LINTAS PERISTIWA

Pembinaan Perwira Kuria dan Presidium Legio Maria Bali, Lombok, dan Sumbawa

BADUNG, Bali – Para Perwira Kuria dan Presidium asuhannya yang berada di Bali, Lombok, dan Sumbawa mengikuti pembinaan oleh Senatus Sinar Bunda Karmel – Malang, pada Sabtu, 13 Juni 2026 di Rumah Khalwat Tegal Jaya, Bali.

Tujuan dari kegiatan pembinaan ini adalah untuk memperkuat Presidium-presidium, baik dalam tata kelola maupun semangat pelayanan legioner, serta untuk membangun kerja sama dan kesatuan antar dewan di wilayah Bali dan Lombok.

Total peserta 181 orang yang terdiri dari legioner senior, kaum muda, dan junior Kuria Denpasar 71 orang, Kuria Tuka 73 orang, Kuria Lombok dan Sumbawa 30 orang, dan dari Senatus Malang 7 orang.

Turut hadir dalam acara ini RD. Adianto Paulus Harun selaku Pemimpin Rohani Kuria Ratu Para Rasul – Denpasar, dan RD. Flavianus Endi (Romo Vian) yang merupakan Pemimpin Rohani Kuria Ratu Para Malaikat – Tuka, Bali, serta para suster Asisten Pemimpin Rohani.

Acara dipandu oleh MC Maria Nadya dan Sharli yang merupakan legioner kaum muda Kuria Ratu Para Rasul – Denpasar, dan dibuka dengan doa Tessera yang dipimpin oleh Sdr. Ngurah Darmadi, ketua Kuria Ratu Para Malaikat – Tuka. Dilanjutkan dengan penjelasan kondisi Senatus dan struktur organisasinya oleh Sdri. Mikaela Moerhajati, Ketua Senatus Sinar Bunda Karmel – Malang.

Romo Gregorius Pasi, SMM, akrab dipanggil Romo Goris, selaku Pemimpin Rohani Senatus memberikan pengajaran tentang Spiritualitas Legio Maria. “Tujuan Legio Maria adalah kemuliaan Allah,” katanya.

Visi Legio Maria adalah para anggotanya menjadi kudus, sama seperti Tuhan Yesus yang adalah kudus, dan Misi dari Legio Maria adalah doa dan karya kerasulan di bawah bimbingan Gereja dalam karya Maria dan Gereja.

Selain tiga hal penting tersebut juga dijelaskan Asas Legio Maria yang dibangun di atas dasar devosi kepada Maria. Diharapkan para Legioner Maria selalu mengingat betapa besar kasih Allah kepada manusia sampai rela turun ke dunia menjadi bayi lemah dan wafat di salib. Dengan demikian, legioner selalu bersemangat merasul bersama bunda Maria dan dalam semangat sang Bunda.

Selingan acara dibawakan oleh para legioner junior yang tergabung pada Pres. JR Bunda Mawar yang Gaib – Denpasar dan juga oleh Martin Reynaldo Putra Jim dari Pres. Junior Bejana Rohani – Denpasar.

Perwira Senatus bergantian membawakan pembinaan dalam hal Tata Kelola Dewan dan Presidium. Diawali oleh Sdri. Magdalena Indah yang menjelaskan tentang pemeliharaan presidium yang perlu memperhatikan yaitu keanggotaan, mengembangkan kerasulan, dan kesetiaan dalam mengikuti Rapat Presidium.

Semua hal tersebut diperlukan agar presidium menjadi kuat dan terjaga keberlangsungannya, karena presidium yang kuat akan menjadikan dewan yang kuat juga.

Sdr. Antonius Eko membawakan materi Kesekretariatan yang mencakup peran, tugas, tata kelola sekretariat dalam pelayanan Legio Maria. Sebagai pamungkas, Sdri. Ika Candra selaku wakil ketua Dewan Senatus memaparkan hal yang sering kali menjadi tantangan terbesar presidium yaitu upaya mencari anggota baru dan perluasan Presidium. Dia berharap setelah mendapatkan pembinaan ini para legioner dapat memahami dasar-dasar perluasan dan cara-cara kreatif dalam merekrut anggota baru dengan baik.

Setelah waktu rehat, para peserta dibagi menjadi 10 kelompok legioner senior dan 10 kelompok legioner junior untuk berdiskusi dan kemudian memaparkan hasilnya yang meliputi topik tentang harapan terhadap Senatus, rencana perluasan, kerja sama lintas Kuria/Presidium, dan kesulitan yang dihadapi.

Keseluruhan rangkaian acara diakhiri dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Goris dan Romo Vian.

Dalam homilinya, Romo Goris mengatakan, pada bacaan Injil hati Tuhan Yesus tergerak oleh belas kasihan kepada mereka yang lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Dikatakannya, Frank Duff menulis dalam Buku Pegangan Legio Maria bahwa kesejahteraan sebuah jemaat Katolik bergantung pada kehadiran sekelompok besar orang awam yang mau merasul.

Romo Goris melanjutkan “Setiap dari kita dipanggil Allah untuk merasul dan melayani-Nya, dan legioner hendaknya mengikuti teladan Bunda Maria yang menjawab tanpa ragu: Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”

Penulis: Made Shinta-Sekretaris 1 Kuria RPR-Denpasar
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button