DIRGAHAYU HUT KE-58 ROMO HERMAN YOSEPH BABEY
“Ya Tuhan, jadikan kami murid yang setia dan peka akan kehadiran-Mu setiap hari”

Kapela Keuskupan Denpasar – Misa Sabtu pagi di Kapela Keuskupan Denpasar, (26/7/2025) bertepatan dengan peringatan Santo Yohakim dan Santa Ana, diintensikan secara khusus untuk romo Herman Yoseph Babey yang merayakan HUT kelahiran ke-58.
Perayaan misa dipersembahkan oleh yang mulia Bapa Uskup Denpasar, Mgr.Silvester San, didampingi tiga imam konselebran yakni sang yubilaris romo Babey, romo Agustinus Sugiyarto (Sekretaris Uskup dan Ekonom Keuskupan Denpasar dan romo Kadek Ariana (Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Denpasar).

Mengawali homilinya, Mgr.San mengatakan, sebagaimana yang kita dengar dalam bacaan pertama, Putra Sirakh memuji para leluhur bangsa Israel yang terkenal, mulai Abraham, Ishak, Yakub dan keturunannya. Apakah para leluhur yang menjadi tokoh-tokoh itu patut diteladani? Tentu saja iya. Tapi, ternyata tokoh-tokoh itu juga punya kekurangan.
Seperti Daud yang juga punya kekurangan. Sebagai seorang pemimpin pasukan, Daud tangannya bersimbah darah dalam perjuangan membela bangsa dan tanah airnya.
Menurut Mgr. San, Daud juga jatuh dalam dosa, karena berzinah dengan istri Uria. Namun Daud tahu akan kekurangannya, dia bertobat dan diampuni Tuhan. Begitu juga Yakob tukang tipu, kemudian dia bertobat dan namanya menjadi Israel.
Perjanjian Allah dengan leluhur itu dipelihara oleh anak-cucu mereka, sampai dengan Yoakim dan Ana yang pestanya kita peringati setiap tanggal 26 Juli. Yoakim dan Ana adalah orantua Bunda Maria yang melahirkan Yesus.

“Bunda Maria dipilih oleh Allah karena dia hidup dalamasuahn orantua yang baik, mendengarkan firman Tuhan, memelihara firman Tuhan dalam hatinya dan melaksanakannya dalam hidupnya”, ungkap Mgr.San.
Karena itu, kita pun dalam hidup ini patut meneladani Bunda Maria, yang selalu mendengarkan firman Tuhan, memelihara firman Tuhan dalam hati dan melaksanakannya dalam hidup setiap hari”, kata Mgr.San.
Selesai misa dilanjutkan dengan santap pagi bersama di ruang makan Wisma Keuskupan Denpasar. Sebelum santap pagi, romo Babey didaulat berbagi perasaan dengan keluarga keuskupan yang menghadiri acara santapan pagi bersama.
Menurut romo Babey, jelang pergantian tanggal menyambut usia yang baru, saya telah mengadakan refleksi dan mendoakan kedua orangtua saya dan merasa bahagia, karena dianugerahkan rahmat kesehatan dan boleh menikmati usia yang baru. Saya merasa bahagia karena ada dukungan doa dari bapak Uskup, rekan-rekan imam dan kita semua yang hadir dalam perayaan misa di hari ulang tahunku ini.

Hal yang direfleksikan romo Babey dapat kita baca dalam renungan pagi dari romo Babey yang telah dibagikan secara online kepada umat, yang diakhiri dengan doa, “Ya Tuhan, jadikan kami murid yang setia dan pekah akan kehadiran-Mu setiap hari” (Sabtu, 26/7/2025) .
Penulis: Blasius Naya Manuk.



