HIDUP YANG SALEH

Jumat, 20 Februari 2026
Yes 58:1-9a
Mat 9:14-15
Kadang orang merasa bahwa hidupnya sudah cukup religius. Berdoa, ikut ibadat, dan mungkin juga berpuasa. Namun dalam relasi sehari-hari, masih ada kemarahan, ketidakadilan, atau sikap acuh terhadap sesama. Iman bisa tampak hidup di luar, tetapi hati belum sungguh berubah.
Melalui Nabi Yesaya, Tuhan menegur umat yang rajin berpuasa tetapi tetap bertengkar dan menindas. Tuhan berkata bahwa puasa yang dikehendaki-Nya adalah melepaskan belenggu kelaliman, membebaskan yang tertindas, berbagi roti dengan yang lapar, dan menolong sesama. (Yes 58:1-9a).
Semoga hidup kita bukan hanya tampak saleh, tetapi sungguh mencerminkan kasih Tuhan.
Ya Tuhan, peliharalah kami dalam kasih-Mu yang abadi, amin.
Denpasar, 20 Februari 2026



