150 Tahun SVD : JADILAH SANG TERANG BAGI SEGALA PENJURU

AMPENAN, NTB – Dalam rangka menyongsong perayaan 150 tahun SVD, Paroki St. Antonius Padua Ampenan menggelar Triduum doa dan permenungan yang berlangsung sejak Rabu, 3 September hingga Jumat, 5 September 2025 di ruang Adorasi.
Kegiatan rohani ini dipimpin oleh Pastor Paroki, RP. Iron SVD, serta diikuti oleh kelompok kategorial Soverdia bersama sejumlah umat.
Pada hari pertama, dengan tema “Mengenal Sang Terang”, Pater Iron menegaskan bahwa siapa yang telah mengenal Sang Terang hendaknya menjadi sumber, pelaku, dan subjek pertama dari terang itu sendiri. Ia juga mengingatkan bahwa kerapuhan tidak selamanya dipandang sebagai kelemahan, melainkan bisa menjadi titik pacu untuk semakin kuat.

“Kenalilah diri secara mendalam, sebab kerapuhan bisa menjadi positif bila kita memiliki transformasi diri,” tegasnya.
Hari kedua Triduum mengusung tema “Dikobarkan Sang Terang”. Dalam renungannya, Pater Iron mengingatkan umat bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya.
“Kegagalan adalah momen di mana Tuhan mulai bekerja. Iman dan ketaatan penuh kepada Yesus akan membuahkan berkat yang melampaui segala harapan,” ungkapnya. Doa Tarekat pun menjadi penutup rangkaian hari kedua.
Memasuki hari ketiga, tema yang diangkat adalah “Membawa Terang”. Pater Iron menekankan bahwa setiap orang beriman dipanggil untuk menjadi pembawa terang dalam segala situasi dan tantangan hidup, dengan cara kreatif dan inovatif.

Pater Iron mencontohkan para misionaris, termasuk Santo Arnoldus Janssen dan Santo Yoseph Freinademetz, yang dipakai Allah untuk membawa terang melalui tiga kongregasi besar: SVD, SSpS, dan SSpS-AP.
“Salib adalah makanan sehari-hari bagi seorang misionaris. Dan siapa misionaris itu? Semua orang Katolik yang telah dibaptis,” pungkasnya. Triduum ditutup dengan doa bersama dan latihan paduan suara untuk mempersiapkan Misa Syukur.
Puncak perayaan 150 tahun SVD digelar pada Senin, 8 September 2025 pukul 18.00 WITA di Gereja St. Antonius Padua Ampenan, bertepatan dengan peringatan kelahiran Santa Perawan Maria. Kelompok Soverdia bertugas mengisi paduan suara dalam misa yang dihadiri umat paroki.

Dalam homilinya, Pater Iron menyampaikan bahwa menjadi misionaris adalah sebuah panggilan indah, bila dijalani dengan kasih yang tulus. “Menjadi misionaris berarti belajar mencintai umat dalam kategori apapun, mulai dari hal sederhana, berjalan bersama mereka, dan menghadirkan Injil dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Perayaan syukur ditutup dengan sesi foto bersama di depan altar serta ramah tamah dan santap malam bersama umat di Aula Paroki. Semangat “Jadilah Sang Terang Bagi Seluruh Penjuru” menjadi pesan yang ditekankan untuk terus dihidupi dalam seluruh perjalanan misi umat. *
Penulis :

Tony-Komsos Ampenan
Editor : Hiro/KomsosKD



