Para Kepala Sekolah Yayasan Insan Mandiri Cabang Lombok dan Sumbawa Berkumpul di Mandalika

MANDALIKA – Para Kepala Sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Insan Mandiri Denpasar Cabang Lombok Sumbawa, selama dua hari berkumpul di Raja Hotel Kuta Mandalika Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis – Jumat, 26 – 27 Maret 2026.
Kehadiran para pucuk pimpianan sekolah Katolik Yayasan Insan Mandiri cabang Lombok dan Sumbawa itu, hadir disana dalam rangka untuk mengikuti rekoleksi yang diprakarsai oleh Ketua Yayasan Insan Mandiri Cabang Lombok-Sumbawa, RD. Patrisius Foda Fodhi Trisno,S.Fil.
Rm. Woda, demikian panggilan akrabnya, langsung menjadi pembimbing rekoleksi dengan mengusung tema “Menjadi Pelayan Kristus yang setia.”
Hari pertama, tema ini dibawa secara menarik karena dipadu dalam sebuah refleksi yang sangat dalam.

Sebagai pengantar refleksi, Rm. Woda mengajak peserta untuk membuka Injil Yohanes 3:4-6.7:51, tentang percakapan Nikodemus dan Yesus.
“Kita semua (Para Kepala sekolah) adalah Nikodemus yang datang kepada Yesus dengan penuh kepercayaan. Kita harus dilahirkan kembali untuk bisa mengubah pola kerja di lingkungan kerja kita masing-masing dengan mengandalkan kekuatan Tuhan dan potensi-potensi yang ada di dalam diri kita,” ungkap Rm. Woda.
Menurut Ketua Yayasan Insan Mandiri Cabang Lombok-Sumbawa ini, pekerjaan sebagai guru (Kepala Sekolah) adalah sebuah pelayanan yang harus didasari dengan Kasih dan Integritas.

“Setiap pelayanan harus didasari dengan kasih. Tanpa kasih sebuah pelayanan akan menjadi sia-sia,” tegasnya.
Lalu, Integritas akan membuat manusia menjadi utuh. Sebab, integritas akan melahirkan dedikasi dan sebuah dedikasi yang solid akan membawa seseorang kepada sebuah empati.
“Dedikasi adalah sebuah pengabdian yang kadang kala terjerumus dengan tugas,” katanya.

Di sisi lain, Rm. Woda menegaskan pentingnya membangun empati yang harus lahir dari kesadaran dan perhatian.
Sebagai seorang pemimpin Kristiani, lanjutnya, harus memiliki ke empat hal ini yaitu Kasih, Integritas, Dedikasi dan Empati.

Rekoleksi ditutup dengan Perayaan Ekaristi dan refreshing bersama seputaran wilayah Kuta Mandalika, Lombok Tengah.
Penulis: Hubert Malung
Editor: Hiro/KomsosKD



