PELANTIKAN DPP-DKP DAN PRODIAKON PAROKI TRITUNGGAL MAHAKUDUS TUKA PERIODE 2025- 2028

TUKA, DALUNG, Minggu, 29 Juni 2025, bertepatan dengan hari raya Santo Petrus dan Santo Paulus, nuansa perayaan Ekaristi Suci di gereja Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, tampak meriah dan penuh syukur.
Hal itu terjadi karena DPP, DKP dan Prodiakon yang sudah terpilih dalam balutan busana adat Bali, bersatu hati dan dengan mantap, berjalan bersama menuju altar Tuhan, diiringi Bleganjur untuk siap dilantik oleh Uskup Denpasar, Mgr. Dr.Silvester San.
Perayaan Misa pada hari raya Santo Petrus dan Paulus ini juga menjadi ucapan syukur bagi umat Lingkungan Batu Lumbung yang mengambil pelindung Santo Petrus dan Paulus. Mgr. San menjadi selebran utama, didampingi oleh RP. Dr. Paskalis I Nyoman Widastra, SVD (Pastor Paroki), dan RP. Gabriel Madja,SVD(Pastor Rekan).

Dalam pengantar misa, Mgr. San mengatakan, hari minggu ini kita memperingati dua rasul Yesus yang sangat berjasa dalam mewartakan Injil de segala bangsa. Dua tokoh yang berbeda karakter dan berbeda latabelakang pengetahuan atau Pendidikan, namun mereka sama-sama mewujudkan communio-persekutuan dalam Gereja.
Persekutuan merupakan hal peting dalam kehdupan menggereja. Walaupun Pertus dan Paulus seringkali berbeda pendapat namun mereka tidak saling meninggalkan satu sama lain tertapi tetap mengedepankan Persekutuan dalam perbedaan. Karena itu Mgr. San mengingatkan kepada semua anggota DPP-DKP dan Prodiakon Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka periode 2025-2030, hendaknya menyadari tugas perutusan Yesus Kristus dalam mewujudkan communio-persekutuan Gereja di Paroki Tuka seperti yang diteladankan oleh Santo Petrus dan Paulus.
Dalam khotbahnya, Mgr. San menjelaskan mengenai kedua tokoh penting dalam Gereja Katolik yang diperingati pada hari Minggu ini yakni: Santo Petrus dan Santo Paulus. Petrus yang ber-latarbelakang seorang nelayan yang buta huruf tetapi dipanggil oleh Yesus menjadi rasul-Nya.

Menurut Mgr San, sebelum kebangkitan Yesus, Petrus dalam ketakutan akan resiko penyangkalannya sebanyak 3 kali. Namun pada penampakkan Yesus di Tiberias, Petrus dijadikan Yesus menjadi Kepala Gereja-Nya, melalui firman-Nya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku”. Dalam menjalankan tugas pewartaan Injil, Petrus selalu mendapatkan tantangan dan penderitaan, bahkan penganiayaan dan penyiksaan oleh Raja Herodes.
Tetapi semua penyiksaan dan penganiayaan itu tidak menggoyahkan iman Petrus akan Yesus Kristus. Karena itu dalam Injil hari ini, Petrus yang sebelumnya bernama Simon, oleh Yesus menyebutnya sebagai Petrus(batu karang); “…Dan Aku berkata kepadamu : Engkaulah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Kepadamu akan kuberikan kunci kerayaan surga, apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga”(Mat.16:18-19).
Sedangkan Paulus, adalah orang yang terpelajar, berintelektual tinggi, dan sangat beda dengan Petrus. Namun keduanya sangat berjasa dalam sejarah Gereja perdana. Paulus dididik dalam dua latar belakang yakni dari para rabi Yahudi dan dari kebudayaan Yunani helenis.
Pada mulanya Paulus adalah musuh dan penganiaya orang Kristen. Dia berjuang menangkap dan menyiksa orang-orang Kristen dari Yerusalem dan kemudian dalam perjalanannya ke Damsik, dia bertemu dengan Yesus dan bertobat.
Pertobatannya menjadi titik balik yang sangat penting dalam sejarah Gereja, karena Paulus sangat aktif mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa.
Meski nyawa menjadi taruhannya, Paulus sungguh tidak takut dan malu mewartakan Injil, karena dia tahu kepada siapa dia percaya dan dia yakin bahwa Yesus berkuasa memelihara apa yang dipercayakan Yesus kepadanya hingga pada hari Tuhan(bdk.2Tim.1:12).
PETRUS DAN PAULUS MENINGGAL SEBAGAI MARTIR
Menurut Mgr. San, karena Petrus dan Paulus berani mempertahankan iman akan Yesus Kristus walau berkorban nyawa. Mereka meninggal sebagai martir, dan mendapatkan mahkota di Surga. Petrus dan Paulus meninggal pada zaman Kaiser Nero tahun 67 masehi.
Peran dan keteladanan Petrus dan Paulus menurut Mgr. San, tetap aktual bagi kita semua pengikut Yesus. Terlebih bagi DPP, DKP dan Pro-Dioakon Paroki Tritunggal Mahakudus yang baru ini untuk melanjutkan tugas dan peran sebagai pengikut Kristus, atas dasar cinta kepada Yesus Kristus dan mampu melaksanakan tugas yang dipercayakan Gereja dengan penuh tanggung jawab.
Mgr. San berharap, hendaknya kita semua memilki semangat melayani, berkurban membangun komunio/persekutuan di Gereja Tuka dan di Keuskupan Denpasar. Dalam perayaan Santo Petrus dan Paulus, kita berdoa dan bersyukur kepada Tuhan, juga memohon doa dari Santo Petrus dan Paulus agar kita mampu meneladani iman mereka dengan menjalankan tugas secara bertanggungjawab untuk terwujudnya Persekutuan Gereja yang Sinodal: Persekutuan – Partisipasi – Misi.
UPACARA PELANTIKAN DPP-DKP DAN PRODIAKON
Setelah khotbah, dilanjutkan dengan upacara pelantikan DPP-DKP dan Prodiakon periode 2025 – 2028. Upacara pelantikan diawali dengan pembacaan SK DPP,DKP, Prodiakon dan penyerahan Calon DPP, DKP dan Prodiakon oleh Komentator. Selanjutnya Pastor Paroki (RP. PaskaliI Nyoman Widastra, SVD) menyerahkan DPP, DKP dan Prodiakon kepada Uskup Denpasar, Mgr.Silvester San untuk dilantik.

Kepada Mgr. San, RP. Paskalis Widastra menyampaikan bahwa berhubung masa bakti DPP, DKP dan Prodiakon Paroki Tuka periode 2022-2025 sudah selesai, sementara pelayanan Pastoral, Keuangan Paroki dan Pelayanan terhadap para lansia dan yang sakit harus terus berjalan, maka selaku Pastor Paroki dengan mendengarkan masukan dari sesama imam, DPP-DKP lama dan masukan dari umat, telah menunjuk beberapa umat Paroki Tuka yang dipandang mempunyai kapasitas tertentu sesuai bidangnya untuk membantu pelayanan pastoral dan keuangan dengan duduk di DPP dan DKP dan juga beberapa umat menjadi prodiakon, untuk melayani para lansia, umat yang sakit, dan membantu pelayanan komuni pada perayaan ekaristi di gereja.
Selanjutnya Uskup Denpasar berterima kasih kepada pastor paroki Tuka dan pastor rekan yang senantiasa memperhatikan kesinambungan kepengurusan dan kebutuhan umat paroki Tritunggal Mahakudus Tuka. Juga kepada DPP, DKP dan Prodiakon yang lama atas kerjasama yang baik selama ini.

Kepada pengurus DPP, DKP dan Prodiakon yang akan dilantik, bapak Uskup berharap semoga dengan menerima tugas sebagai DPP, DKP dan Prodiakon Paroki Tuka, semakin dimampukan untuk menghadirkan Kerajaan Allah dalam kehidupan menggereja lewat pelayan yang baik kepada umat Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka.

Selesai dilantik dilanjutkan dengan upacara pengukuhan melalui pemercikan dengan Air Suci.
SAMBUTAN-SAMBUTAN
Ada dua sambutan diakhir perayaan ekaristi yakni dari Pastor paroki Tritunggal RP. Widastra, SVD Mahakudus Tuka, RP. Widastra, SVD dan dari Uskup Denpasar, Mgr. San.
Sambutan pertama oleh Pastor Paroki Tuka. Dalam sambutannya RP. Paskalis Widastra, SVD merasa sangat bersyukur atas peristiwa berahmat ini.

Romo Paskalis merasa sangat bersyukur karena dalam perayaan peringatan 2 tokoh penting: Petrus dan Paulus yang disatukan dengan perayaan pelindung lingkungan Santo Petrus dan Paulus Batulumbung Paroki Tuka, Uskup Denpasar (Bali-NTB) berkenan mengunjungi, menyapa dan meneguhkan umat Tuka serta melantik DPP, DKP dan Prodiakon Paroki Tuka, periode 2025 – 2028.
Menurut Romo Paskalis, kunjungan bapak Uskup Denpasar ini menjadi tanda bahwa umat Paroki Tuka yang sedang berjuang membangun gereja baru, tidak sendirian berjuang tetapi dengan dukungan bapak Uskup dan semua pihak, kita berharap 2 tahun lagi kerinduan dan harapan akan mempunyai gereja baru sudah bisa terwujud.
Romo Paskalis juga berterima kasihdan berharap semoga DPP, DKP dan Prodiakon yang sudah dilantik tidak lagi merasa terpaksa atau dipaksa, tetapi menerimanya sebagai amanah yang dipercayakan oleh umat dan juga sebagai tanggungjawab dan pengorbanan seperti rasul Petrus dan Paulus.
Terima kasih juga kepada umat lingkungan Batulumbung yang memilih Santo Petrus dan Paulus sebagai pelindung lingkungannya, dan mengambil bagian sebagai petugas liturgi dalam perayaan misa pelantikan DPP, DKP dan Prodiakon, seperti petugas Koor, Mazmur dan Lektor.
Terima kasih juga kepada Kelompok Seka Gong dengan koordonatornya saudara Bily yang membuat perayaan Ekaristi menjadi semarak. Tak lupa terima kasih juga dari Romo Paskalis kepada para petugas liturgi lainnya dan umat yang hadir.
Sambutan kedua dari Uskup Denpasar. Mengawali sambutannya, Mgr San mengatakan, “Yesus datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Beliau mengingatkan bahwa tahun 2025 adalah Tahun Yubileum Biasa yang mengambil tema: “Pengharapan Akan Kasih Allah Tidak Mengecewakan”(bdk.Rom.5:4).

Kita tentu tetap mempunyai pengharapan sebagaimana yang diungkapkan oleh Pastor paroki Tuka, Romo Paskalis dalam sambutannya.
Pengharapan akan terwujudnya pembangunan gereja yang baru, akan apa saja dan kapan saja. Yang jelas berpengharapan dalam Yesus Kristus tidak akan mengecewakan dan memuaskan kita dalam peziarahan hidup ini.
Masih 6 bulan lagi berziarah ke pintu suci. Jika tidak bisa ke Roma karena besarnya biaya, cukup pergi ke Katedral Denpasar, karena semua umat Keuskupan Denpasar (Bali-NTB), perlu tahu gereja Katedral Denpasar yang juga tidak kalah dengan basilika Santo Petrus di Roma, karena di Roma tidak ada Gereja katedral Denpasar yang berarsitektur Bali.
Namun karena banyak umat dari pulau Lombok dan Sumbawa merasa terlalu jauh dan harus mengeluarkan biaya yang besar ke Katedral Denpasar maka dalam bulan juni 2025 ini Uskup Denpasar sudah membuka dan memberkati pintu gereja Paroki Santa Maria Immaculata Mataram- Lombok dan gereja Paroki Sang Penebus -Sumbawa Besar sebagai gereja yang bisa menjadi tujuan ziarah ke pintu suci untuk mendapatkan indulgensi penuh.
Dalam bulan Agustus rencana bapak Uskup Denpasar akan memberkati dan membuka pintu suci suci bagi umat paroki Santo Yusuf Raba-Bima, Donggo dan Dompu agar umat di paroki unjung timur pulau Sumbawa lebih dekat berziarah ke pintu suci di gerejanya masing-masing.
Sebagai pesan penutup, Uskup Denpasar mengajak umat paroki Tuka untuk Bangkit dan Bergerak Bersama Mewujudkan Gereja Sinodal yang Militan, melalui Katekese Kontekstual. Militan bukan berarti bergaya militer, melainkan semangat berjuang pantang menyerah, penuh pengorbanan dalam mempertahankan iaman akan Allah dan menghayati serta mengamalkan dalam kehidupan setiap hari.
Bapak Uskup juga berterima kasih kepada DPP, DKP dan Prodiakon yang sudah menjalankan tugas dengan baik selama periode yang lalu. Semoga DPP, DKP dan Prodiakon yang baru dapat menjalankan tugas dengan lebih baik lagi untuk membangun Gereja Tuka dalam mewujudkan Gereja Sinodal: Persekutuan, Partisipasi dan Misi.
Kepada Umat Lingkungan Santo Petrus dan Paulus, Mgr, San mengucapkan selamat merayakan pesta pelindung Santo Petrus dan Paulus, semoga dapat meneladani perjuangan, pengorbanan dan kesaksian hidup dari Santo Petrus dan Paulus di tengah kehidupan ini.
Usai misa pelantikan DPP, DKP dan Prodiakon, Bapak Uskup dan Pastor Paroki, Pastor Rekan, DPP, DKP, Prodiakon, Petugas Liturgi, dan Tokoh Umat, mengadakan santap siang bersama di halaman Gua Maria Paroki Tuka sebagai ungkapan syukur dan kegembiraan dalam persekutuan dan kebersamaan. ***
Peliput : Blasius Naya Manuk.



