Rekoleksi Keluarga Besar Keuskupan; Pater Alex Dato, SVD: Melayani Dari Hati dan Dengan Hati
Menjeleng Natal 2024, keluarga besar Keuskupan Denpasar rehat sejenak dari rutinitas dengan mengadakan rekoleksi yang dikoordinir oleh Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar.

Rekoleksi tahunan kali ini bertempat di Stasi Kristus Raja, Abianbase, Paroki St. Theresia Tangeb, Selasa (17/12/2024).
Setiap tahun keluarga besar keuskupan melaksanakan rekoleksi dalam rangka Natal dan Paskah. Tidak jarang rekoleksi dilaksanakan di sebuah paroki atau stasi yang ada di Keuskupan Denpasar dengan pembimbing rekoleksi Pastor yang berkarya di tempat itu, seperti kali ini pembimbingnya adalah Pastor Paroki St. Theresia Tangeb, RP. Alex Dato, SVD.

Materi rekoleksi yang dibawakan oleh RP. Alex Dato, SVD, mengambil topik menarik “Melayani Dari dan Dengan Hati.”
Dalam refleksinya Pater Alex mengatakan bahwa pelayanan kristiani berakar pada transformatif hati yang bersifat spiritual, baik bagi pelayan maupun yang dilayani. Melayani dari dengan hati, imbuhnya, dapat menggerakan orang lain untuk juga saling melayani (Bdk. Roma 12:1-8).
Dikatakan, melayani adalah sebuah tindakanan yang berkatitan dengan hati. Karena itu melayani berfokus pada transformasi spiritual dalam hati.

Pelayanan dimulai dari hati itu, lanjut Pater Alex, pertama-tama harus menedani Yesus. Contoh, tindakan pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus sesunggungnya untuk menggerakan hati para murid dan pengikutNya untuk melakukan hal yang sama dan menunjukan kerendahan hati dalam pelayanan.
Lebih lanjut, Pater Alex menjelaskan struktur kepribadian manusia yang terdiri dari: Ego, Perasaan, Tubuh, dan Hati.
Ego mencakup ratio, intelek, aku. Elemen ratio mencakup fungsi berpikir, menimbang, mengambil keputusan dan kehendak. Sikap dan prilaku orang yang didominasi ratio lebih ditentukan oleh logika dan pertimbangan rasional.

Elemen ratio menghasilkan konsep, pikiran dan keyakinan yang mempengaruhi perasaan. Perasaan mendorong tubuh untuk melakukan tindakan.
Perasaan/Emosi diperlakukan untuk memberikan semangat hidup dan berkarya. Perasaan bersifat netral dan dapat mengarahkan pikiran ke tindakan potisitf atau negatif, tergantung bagaimana seseorang mengendalikannya.
Tubuh, katanya, berfungsi melalui insting dan indra, serta menjadi alat untuk melaksanakan fungsi elemen lainnya, terutama hati.
“Tubuh harus dikendalikan oleh hati atau ego sejati. Jika tubuh yang mengarahkan hidup seseorang, perkembangan Citra Allah dalam dirinya bisa terhambat dan menjadin budak tubuhnya,” tegasnya.
Sedangkan Hati merupakan inner self, ego sejati (Inti/core), citra Allah, kehendak Allah. Hati merupakan pusat relasi manusia dengan Tuhan, menghubungkan manusia dengan Tuhan, serta mengarahkan perkembangan manusia agar menjadi diri sejati, menjadi Citra Allah.
Hati, lanjut Pater Alex adalah inti kepribadian/core personality, maka segala elemen yang lain harus melayani hati (ancilla cordis). Dari hati mengalir moralitas (suara hati).

“Dalam hati juga terdapat iman, spiritualitas, nilai-nilai, kehendak Allah, kualitas-kualitas yang dibutuhkan seorang pelayan agar dapat melayani seperti Yesus.
Dalam kesimpulannya, Pater Alex menegaskan bahwa sebagai fungsionaris/pemimpin pastoral, atau pemimpin apapun sangat penting melayani dari hati dan dengan hati. Pemimpin sebagai pelayan sejati harus melayani dengan hati.
“Pelayanan yang tulus memuliakan, memberdayakan dan menggerakkan untuk ikut melayani. Ini harus menjadi fokus utama,” ungkap Pater Alex.
Selepas memberikan rekoleksi, dilanjutkan dengan sakramen tobat (pengakuan dosa) bagi yang belum sempat pengakuan. Pater Alex sendiri yang mendengarkan pengakuan. Baik Rekoleksi maupun pengakuan dosa dilaksanakan dalam Gereja Stasi Abianbase.
Acara dilanjutkan dengan makan siang dan rekreasi terpimpin di gedung serbaguna stasi itu. Dalam acara rekreasi terpimpin ini diisi dengan aneka kuis berhadiah maupun games yang menarik lainnya. Persaingan antara kelompok begitu seru dan semuanya bertujuan untuk kegembiraan dan sukacita.
Rekoleksi keluarga besar Keuskupan Denpasar dihadiri antara lain Bapak Uskup Mgr. Silvester San, Vikjen yang juga Direktur Puspas RD. Herman Yoseph Babey, Ekonom/Sekretaris Uskup RD. Agustinus Sugiyarto, Ketua Komis PSE RD. Evensius Dewantoro, Ketua Komisi Keluarga RD. Adianto Paulus Harun, Ketua Komisi Kerasulan Awam RD. Flavianus Endi, Ketua Komisi Kepemudaan RD. Rony Alfridus Bere Lelo, para Staf Sekretariat dan Ekonom Keuskupan, para Sekretaris Komisi Puspas, Staf Rumah Tangga Keuskupan dan Staf unit Rumah Betania.
Ketua Dewan Stasi Kristus Raja Abianbase, Laurensius I Nyoman Nuaja, merasa terhormat dan sangat gembira stasinya dapat kunjungan Bapak Uskup dan keluarga besar Keuskupan Denpasar untuk mengadakan rekoleksi di tempat itu.

“Kami merasa gembira dan terhormat stasi kami menjadi tempat rekoleksi keluarga besar Keuskupan Denpasar, apalagi dihadiri sendiri oleh Bapak Uskup,” kata Nyoman Nuaja, dalam sapaan kasihnya sebelum rekoleksi dimulai.
Ketua Dewan Stasi Abianbase setia mengikuti seluruh rangkaian rekoleksi ini dan beberapa ibu dari stasi itu menyediakan konsumsi bagi seluruh peserta rekoleksi.
Selamat menyambut Natal 2024*
Penulis :

Hironimus Adil



