LINTAS PAROKI

Komsos Paroki MBSB Nusa Dua Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Tata Kelola Media Sosial

NUSA DUA — Dalam semangat pewartaan yang kreatif dan bertanggung jawab di era digital, Seksi Komunikasi Sosial (KOMSOS) Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua mengadakan Pelatihan Jurnalistik dan Tata Kelola Media Sosial, Minggu (12/10) yang bertempat di Aula Christoforus.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Pastor Paroki, RD. Adianto Paulus Harun, yang menegaskan pentingnya peran media, termasuk media sosial sebagai sarana strategis dalam mengenalkan Yesus Kristus kepada umat dan masyarakat luas.

“Pewartaan melalui media sosial adalah jalan strategis bagi Gereja untuk hadir di tengah dunia,” ungkapnya.

Turut memberikan sambutan, Ketua Komsos Paroki MBSB Nusa Dua, Bobo Tandiono. Dia mengajak seluruh peserta untuk semakin kreatif dan bersemangat dalam pelayanan pewartaan melalui media sosial.

“Mari kita manfaatkan media sosial sebagai sarana pelayanan dan pewartaan iman,” pesannya singkat.

Materi pertama dibawakan oleh Hironimus Adil dengan tema “Teknik Penulisan Berita”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa berita sejatinya adalah laporan objektif tentang fakta aktual yang menarik perhatian pembaca. “Berita harus benar, tidak memihak, menarik, penting, dan aktual,” jelasnya.

Peserta juga diajak mengenal jenis-jenis berita seperti straight news, soft news, feature, dan laporan investigasi. Hironimus menekankan pentingnya struktur berita — mulai dari judul, teras (lead), tubuh, hingga ekor berita, serta penggunaan bahasa yang baik, singkat, padat, dan mudah dipahami.

“Judul berita sebaiknya mengandung sebagian unsur 5W + 1H agar pembaca langsung menangkap inti peristiwa,” tambahnya.

Tak kalah penting, ia mengingatkan bahwa foto merupakan pendukung utama dalam berita. “Pilih foto yang sesuai dengan narasi dan fakta, agar berita tetap fokus dan kuat,” ungkapnya

Sesi kedua diisi oleh Fredy, yang memperkenalkan peserta pada prinsip dasar sinematografi — mencakup aspek teknis dan artistik dalam pengambilan gambar untuk menghasilkan visual yang mendukung pewartaan.

Melalui penjelasan tentang berbagai sudut pengambilan gambar (shot types) seperti long shot, medium close-up, hingga bird’s eye view, peserta diajak memahami bagaimana gambar dapat membantu menyampaikan pesan dengan lebih kuat dan menarik.

Pada akhir sesi, para peserta bahkan diberikan kesempatan untuk ‘berlomba’ mengambil gambar milik mereka sendiri, yang kemudian diberi sedikit cerita atas gambar itu.

“Sinema yang baik bukan hanya soal teknis, tapi bagaimana visual bisa membantu kita bercerita,” ujar Fredy.

Sesi ketiga, yang diisi oleh Dyandra, membahas teknik finalisasi pewartaan digital menjadi konten media sosial yang menarik dan engaging, dimana peserta mendapatkan materi berharga tentang tata cara mengelola media sosial dan mengubah berita menjadi konten yang mampu membawa daya tarik bagi pembaca.

Pelatihan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang hangat. Para peserta berbagi pengalaman dan tantangan dalam menjadi pewarta di media digital, salah satunya kesulitan memulai kebiasaan menulis.

Acara kemudian ditutup dengan ajakan bersama untuk terus menghidupi semangat pewartaan digital.

“Gereja memanggil setiap kita menjadi pewarta Kristus dengan memanfaatkan media-media yang ada, baik media sosial maupun media pemberitaan yang ada,” demikian pesan penutup dari panitia.

Melalui kegiatan ini, Komsos Paroki MBSB Nusa Dua berharap semakin banyak umat yang tergerak untuk terlibat aktif dalam karya komunikasi sosial Gereja, menjadi saksi iman di dunia digital dengan sukacita dan tanggung jawab. *

Penulis :

Hizkia Martinus Colson Satu
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button