LINTAS PAROKILINTAS PERISTIWA
Trending

SIDANG PLENO DEWAN PASTORAL KEUSKUPAN DENPASAR RESMI DILAKSANAKAN

Sidang Pleno Dewan Pastoral Keuskupan Denpasar (DPK) resmi dilaksanakan mulai Senin, 23 Januari 2023, di Aula Keuskupan Denpasar. Sidang ini akan berlangsung hingga 26 Januari 2023.

Sidang Pleno DPK ini dihadiri oleh seluruh fungsionaris Keuskupan Denpasar, mulai dari Gembala Tertinggi Bapak Uskup Mgr. Silvester San, Vikjen Keuskupan Denpasar RP. Yosef Wora, SVD, serta para Kuria Keuskupan Denpasar lainnya, seperti Ekonom RD. Hubertus Hady Setyawan, Vikaris Yudisial RD. Dominikus I Gusti Bagus Kusumawanta, dan Sekretaris Keuskupan RD. Y.B. Nyoman Suryana atau Rm. Komang.

Fungsionaris lainnya yang menjadi peserta sekaligus panitia penyelenggara sidang DPK ini adalah seluruh pengurus Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Denpasar, mulai Direktur Puspas RD. Herman Yoseph Babey, para Ketua Bidang (BPI, BAK,BPU), dan para ketua dan sekretaris Komisi-komisi.

Selain itu, sidang ini juga dihadiri oleh seluruh Imam yang berkarya di Paroki/Stasi se-Keuskupan Denpasar baik Pastor Paroki maupun Pastor Rekan, baik yang berada di Bali, hingga ujung timur Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Menjadi peserta sidang juga adalah pimpingan kongregasi yang berkarya di Bali, antara lain SVD, O.Carm, CDD dan OCD, serta kongregasi Suster-suster yang diwakili oleh pengurus Ikatan Biarawati Keuskupan Denpasar (IBKD).

Menariknya dalam sidang kali ini juga diikuti oleh empat orang Diakon yang akan ditahbiskan di gereja Roh Kudus Katedral, pada 27 Januari 2023, sekaligus menjadi puncak dari sidang pleno ini. Bersamaan tahbisan tersebut, Bapak Uskup Mgr. Silvester San, juga akan mengumumkan dilaksanakanannya Sinode V Keuskupan Denpasar tahun 2023.

Suasana sidang hari pertama

Hadir juga dalam sidang ini adalah sejumlah frater yang melakukan TOP di beberapa paroki. Dalam sidang ini mereka memiliki tugas khusus yakni menjadi Notulis untuk mencatat setiap pembicaraan/pembahasan selama sidang berlangsung.

Pada sidang hari pertama kemarin, dimulai dengan perayaan Ekaristi yang dilaksanakan di Kapel Keuskupan pada pukul 18.00 Wita. Misa dipimpin oleh Bapak Uskup Denpasar didampingi oleh Deken Bali Barat RD. Agustinus Sugiyarto dan Deken NTB RD. Laurensius Maryono.

Di sela-sela homilinya Bapak Uskup mengungkapkan bahwa perayaan Ekaristi ini dilaksanakan dalam rangka memulai sidang pleno DPK 2022, di mana sidang ini bertujuan untuk mengevaluasi karya pastoral 2022 yang mengusung tema “Gereja dalam Perutusan Kontekstual.”

Sidang Pleno ini juga menurut Bapak Uskup, merupakan sidang pleno tahun kelima atau tahun terakhir dari amanat Sinode IV.

“Evaluasi perlu kita lakukan untuk mengetahui sejauh mana kita berhasil dalam melaksanakan program-program pastoral kita, apa yang menjadi kekuatannnya. Kemudian apa kesulitan atau hambatannya. Atau mungkin juga kita mengalami intervensi Tuhan sehinga kita dapat keluar dari bayang-bayang pandemic covid 19 untuk melaksanakan karya pastoral kita. Melalui perayaan ini kita juga mohon kepada Tuhan untuk mengutus Roh KudusNya agar kita dapat melaksanakan sidang pleno ini dengan baik dan Roh Kudus yang sama menggerakkan kita untuk karya pastoral selanjutnya,” kata Bapak Uskup.

Usai perayaan Ekaristi, istirahat sejenak untuk santap malam. Kemudian dilanjutkan dengan agenda sidang yang pertama berupa Laporan dari Direktur Puspas RD. Herman Yoseph Babey dan Pengarahan dari Bapak Uskup yang sekaligus membuka sidang pleno ini secara resmi.

Rm. Babeby, selaku Direktur Puspas, dalam laporannya menyampaikan bahwa sejatinya rapat pleno ini dilaksanakan akhir November 2022, tetapi atas sejumlah pertimbangan antara lain rencana tahbisan imam pada akhir Januari ini, sehingga demi efektivitas waktu maupun biaya, maka dilaksanakan sekarang.

“Namun demikian penundaan ini tidak mengurangi makna dan kualitas rapat pleno ini,” kata Romo Babey, seraya menyampaikan syukur dan terima kasih karena rapat pleno ini dihadiri “full team” setelah dihantam oleh pandemic selama dua tahun. Peserta sidang pleno ini secara keseluruhan mencapai hampir 80 orang.

Dikatakan oleh Romo Babey, bahwa sidang pleno ini masih sama dengan sidang pleno sebelumnya yaitu bertujuan untuk menilai dan mengevaluasi karya pastoral 2022 dengan tema besar “Gereja dalam Perutusan Kontekstual.” Selanjutnya merancang program tahun 2023 ini.

MENUJU SINODE V

Dikatakan oleh Direktur Puspas, sidang pleno ini menjadi sesuatu yang istimewa sebab merupakan evaluasi tahun kelima atau tahun terakhir pasca Sinode IV. Dalam pleno kali ini, lanjutnya, sekaligus juga membicarakan persiapan menuju Sinode V Keuskupan Denpasar.

“Tidak banyak program yang kita rancang tahun 2023, karena kita semua akan disibukan dengan persiapan Sinode V hingga puncaknya yang direncakan pada akhir November 2023. Kecuali program rutin maupun program dari KWI atau Regional dan kegiatan lainnya yang meminta keterlibatan dan partisipasi kita,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Romo Babey juga melaporkan tentang data kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Puspas selama tahun 2022. Dalam catatan Direktur Puspas, dari 27 program unggulan ada 18 yang terealisasi dengan baik. Kemudian, program rutin ada 51 yang terlaksana dari 66 program yang direncanakan. Ada juga kegiatan lain di luar program yang terlaksana yaitu 25 kegiatan.

Rm. Babey (kanan) dan Bapak Uskup (tengah) saat menyampaikan laporan dan pengarahan

Tingkat partisipasi umat dalam aneka kegiatan itu, menurut Romo Babey, cukup baik. Ada 3.238 orang yang ikut ambil bagian, terdiri dari 1.794 laki-laki dan 1.444 perempuan.

ARAHAN USKUP

Usai laporan dari Direktur Puspas, dilanjutkan dengan pengarahan Bapak Uskup Mgr. Silvester San, sekaligus membuka kegiatan ini secara resmi.

Mengawali pengarahannya, Bapak Uskup terlebih dahulu mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta sekaligus ucapan selamat tahun baru 2023 dan selama tahun baru imlek kepada yang merayakannya.

Bapak Uskup kemudian mengungkapkan bahwa bangsa Indonesia maupun seluruh dunia baru mengalami masa sulit akibat pandemic covid 19.

“Kita baru mengalami masa sulit akibat pandemic covid 19, dan Presiden RI Bapak Joko Widodo sudah mencabut PPKM dan kita sudah memasuki fase endemic dari pandemic. Terima kasih kepada pemerintah yang serius menangani covid 19 dengan memberikan vaksin secara gratis. Kesehatan adalah asset paling berharga dalam hidup kita,” ungkap Mgr. San.

Menurut Bapak Uskup, dari pandemic ini telah memberikan pelajaran berharga antara lain hidup lebih displin, menghargai hidup bersih serta memaksa banyak orang untuk mempelajari hal-hal baru seperti mempelajari sarana komunikasi digital dan membuat banyak orang lebih kreatif.

“Sarana pewartaan di dunia maya dewasa ini menjadi penting. Untuk para imam yang memnafaatkan sarana digital melalui media sosial untuk pewartaan silahkan dikembangkan tetapi tetap mengingat untuk tidak menabrak undang-undang ITE,” kata Bapak Uskup.

Suasana saat Registrasi peserta

Dikatakan Bapak Uskup, tahun 2022 merupakan tahun terakhir dari lima tahun pelaksanaan hasil Sinode IV. “Maka kita akan kembali melaksanakan Sinode V untuk kesinambungan karya pastoral kita,” ungkapnya.

Dikatakan oleh Bapak Uskup, bahwa sidang pleno ini juga akan dibicarakan persiapan menuju Sinode V dan temanya sudah ditetapkan yaitu: Bangkit dan Bergerak Bersama Demi Terwujudnya Gereja Sinodal: Persekutuan – Partisipasi – Misi.

“Tema ini cukup aktual, karena senada dengan tema Sinode para Uskup Sedunia yaitu mewujudkan Gereja Sinodal: Persekutuan – Partisipasi – Misi. Walaupun tema ini bukan sesuatu yang baru tetapi selalu dibarui,” kata Bapak Uskup.

Menurut Bapak Uskup, Gereja Lokal Keuskupan Denpasar telah berpartisipasi dalam Sinode para Uskup Sedunia dengan menggali masukan umat melalui tim yang diturunkan oleh Puspas ke seluruh paroki/stasi se-Keuskupan Denpasar.

“Masukan umat sangat berguna bagi Gereja Universal, juga bagi Gereja Lokal Keuskupan Denpasar yang akan menyelenggarakn Sinode V tahun ini,” imbuhnya.

Selanjutnya, terkait program pastoral 2022 yang berjalan bersamaan dengan Sinode para Uskup Sedunia, berdasarkan data yang diperoleh dari Puspas, menurut Bapak Uskup dalam menjawabi tema 2022, kegiatan pastoral di tiga bidang terealisasi dengan baik, walau ada beberapa yang tidak terealisasi sebagaimana disampaikan oleh Direktur Puspas. Bapak Uskup kemudian membacakan kegiatan setiap Bidang dan Komisi yang berhasil dilaksanakan dengan baik di tahun 2022.

“Anekaragam kegiatan yang dilaksanakan, terlepas dari ada yang tidak terealisasi menunjukkan karya pastoral kita berjalan cukup baik walau dihadang oleh kesulitan akibat masih dibayangi oleh pandemic,” ungkap Mgr. San, seraya mengajak seluruh peserta untuk mendalami evalasi pada agenda sidang selanjunya.

Bapak Uskup juga menyampaikan bahwa Keuskupan Denpasar telah menjadi tuan rumah yang baik dalam kegiatan Pertemuan Nasional 4 komisi KWI yang dilaksanakan di Bali yaitu Komisi HAK, PSE, KKI dan Komsos.

Karya pelayanan 2022 juga, kata Bapak Uskup, dimahkotai oleh pesta perak tiga imam Keuskupan Denpasar yaitu RD. Y.B. Noman Suryana, RD. Thomas Almasan dan RD. Laurensius Maryono, serta salah satu putra Bali dari Kongregasi SVD yang kini berkarya di luar negeri yaitu P. Dawio,SVD.

Suasana saat Registrasi peserta

Di bagian akhir pengarahannya, Bapak Uskup menyampaikan terima kasih kepada seluruh fungsionaris pastoral Keuskupan Denpasar baik yang tertahbis maupun yang terbaptis. Terima kasih yang sama juga kepada Pembimas Katolik Provinsi Bali dan NTB yang telah mendukung karya pastoral selama ini.

“Akhirnya saya mengucapkan selamat bersidang,” pungkas Bapak Uskup, seraya membuka sidang itu secara resmi.

Usai pengarahan Bapak Uskup, Romo Babey, kemudian menyampaikan alur proses sidang pleno DPK yang berlangsung 23-26 Januari 2023.

“Mari kita lakukan yang terbaik untuk Keuskupan Denpasar,” demikian Romo Babey mengajak sekaligus menutup seluruh rangkaian sidang pleno hari pertama.

Memasuki hari kedua, sidang akan memasuki agenda evaluasi kegiatan pastoral 2022 baik dari bidang-bidang yang ada di Puspas maupun dari tiga Dekenat. Hari kedua juga mengagendakan laporan keuangan dan catatan kritis, dilanjutkan masukan dan informasi dari Pembimas Katolik Provinsi Bali dan NTB. Agenda sidang hari kedua akan diakhir dengan pengarahan awal menuju Sinode V Keuskupan Denpasar, lalu ditutup dengan Misa Kudus. ***

Penulis
Hironimus Adil
Show More

KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL

Tim Redaksi *Pelindung Mgr. DR. Silvester San (Uskup Keuskupan Denpasar) *Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi RD. Herman Yoseph Babey (Ketua Komisi Komsos) *Redaktur: Hironimus Adil- Blasius Naya Manuk- Christin Herman- J Kustati Tukan-

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close