KEMAH SEKAMI PAROKI SANG PENEBUS SUMBAWA 2026
"Anak Misioner : Siap Diutus Menjadi Penyelamat Bumi"

Sumbawa Besar– Semangat misioner terpancar jelas dari wajah 123 anak dan remaja yang berkumpul dalam kegiatan Kemah SEKAMI yang berlangsung pada 18–19 Maret 2026. Mengusung tema “Anak Misioner: Siap Diutus Menjadi Penyelamat Bumi”, kegiatan ini bertujuan mempererat persaudaraan sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Kegiatan dimulai pada Rabu (18/3) pukul 15.00 wita, tepat setelah hujan lebat mereda. Peserta terdiri dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP kelas 9, diantar dengan antusias oleh orang tua mereka untuk memulai petualangan iman ini.
Acara dibuka dengan Perayaan Ekaristi Pembukaan dengan konselebran utama Pastor Paroki RD. Laurensius Maryono didampingi oleh RD. Herman Yosep Babey, selaku Dirdios KMKI Keuskupan Denpasar, RD. Martinus Emanuel Ano-Deken NTB, dan RD. Damianus Hyoga Langi, pastor rekan paroki Sumbawa.

Dalam khotbahnya, RD. Herman Yosep Babey menekankan pentingnya perintah Allah Keempat. Beliau berpesan agar anak-anak SEKAMI senantiasa menghormati, mendoakan, dan menolong orang tua sebagai wujud nyata ajaran Yesus.
Sementara itu, Koordinator KMKI Paroki Sumbawa Besar, Kak Ika, dalam sambutannya mengajak anak-anak menyadari panggilan mereka sebagai misionaris cilik yang membawa harapan dan kasih Tuhan dalam keseharian mereka.
Hal senada diungkapkan Pastor Paroki Sumbawa, Romo Mar, saat memberikan sapaan kasih. Beliau mengajak anak untuk aktif dalam kegiatan SEKAMI. Selain itu beliau juga menyinggung bahwa kemah ini sejalan dengan Tema Pastoral 2026, dimana Gereja lokal Keuskupan Denpasar ingin bangkit dan bergerak bersama mewujudkan Gereja Sinodal dengan salah satu fokus perhatian adalah SEKAMI.
Hal lain juga disinggung oleh Romo Mar yaitu tentang rencana Kemah SEKAMI Tingkat Dekenat NTB. ‘Juli nanti, tepatnya pada 7-9 Juli 2026, Paroki Sumbawa akan menjadi tuan rumah kemah SEKAMI Dekenat NTB’, demikian tegasnya.

Dalam sambutannya, Dirdios KMKI, RD. Herman Yosep Babey, mengingatkan tentang tantangan zaman, di mana anak-anak harus lebih mendengarkan ajaran Gereja daripada terbelenggu oleh penggunaan gadget. Acara kemah kemudian dibuka secara resmi ditandai pemukulan gong.
Hari Pertama : Panggilan untuk Menghormati Orang Tua dan Menjadi Pembawa Harapan
Sesudah makan malam, kegiatan dilanjutkan sesi pertama. Di bagian ini, selain mengajak anak beranimasi, Dirdios KMKI Keuskupan Denpasar, RD. Babey mengajak anak untuk menghormati dan taat kepada orang tua. ‘Siapa yang rajin mendoakan orang tua ?’ tanya beliau yang dijawab tegas anak-anak dengan mengangkat tangan.
Selain itu, pasca bertemu dengan anak-anak, Romo Babey, juga berkesempatan memberikan pembekalan singkat kepada orang tua. Beliau mengajak kepada para orang tua untuk menyelaraskan pola asuh anak dalam keluarga serta pembatasan dalam penggunaan HP.

Hari pertama kemah ditutup dengan Silent Time yang yang diisi saat teduh bersama Fr. Rafael Weking dan Bpk. Hubertus Malur.
Hari Kedua : Aksi Nyata Misioner Cilik Penyelamat Bumi
Kamis (19/3), kegiatan pagi diawali dengan perayaan ekaristi bersama dan dilanjutkan senam ceria.
Setelah makan pagi, para peserta menerima materi kedua dari RD. Hyoga bertajuk “Misioner Cilik Penyelamat Bumi”.

Beliau mengajak anak-anak menjadi garda terdepan dalam membatasi penggunaan plastik dan menjaga kebersihan lingkungan.
Pesan tersebut langsung diwujudkan dalam Aksi Nyata. Kelompok anak TK/PAUD, diajak untuk belajar menanam tanaman kacang di area TK Sari Asih, sedangkan kelompok anak SD & SMP melakukan aksi bersih lingkungan dan menanam pohon palem yang kini mempercantik area depan gua Maria Gereja.
Keseruan kegiatan memuncak saat kegiatan outbound di siang hari yang melatih ketangkasan dan kerja sama tim.

Di bagian penutup rangkaian acara, Pastor Paroki kembali mengingatkan para orang tua agar terus mendukung anak-anak mereka aktif dalam kegiatan SEKAMI di paroki maupun stasi.

Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh peserta, para Romo, Frater, Ketua BPI, para pendamping.
Sampai jumpa di kemah SEKAMI Dekenat NTB, Juli mendatang.
Penulis: Made Suryani-Komsos Sumbawa Besar
Editor: Bowo



