LINTAS PAROKI

Akhiri Minggu Prapaskah, Uskup Denpasar Visitasi Kanonik ke Paroki MBSB

NUSA DUA – Perayaan Ekaristi Minggu Prapaskah V (22/03/2026) di Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua dilangsungkan dengan kehadiran Uskup Denpasar, Mgr. Silvester San.

Kedatangan Uskup Silvester San, dalam rangka Visitasi (kunjungan) Kanonik, seperti juga beberapa paroki lain di Keuskupan Denpasar yang lebih dulu mendapat kunjungan yang sama.

Sebelum visitasi kanonik, Mgr. Silvester San, lebih dahulu memimpin perayaan ekaristi tersebut, didampingi oleh Pastor Paroki RD. Adianto Paulus Harun dan Pastor Rekan RD. Ferdi Panggur Burhan.

Perayaan Misa Kudus berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita, dengan iringan koor dari Lingkungan Santa Marta.

Misa Kudus mengangkat kisah tentang kematian dan kebangkitan, yakni peristiwa iman yang akan direfleksikan dalam Lingkaran Paskah mulai Minggu Palma pada (29/03/2026).

Bapak Uskup menegaskan manusia akan mengalami kematian dan peristiwa tersebut tidak dapat ditolak oleh siapa pun.

Bagi kaum yang tidak beriman, kematian disebut sebagai akhir dari segalanya. Kaum tersebut cenderung putus asa karena kehilangan kegembiraan dan gaya hidup apabila memikirkan kematian itu.

Namun, bagi kaum yang beriman dan percaya Kristus, kematian dilihat sebagai sesuatu yang positif, yakni pertemuan dengan Tuhan yang adalah kebangkitan dan kehidupan.

“Kematian ini tidak menakutkan kita, sebab ada kebangkitan sebagaimana yang telah dijanjikan kepada kita, orang-orang beriman kepada Yesus Kristus,” ucap Mgr. San dalam homilinya pada Minggu (22/03/2026).

Bacaan pertama mengangkat perikop dari Nabi Yehezkiel yang melukiskan keadaan Bangsa Israel di Pembuangan Babel. Nabi Yehezkiel melihat Bangsa Israel sebagai tulang-tulang kering dan tanpa kehidupan. Namun, Nabi Yehezkiel bernubuat bahwa Allah kelak akan membangkitkan mereka sebagai makhluk yang hidup.

Nubuat tersebut menjadi kenyataan setelah Bangsa Israel dibebaskan dari pembuangan dan kembali ke tanah yang dijanjikan.

Mgr. Silvester San mengatakan perikop tersebut dipandang oleh gereja sebagai nubuat atau ramalan perjanjian lama tentang kebangkitan orang-orang mati yang terjadi karena Yesus Kristus.

Bacaan Injil mengenai kisah Tuhan Yesus yang membangkitkan Lazarus menggenapi nubuat Nabi Yehezkiel. Saat itu, Lazarus—yang merupakan sahabat Yesus—sudah meninggal dunia dan dimakamkan selama empat hari. Namun ternyata, Yesus mampu membangkitkannya kembali.

Tidak hanya karena kuasa Yesus, tetapi kebangkitan Lazarus juga dipengaruhi oleh kepercayaan Maria dan Martha yang yakin bahwa Yesus adalah anak dari Allah. Kebangkitan Lazarus bukan hanya karena rasa kasihan, melainkan keinginan Yesus untuk mewahyukan keilahiannya, bahwa Ia diutus Bapa.

“Dengan membangkitkan orang mati, Yesus Kristus menunjukkan kekuatan Ilahi itu dan bahwa Ia adalah Tuhan yang hidup. Mukjizat ini memperlihatkan bahwa Yesus itu sumber kehidupan abadi. Dia bersabda, ‘Akulah kebangkitan dan hidup. Barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati’,” terang Mgr. Silvester San.

Bapak Uskup melanjutkan, orang Kristen memang tetap akan mengalami kematian fisik. Namun, berkat iman kepada Yesus, orang Kristen akan memiliki hidup selama-lamanya setelah kematian fisik tersebut.

Kebangkitan tersebut juga akan dirayakan secara meriah dalam Hari Raya Paskah.

“Bukankah dengan demikian kematian tidak perlu lagi kita takuti? Karena kematian merupakan jalan menuju kehidupan abadi yang tidak pernah binasa. Kita berdoa agar iman kita akan Kristus penyelamat dan sumber kebangkitan tetap kokoh, tetap kuat, teristimewa ketika kita mengalami peristiwa-peristiwa penderitaan dan kematian,” ungkapnya.

Dalam homili tersebut pula, Bapak Uskup juga mengingatkan bahwa warta tentang kebangkitan Kristus perlu disampaikan kepada orang-orang yang takut, mengalami kelesuan iman, berputus asa, menderita, dan mati karena dosa-dosa mereka.

Mgr. Silvester San juga mengimbau agar umat Katolik terus percaya kepada Yesus Kristus dan menghayati nilai-nilai yang diajarkan-Nya, misalnya kasih, kejujuran, sukacita, keadilan, dan kesejahteraan. Dengan demikian, umat dapat memperoleh keselamatan dan hidup kekal bersama Bapa.

“Wartakanlah dalam hidup kita bahwa kematian bukan akhir dari segalanya, melainkan jalan menuju kehidupan kekal, sebab Yesus telah mengalahkan maut dan memberi hidup abadi kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya,” tutup Bapak Uskup, mengakhiri homilinya.

Visitasi Kanonik

Seusai Misa Kudus, Mgr. Silvester San, saat pertemuan menegaskan maksudnya berkunjung, yakni untuk mengetahui lebih lanjut tentang Paroki MBSB dan karya-karya pastoralnya.

Dalam pertemuan dengan Uskup Denpasar, Pastor Paroki, Pastor Rekan, dan DPP akan menyampaikan laporan mengenai hal-hal yang terjadi di Paroki MBSB.

“Apa yang perlu diperhatikan bersama oleh semua anggota Dewan Pastoral Paroki, apa yang harus diperhatikan oleh Keuskupan, itu yang akan disampaikan pada kesempatan ini. Visitasi Kanonik ini adalah kewajiban dari Uskup untuk pergi ke semua Paroki di Keuskupan ini,” jelas Mgr. San

Sebelumnya, Visitasi Kanonik oleh Uskup Denpasar sudah dilakukan ke Nusa Tenggara Barat dan Bali Barat, dan bererapa paroki di Bali Timur.

Setelah ini, Visitasi Kanonik akan berjalan ke wilayah Bali Tengah dan sebagian Bali Timur.

Bersama dengan Uskup Denpasar, hadir pula Kuria Keuskupan, Bendahara dan Sekretaris.

Mgr. Silvester San dalam kesempatan itu mengajak umat Paroki MBSB Nusa Dua untuk lebih giat berdoa, berpuasa, berpantang, serta melaksanakan pelayanan sosial atau karya amal kasih sebagai bagian dari persiapan menyambut Paskah. Karena waktu yang makin singkat, umat diajak untuk melihat ke dalam dirinya, terutama apa yang masih kurang di dalam diri seseorang itu.

“Paling penting adalah pertobatan. Jadi pertobatan dari masing-masing pribadi. Maka di Paroki selalu ada yang namanya penerimaan Sakramen Tobat. Persiapan untuk menyambut Paskah adalah melalui pertobatan batin dari setiap orang. Menurut saya, itulah yang paling penting ketika kita menghadapi Paskah,” kata Mgr. Silvester San.

Dalam kesempatan yang sama, Pastor Paroki, RD. Adianto Paulus Harun, mengatakan Visitasi Kanonik Uskup Denpasar merupakan kesempatan yang berahmat untuk mendapatkan peneguhan dan dukungan moral dari Uskup terhadap karya pastoral di Paroki MBSB Nusa Dua.

“Pesan saya untuk umat, mari kita terus mempersiapkan diri dengan usaha tobat, pantang, dan puasa. Terutama menjelang akhir dari Masa Prapaskah ini akan ada penerimaan Sakramen Tobat sebagai persiapan kita untuk merayakan Paskah,” tutur RD. Adianto. *

Penulis -Sandra Gisela-Komsos Paroki MBSB Nusa Dua
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button