LINTAS PAROKI
Trending

SALVE NOVENA INDULGENSI PAROKI SANTO YOSEPH DENPASAR

Bulan November oleh Gereja Katolik dipersembahkan secara khusus bagi arwah semua orang beriman. Hal ini diawali dengan Hari Raya Semua Orang Kudus (All Saints Day) pada 1 November dan Hari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman (All Souls Day), 2 November.

Pada bulan ini pula, seluruh umat beriman dapat memohonkan rahmat pengurangan hukuman atas dosa (indulgensi) bagi jiwa-jiwa yang telah meninggal dan masih berada di Api Penyucian (Purgatorium).

Istimewanya, pada tahun ini, Paus Fransiskus kembali mengeluarkan dekret yang memperkenankan seluruh umat beriman dapat memperoleh rahmat indulgensi sepanjang bulan November. Sebagaimana tahun sebelumnya, dekret ini dikeluarkan mengingat situasi pandemi Covid-19 masih menjadi penghalang bagi umat beriman untuk menjalankan sejumlah kewajiban untuk memperoleh indulgensi, salah satunya berziarah ke makam.

Dalam situasi yang umum, rahmat indulgensi hanya dapat dimohonkan dan dianugerahkan pada tanggal 1 hingga 8 November. Akan tetapi, karena situasi pandemi, Paus Fransiskus kembali memperpanjang durasinya hingga satu bulan penuh sepanjang November. Oleh sebab itu, kesempatan penuh rahmat ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh umat beriman.

Paroki Santo Yoseph Denpasar menyelenggarakan Salve Novena Indulgensi selama sembilan hari sejak 31 Oktober hingga 8 November. Salve atau adorasi ini dilakukan sebagaimana tradisi mendoakan arwah yang lazim dilakukan.

Selama sembilan hari setiap pukul 20.00 atau jam 8 malam di Gereja Santo Yoseph jalan Kepundung, umat Paroki Santo Yoseph Denpasar bertekun dalam doa dan Salve memohon rahmat indulgensi bagi jiwa-jiwa yang telah meninggal dunia dan masih berada di Purgatorium. Salve ini dipimpin oleh P. Laurensius I Ketut Supriyanto, SVD, pastor rekan Paroki Santo Yoseph Denpasar.

Setiap harinya, novena ini mendoakan intensi khusus yang berbeda. Pada hari pertama, umat mendoakan Paus, uskup, imam, biarawan, biarawati, terutama yang memelihara jiwa umat. Pada hari kedua, umat mendoakan orang yang paling dekat, orang tua, saudara, kerabat, dan para leluhur. Pada hari ketiga, umat mendoakan sahabat, tetangga, dan kenalan. Pada hari keempat, umat mendoakan jiwa yang telah meninggal mungkin karena kesalahan umat.

Pada hari kelima, umat mendoakan jiwa-jiwa yang tak seorang pun mendoakannya, yang tak mengalami kasih dari siapa pun. Pada hari keenam, umat mendoakan jiwa-jiwa yang menderita dalam hidup, putus asa, dan mengakhiri sendiri hidupnya. Pada hari ketujuh, umat mendoakan jiwa-jiwa yang meninggal mendadak karena kecelakaan, bencana, dan perang. Pada hari kedelapan, umat mendoakan jiwa-jiwa semua orang Kristen. Pada hari kesembilan, umat mendoakan jiwa-jiwa semua yang telah meninggal.


Salve diawali dengan lagu pembuka dan pentahtaan sakramen dalam monstrans. Selanjutnya, salve dibuka dengan tanda salib, pengantar, pernyataan tobat, dan doa pembuka. Setelah itu, dibacakan bacaan hari yang bersangkutan dan renungan singkat dilanjutkan saat hening. Selanjutnya, doa bersama dibawakan yang meliputi doa hari yang bersangkutan, litani arwah, dan doa memohon indulgensi bagi jiwa-jiwa. Pada doa memohon indulgensi ini, umat yang hadir dipersilakan menyebut nama-nama arwah yang hendak didoakan secara spontan.

Setelah itu, umat menyanyikan lagu Pange Lingua Gloriosi (Tantum Ergo) dan monstrans didupai. Pastor kemudian menggunakan kain velum untuk mengangkat monstrans dan memberikan berkat sakramen. Selanjutnya, umat mendaraskan doa Jiwa Kristus (Anima Christi). Setelah itu, pastor mengembalikan sakramen (hosti) ke dalam tabernakel. Akhirnya, ibadat salve ditutup dengan lagu penutup.

Selama sembilan hari, umat hadir dan dengan khusyuk berdoa. Hal ini didukung dengan suasana gereja yang syahdu dengan lampu yang redup sepanjang salve dan musik pengiring yang semakin menyejukkan suasana. Bahkan, sepanjang salve yang berdurasi satu jam tersebut, umat mampu bertahan berlutut satu jam penuh karena suasananya yang begitu mendukung.

Pada akhirnya, ibadat salve novena selama sembilan hari ini mendapat sambutan yang positif dari umat. Hal ini terbukti dengan penuhnya bangku gereja oleh umat yang secara tekun hadir dan berdoa selama sembilan hari tersebut. Semoga, jiwa-jiwa yang telah didoakan ini dapat memperoleh rahmat indulgensi dan sesegera mungkin memasuki kebahagiaan abadi bersama Allah dan para kudus di surga.

Penulis
Joshua Jolly SC

Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL

Tim Redaksi *Pelindung Mgr. DR. Silvester San (Uskup Keuskupan Denpasar) *Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi RD. Herman Yoseph Babey (Ketua Komisi Komsos) *Redaktur: Hironimus Adil- Blasius Naya Manuk- Christin Herman- J Kustati Tukan-

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close