LINTAS PAROKI

RD. Flavianus Endi Rayakan Perak Imamat

KULIBUL – Bapak Uskup Mgr. Silvester San dan puluhan imam serta seorang Diakon, ikut bersukacita dalam perayaan 25 tahun (Perak) Imamat RD. Flavianus Endi, salah seorang Imam Diosesan Keuskupan Denpasar.

Turut berbahagia bersama Romo Vian, demikian biasa disapa, ratusan umat Paroki St. Paulus Kulibul maupun undangan dari paroki-paroki lainnya serta sejumlah biarawati, Frater dan Seminaris, dalam perayaan Ekaristi syukur yang diseleggarakan di gereja St. Paulus Kulibul, tepat pada hari ulang tahun ke 25 tahbisan sebagai imam, Sabtu, 26 Juli 2025.

Hadir pula dalam perayaan iman itu, keluarga sang Yubilaris yang datang dari Mangarai-NTT, maupun keluarga yang ada di Bali. Juga hadir dua orang imam dari luar daerah yang merupakan keluarga Romo Vian.

Gereja Kulibul pada hari istimewa itu sungguh dipadati umat dan para imam yang hadir. Sebagian umat lainnya duduk di bawah tenda yang terpasang di depan gereja itu.

Halaman pastoran yang terletak di belakang gereja, juga disulap menjadi sebuah ruangan untuk resepsi syukuran setelah misa. Sebuah tenda ukuran besar serta kursi-kursi yang diatur rapi, disediakan untuk seluruh undangan maupun umat yang hadir.

Misa dipimpin oleh Bapak Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, sebagai Selebran Utama, didampingi Yubilaris, Vikjen Keuskupan Denpasar RD. Herman Yoseph Babey dan puluhan imam konselebrasi.

Prosesi perarakan masuk gereja

Perayaan Ekaristi yang bertepatan dengan pesta St. Yoakim dan St. Ana (orang tua Bunda Maria) itu berlangsung mulai pukul 17.00 Wita, dan dimeriahkan oleh paduan suara Paroki Kulibul.

Bapak Uskup dalam pengantar misa mengajak para imam, biarawati dan seluruh umat untuk mendukung Rm. Vian dengan doa-doa, terutama untuk perjalanan imamat selanjutnya agar selalu dalam perlindungan Tuhan.

“Semoga kita juga mampu menghayati kasih Alah dalam kehidupan nyata sehari-hari, dalam keluarga, sesama, gereja dan di tengah masyarakat kita,” harap Bapak Uskup, terinspirasi oleh moto tahbisan imam Yubilaris “Allah adalah Kasih” (1 Yoh. 4:8).

Sementara dalam homilinya, dengan latar belakang kisah pelayanan cinta kasih dari Santa Theresa dari Kalkuta selama hidupnya, Bapak Uskup menegaskan bahwa perbuatan kecil yang dilakukan dengan kasih yang besar dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Bapak Uskup didampingi Yubilaris, Vikjen dan sejumlah imam Konselebran saat memimpin misa

“Kasih butuh pengurbanan seperti kasih agape, sebuah kasih tanpa pamrih yang berasal dari Allah. Kalau Allah adalah kasih maka kita sebagai buah dari kasih Allah itu, hendaknya untuk saling mengasihi dan meneruskan kasih Allah itu kepada sesama manusia,” kata Bapak Uskup.

Supaya kasih Allah itu tinggal dalam hati kita, lanjut Mgr. San, maka harus tinggal dalam kasih Yesus dan menimba sebanyak-banyaknya kasih yang diajarkanNya, mengikuti perintah-perintahNya, antara lain perintah saling mengasihi seperti Yesus mengasihi manusia dan BapaNya.

Tampak sebagian umat padati gereja Kulibul

Sebagai Murid Yesus Kristus, hendaknya harus mampu mengamalkan kasih itu dengan tindakan seperti diteladankan oleh Santa Theresa dari Kalkuta semasa hidupnya, menolong dan memperhatikan orang kecil, miskin, tertindas, mereka yang menderita dan sebagainya.

Menghidupi Kasih Allah

Yubilaris RD. Flavianus Endi, dalam sapaan kasih sesaat sebelum berkat penutup misa itu, mengungkapkan rasa syukur yang tak terhingga kepada Tuhan karena kekal abadi kasih setiaNya. Rm. Vian juga mengucapkan terima kasih berlimpah kepada Bapak Uskup, rekan-rekan imam, biarawati, seluruh umat dan undangan serta keluarga yang selalu mendukung panggilan imamatnya.

Sapaan kasih Yubilaris, tentu tidak jauh-jauh dari kisah kasih Allah yang menjadi moto imamatanya. “Cinta Kasih Allah menciptakan kita dengan kekhasan dan keunikan masing-masing. Saya sebagai imam Tuhan terus berjuang merayakan dan menghidupi kasih itu,” katanya.

Sejumlah umat duduk di depan bagian luar gereja

Dengan moto yang dihidupi dalam karya dan pelayanannya sebagai imam, dirinya selalu berjuang untuk memperlebar Kasih Tuhan lewat pelayanan kepada sesama dan memperkecil egonya yang dihayatinya dengan doa dan kurban. Rm. Vian yakin setiap waktu adalah proses belajar

“Kristus sendiri adalah kasih yang terpancar dalam hidup saya. Perjalanan 25 tahun adalah perjalanan penuh cinta. Ada tantangan dan kesulitan, tapi saya terus berjuang dan belajar untuk menghidupi moto saya: ‘Allah adalah Kasih’ dengan memperkecil ego saya dan memperluas kasih kepada sesama,” imbuhnya.

Lanjutnya, “Saya berjuang untuk selalu berjalan bersama Yesus sang Gembala Kasih, dengan cara ‘berplat kendaraan Bali yaitu DK’: Doa dan Kasih. Mari kita terus berjalan bersama dalam satu kasih dan berdoalah selalu untuk panggilan saya selanjutnya.”

Bapak Uskup, Yubilaris dan para Imam Konselebrasi

Bapak Uskup dalam sambutannya mengungkapkan, “Dalam nada syukur kita ayuhahagiakan Romo Vian yang merayakan 25 tahun imamatnya. Menjadi seorang imam dan menjalankan dengan setia selama 25 tahun tentu tidak diperoleh dengan mudah tapi dengan penuh pengorbanan dan melewati berbagai tantangan dan kesuitan serta suka dan duka.”

“Seorang imam dituntut untuk selalu memurnikan motivasinya, bukan untuk kemegahan dirinya tetapi untuk kemuliaan Allah serta mengabdi dan melayani kepada sesama,” ungkap Bapak Uskup.

Rm Vian, kata Bapak Uskup, sungguh berpasrah pada kasih Allah yang menopang hidup dan panggilannya. “Saya mencoba merenung, mengapa Romo Vian memilih moto ini. Ketika dia TOP di Bali pernah kecelakaan dan hampir merenggut nyawanya. Tapi berkat kasih Allah yang dialaminya, dia selamat dan sehat walafiat sampai sekarang di usia 25 tahun imamatnya. Moto ini mungkin saja terinspirasi dari pengalaman itu, walau Romo Vian sendiri tidak mengungkapkannya.”

Bapa Uskup mengapresiasi imamnya yang kini menjadi Pastor Paroki Kulibul itu, sebagai seorang yang disiplin, dan seorang yang multi talenta, dapat menjadi MC yang baik, suranya merdu dan public speakingnya bagus. Juga pribadi yang suka menghibur dan membuat orang tertawa gembira.

Bapak Uskup berpesan “Seorang imam dipanggil bukan untuk sukses tapi untuk taat dan setia. Mari kita terus berdoa untuk Yubilaris agar selalu diberkati, serta taat dan setia dalam panggilan dan pelayanannya dengan penuh kasih,” seraya mengucapkan terima kasih untuk semua yang mendukung terutama keluarga yang telah bersedia memberikan putra terbaik mereka untuk Gereja.

Bapak Wayan Simon mewakili DPP dan Panitia Perayaan

Wayan Simon mewakili Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kulibul, dalam kesempatan sebelumnya mengucapkan selamat kepada Romo Vian atas ulang tahun perak Imamat, seraya berdoa agar tetap setia sampai selamanya dan terus berjalan bersama umat dengan panuh kasih.

Wayan Simon mengungkapkan sejak Romo Vian berkarya di Kulibul beberapa karya nyata dilakukan antara lain pembangunan atau renovasi beberapa sarana gereja serta sejumlah karya pastoral dan pelayanan lainnya.

Bapak Uskup, Yubilaris bersama keluarga yang datang dari Manggarai

Selama 25 tahun menjadi imam di Keuskupan Denpasar, Romo Vian, pernah bertugas antara lain di Paroki Tabanan, Paroki Mataram, Pembina di Seminari Tuka, berkarya Paroki Gumbrih dan saat ini Pastor Paroki Kulibul.

Menari bersama dalam acara resepsi

Di Puspas Keuskupan Denpasar, Rm. Vian pernah dipercaya sebagai Ketua Komisi Keluarga dan sekarang Ketua Komisi Kerasulan Awam sekaligus Koordinator Bidang Pendidikan Umat (BPU) dan juga di Tribunal Perkawinan, juga pernah menjadi Moderator Kelompok Kategorial seperti ME.*

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button