, Paduan Suara Dewasa, Menyanyikan Mazmur Anak, OMK dan Dewasa serta Cerdas Cermat Rohani (CCR) Katolik Anak.

Tiga kategori lomba paduan suara dilaksanakan di venue (lokasi) berbeda. PS. Anak di Gereja Stasi Gembala Baik Pegending-Paroki Kulibul, PS. OMK Campuran di Gereja Paroki Roh Kudus Babakan dan PS. Dewasa Campuran di Gereja Stasi Kristus Raja Abianbase.

Sementara kategori lomba menyanyikan Mazmur yaitu Mazmur Anak-anak, Mazmur OMK dan Mazmur Dewasa dilaksanakan di tempat yang sama yaitu di Gereja Tritunggal Mahakudus Tuka. Sedangkan Lomba CCR Katolik Anak bertempat di Gereja St. Paulus Kulibul.

Setiap lomba berlangsung seru, tetapi tetap dalam suasana penuh persaudaraan serta berlangsung secara tertib dan damai. Para pendukung yang datang dari berbagai paroki di Dekenat Bali Tengah, juga sangat patuh terhadap tata tertib lomba dan mereka mengikutinya dengan penuh sukacita.

Dari pantauan media ini di lokasi venue yang dikunjungi, semua paroki yang berpartisipasi dalam lomba berusaha menampilkan yang terbaik. Walau waktu cukup singkat, hanya sekitar 3 bulan persiapan, tapi mereka sungguh menyiapkannya dengan maksimal.

Seperti dalam lomba paduan suara OMK yang berlangsung di Gereja Babakan. Menurut pengakuan para juri yang terdiri dari Joseph ‘Jojo’ Sulaksana, Tino Talokon dan Eto Tagur, semua kontingen tampil bagus, sehingga perbedaan nilai antara tim sangat tipis.

“Semua bagus, ini surprise juga buat saya dan juri lainnya, OMK kita ternyata memiliki potensi yang luar biasa dalam paduan suara” ungkap Jojo Sulaksana yang dibenarkan Tino dan Eto.

Eto Tagur, saat mau pengumuman juara, mengatakan “Saya kecewa sebenarnya, sebab waktu mau Pesparani Nasional tahun 2023, sebagai pelatih PS. OMK saya kesulitan mendapatkan talenta yang bagus, ternyata hari ini saya menemukan talenta-talenta yang luar biasa di Badung ini. Untuk Pesparani berikutnya harus semangat dan mau ikut berkompetisi.” Demikian pula lomba lainnya, semua menampilkan kemampuan terbaik.

Layaknya sebauh lomba, tentu harus ada yang dipilih oleh dewan juri menjadi pemenang. Kendati semuanya baik, tetap ada yang harus menang.

Ketua Panitia, Rm. John Seran, SVD, mengharapkan yang belum juara tidak perlu berkecil hati, tetapi menjadi motivasi agar lebih tekun lagi dalam berlatih dan seringlah melayani di gereja. “Ini masalah waktu saja, masih ada kesempatan yang akan datang untuk menampilkan lebih baik lagi,” katanya.

Dari 7 kategori lomba, berikut adalah daftar peraih juara Pesparani I Kabupaten Badung.

Pertama, Cerdas Cermat Rohani Anak: Juara I Paroki MBSB Nusa Dua, Juara II Paroki St. Paulus Kulibul dan Juara III Paroki St. F.X. Kuta.

Pembagian piala dan uang pembinaan kepada juara 1 sampai 3 Lomba CCR

Kedua, Mazmur Anak: Juara I Paroki St. Theresia Tangeb (a.n. Benediktus Bintang Satria Pratama), Juara II Paroki St. Silvester Pecatu (a.n. Maria Dominique Clara Daur) dan Juara III Paroki MBSB Nusa Dua (a.n. Maria Alexandra Perta).

Ketiga, Mazmur OMK: Juara I Paroki St. Theresia Tangeb (a.n. Genoveva Nataru Henry Freyaleta), Juara II Paroki Tritunggal Tuka (a.n. Martina Kadek Irene Yudiantara), Juara III Paroki MBSB Nusa Dua (a.n. Faleria Hastu).

Keempat, Mazmur Dewasa: Juara I Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka (a.n. Maria Visita Sabitha Rani Saraswati), Juara II Paroki St. Theresia Tangeb (a.n. Katharina Ni Wayan Sukartini), Juara III Paroki St. Paulus Kulibul Bernardus I Wayan Alit Sunarsa).

Piala dan uang pembinaan untuk para juara Lomba Mazmur Dewasa

Kelima, Paduan Suara Anak: Juara I Paroki MBSB Nusa Dua, Juara II Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Juara III Paroki F.X. Kuta.

Penyerahan piala dan uang pembinaan kepada juara 1 sampai 3 Padus Anak

Keenam, Paduan Suara OMK Campuran: Juara I Paroki MBSB Nusa Dua, Juara II Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Juara III Paroki F.X. Kuta.

PS OMK Campuran, juara 1 sampai 3 dapat piala dan uang pembinaan

Ketujuh, Paduan Suara Dewasa Campuran: Juara I Paroki Roh Kudus Babakan, Juara II Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Juara III Paroki St. Paulus Kulibul.

PS Dewasa Campuran Paroki Babakan raih juara I, Paroki Tuka Juara II, Paroki Kulibul Juara III

Setiap pemenang dari juara 1 sampai 3 masing-masing mendapatkan piala dan uang pembinaan. *

Seorang peserta lomba PS. OMK Campuran, Arif dari Paroki Babakan, sangat terkesan dengan Pesparani I ini. Arif mengatakan, kompetisi semacam ini biasa, tapi yang terpenting adalah kebersamaan dan menyatukan umat termasuk OMK.

Khusus untuk OMK, Arif berharap kegiatan ini dapat memotivasi untuk semakin bangga dengan Gereja Katolik, dan khusus untuk teman cewek jangan mau lepas keluar.

Seluruh peserta Lomba OMK campuran bersama panitia dan juri

“Saya bangga dengan teman-teman OMK Bali Tengah, mari kita tetap jaga kekompakan. Acara ini menjadi motivasi bagi kita untuk tetap semangat dalam hidup menggereja dan bangsa. Harapan saya kalau bisa kita membentuk Choir OMK campuran khususnya di Bali Tengah,” kata Arif. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button