LINTAS PAROKILINTAS PERISTIWA
Trending

RAYAKAN HPS 2022, SEKSI PSE KATEDRAL ADAKAN LOMBA DAN PAMERAN PRODUK TURUNAN EE

Basemen Gereja Roh Kudus Katedral Denpasar, Minggu, 16 Oktober 2022, dari pagi hingga siang, terasa berbeda dari biasanya. Separuh dari ruangan basemen itu suasananya begitu ramai dan penuh dengan produk-produk hasil karya umat paroki itu.

Suasana yang berbeda itu bukan tanpa ada sebab. Sebagaimana diketahui, setiap tanggal 16 Oktober, salah satu organisasi di bawah PBB yaitu Food and Agriculture Organization (FAO), sejak tahun 1981, ditetapkan sebagai Hari Pangan Sedunia (HPS) dan dirayakan di semua negara di dunia.

Gereja Katolik sejagad pun tidak mau ketinggalan untuk merayakan HPS setiap tahunnya bahkan HPS sudah menjadi sebuah gerakan dalam Gereja Katolik.

Ketua BAK Paroki Katedral, Alexander Vitalis (kiri) di salah satu stand pameran Lingkungan

Sungguh menjadi berkat tersendiri bahwa tahun 2022 ini, perayaan HPS tepat pada hari Minggu. Biasanya, Gereja memperingati secara khusus HPS dalam perayaan Ekaristi pada hari Minggu terdekat setelah 16 Oktober.

Momen HPS ke 42, 16 Oktober 2022, inilah yang dirayakan secara istimewa oleh Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar. Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) paroki itu, menyelenggarakan Lomba dan pameran produk-produk turunan Eco Enzyme (EE).

Tampak begitu indah Stand Lingkungan Banjar Hati Maria Tak Bernoda

Produk turunan EE yang dilomba dan dipamerkan pada peringatan HPS ini didominasi oleh produk seperti cuka anggur, cuka salak serta rasa buah lainnya serta produk sabun batang dan cair, dan sebagainya.

Lomba dan pameran ini diikuti oleh 23 Lingkungan dari 26 Lingkungan yang ada di Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar. Masing-masing dari 23 lingkungan yang ikut berpartisipasi memiliki stand yang didekor secara menarik untuk memajang produk-produk hasil karyanya.

Pastor Paroki Katedral RD. Herman Yoseph Babey, coba mencicipi cuka anggur produksi salah satu Lingkungan

Seksi PSE merupakan salah satu Seksi dalam rumpun Bidang Aksi Kemasyarakatan (BAK) dalam struktur kepengurusan Dewan Pastoral di Keuskupan Denpasar.

Ketua BAK Paroki Roh Kudus Katedral, Alexander Vitalis, di sela-sela acara, kepada media ini mengatakan giat yang dilaksanakan dalam rangka perayaan HPS 2022 merupakan program Seksi PSE paroki.

Pameran dan lomba dalam rangka HPS tersebut, menurut Pak Alex, demikian biasa disapa, bentuk apresiasi kepada umat dari Lingkungan-lingkungan atas usaha mereka menggerakan ekonomi umat.

Tanaman cabe di salah satu stand pameran, begitu subur dirawat dengan Eco Enzyme

Pak Alex menjelaskan, sejak RD. Evensius Dewantoro (Ketua PSE) bersama Tim PSE Keuskupan Denpasar memperkenalkan sekaligus memberikan pelatihan pembuatan Eco Enzyme tahun 2021, BAK bersama Seksi PSE Paroki Katedral menindak lanjutinya dengan mengadakan pendampingan dan pelatihan pembuatan EE di setiap lingkungan. Demikian pula mengenai produk turunan EE seperti pembuatan cuka anggur dan sabun batang/cair.

“Dari pelatihan tersebut, Lingkungan-lingkung bergerak mempraktekannya, termasuk membuat produk turunan EE. Hasil dari pelatihan tersebut yang sudah dalam bentuk produk turunan EE inilah yang dipamerkan dan beberapa di antaranya dinilai (dilombakan) hari ini,” ungkap Alex Vitalis.

Putu Herdiyanto dari Relawan EE Indonesia (tengah) sedang mencicipi Cuka Anggur yg akan dinilai. Didampingi Alex Vitalis (kanan), dan Handoko dari Tim Komisi PSE Keuskupan Denpasar (berompi)

Menurut Pak Alex, beberapa produk turun EE yang dipamerkan antara lain sabun batang, sabun cair, cuka anggur, cuka apel dan jenis buah-buahan lainnya serta dalam bentuk manisan. Dari jenis-jenis produk itu, yang dinilai dan ikut dalam lomba adalah produk cuka anggur dan sabun batang.

Di beberapa stand pameran, juga dipajang beberapa jenis tanaman tertentu. Tanaman tersebut, menurut Alexander Vitalis, dirawat menggunakan EE dengan takaran tertentu.

“Semua produk turunan EE yang dipamerkan di sini boleh dibeli oleh siapa saja, dengan harga yang sangat terjangkau. Ini salah satu upaya dalam meningkatkan ekonomi umat,” katanya.

Ibu Novy, Ketua Panitia Acara

Alex Vitalis, menambahkan dalam rangka perayaan HPS juga maka sebagian dari keuntungan produk ini disisihkan membeli beras untuk membantu umat yang membutuhkan. “Saat ini, tersedia 100 paket beras berisi 5 Kg yang akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan,” ungkap Pak Alex.

Pameran dan lomba itu dibuka secara resmi setelah misa kedua di gereja Katedral, atau sekitar pukul 11.00 wita. Kendati demikian, pameran sudah dari pagi dan penilaian oleh dewan juri dilakukan mulai pukul 10.00 wita.

Giat dalam rangka HPS itu dibuka secara resmi oleh Pastor Paroki Katedral RD. Herman Yoseph Babey. Acara pembukaan ini, selain dikuti oleh seluruh peserta pameran dan lomba, para juri, panitia juga sebagian umat yang telah mengikuti misa dan langsung mengunjungi arena pameran.

Juri saat menilai produk yg dilombakan

Romo Babey, menerangkan tentang tema HPS 2022 yaitu Leave No One behind atau artinya tidak meninggalkan siapapun di belakang. Salah satu wujud dalam merealisasikan tema ini adalah melalui produksi pangan, nutrisi, lingkungan, dan kehidupan yang lebih baik.

“Produk-produk yang kita pamerkan dalam rangka HPS ini adalah bagian dari kekuatan ekonomi kita. maka kita wajib membawa pulang semua produk yang ada dan jangan lupa untuk memberi uang sesuai harga yang tertera,” ajak Romo Babey kepada umat yang datang berkunjung, seraya menyampaikan telah mencicipi beberapa produk cuka anggur dan cuka salak.

Ketua Seksi PSE Katedral Ibu Effita (paling kiri) bersama Panitia

Romo Babey juga menyampaikan terima kasih kepada PSE Keuskupan Denpasar yang terus menyosialisasikan dan menggerakan umat di keuskupan ini untuk melakukan sesuatu yang produktif bagi peningkatan ekonomi umat. Apresiaso juga disampaikan Romo Babey kepada semua lingkungan yang berpartisipasi, kepada BAK, Seksi PSE, Panitia perayaan HPS dan seluruh umat, juga dewan juri dan pihak-pihak lainnya.

Usai menyampaikan sambutan singkat Romo Babey kemudian memukul gentong bambo tanda diresmikannya pameran dan lomba dalam rangka peringatan HPS 2022 di Paroki Katedral.

Ibu Novi, selaku Ketua Panitia HPS Paroki itu, dalam laporannya mengungkapkan syukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dilaksanakannya acara ini.

“Saat ini Komisi PSE Keuskupan sedang gencar-gencarnya memperkenalkan EE dan produk turunannya. Paroki Katedral sendiri telah melakukan workshop terkait hal ini di lingkungan-lingkungan dan hasilnya dapat kita saksikan bersama hari ini,” katanya.

Rm. Babey saat membuka pameran dan lomba

Ibu Novi mengatakan bahwa gerakan EE dapat menjadi gerakan seluruh umat dan masyarakat baik untuk merawat bumi dengan EE maupun untuk peningkatan ekonomi melalui produk turunan EE.

PENJURIAN

Untuk menilai produk yang dilombakan, Panitia menghadirkan dewan juri yaitu dua orang dari Relawan Eco Enzyme Indonesia dan Tim Komisi PSE Keuskupan Denpasar yaitu Kustati Tukan.

Mereka melakukan penilaia di setiap stand dari 23 Lingkungan yang ikut berpartisipasi, sambil mencicipi cuka anggur yang akan dinilai. Rasa, adalah salah satu penilaian untuk cuka anggur. Hal ini tidak lepas dari komponen yang dinilai, yaitu proses pembuatan, rasa dan kemasan. Demikian pula penilaian sabun batang, kecuali rasa.

Setiap partisipan, telah menyiapkan brosur di masing-masing produk yang berisi keterangan tentang nama produk, proses pembuatan, tanggal pembuatan dan panen, bahan-bahan yang digunakan dan keterangan lainnya.

Salah seorang Dewan Juri, Putu Herdiyanto Dari Relawan Eco Enzyme Indonesia, ketika ditanya tanggapannya atas produk-produk yang dipamerkan termasuk yang dilombakan, mengatakan bahwa secara umum semuanya bagus, kemasannya sangat menarik dan dekorasi stand pamerannya juga sangat indah.

Juri saat menilai produk yg dilombakan

Hanya saja menurut dia, ada beberapa cuka anggur yang sepertinya masih muda, sehingga rasanya kurang pas. Untuk proses pembuatannya, umumnya sudah sesuai standar.

“Saran saya, semua peserta memiliki potensi, hanya belum semuanya memaksimalkan potensi yang mereka miiliki. Ini, bisa dipahami karena sosialisasi EE maupun produk turunannya belum terlalu lama, baru sekitar satu tahun. Saya berharap para peserra bisa lebih memunculkan potensi mereka dengan menghasilkan produk yang maksimal, baik rasa maupun kemasan dan sebagainya,” ungkap Putu Herdiyanto.

PEMENANG LOMBA

Berdasarkan penilaian Dewan Juri, akhirnya pemenang lomba adalah sebagai berikut: Lomba Cuka Anggur masing-masing diraih oleh Lingkungan Maria Fatima (Juara I), Lingkungan Thomas Aquino (Juara II) dan Lingkungan Maria Bunda Karmel (Juara III).

Stand pameran Produk Lingkungan Maria Fatima. Lingkungan ini meraih Juara I lomba Cuka Anggur

Sedangkan untuk Lomba Sabun Batang (padat), pemenangnya adalah Lingkungan Ratu Rosari (Juara I), Lingkungan Bunda Karmel (Juara II) dan Lingkungan Regina Pacis (Juara III).

Ketua Seksi PSE Paroki Katedral Denpasar, Ibu Effita, menyampaikan syukur dan terima kasihnya atas kesuksesan acara dalam rangka HPS tahun ini. Menurut Ibu Effita, jika tidak ada kendala, pameran dan acara seperti ini akan dilaksanakan setiap tahun dalam rangka perayaan HPS. ***

Penulis
Hironimus Adil

 

Show More

KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL

Tim Redaksi *Pelindung Mgr. DR. Silvester San (Uskup Keuskupan Denpasar) *Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi RD. Herman Yoseph Babey (Ketua Komisi Komsos) *Redaktur: Hironimus Adil- Blasius Naya Manuk- Christin Herman- J Kustati Tukan-

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close