Ulang Tahun Imamat ke-3 RD. Yulius Kehi
"Engkau Ini Kepunyaan-Ku” – Imamat dalam Semangat Persaudaraan.

GIANYAR – Selasa, 27 Januari 2026, Paroki St. Maria Ratu Rosari (Sanmari) Gianyar, merayakan Ulang Tahun Imamat ke-3 RD. Yulius Kehi, dalam sebuah perayaan Ekaristi yang berlangsung penuh syukur dan sukacita.
Perayaan ini menjadi momen reflektif sekaligus ungkapan terima kasih atas rahmat panggilan imamat yang telah dijalani dengan setia selama tiga tahun.
Motto tahbisan Imamat RD. Yulius Kehi, “Engkau Ini Kepunyaan-Ku”, kembali ditegaskan sebagai dasar spiritual dalam pelayanan.
Dalam homilinya, RD. Yulius, yang kini menjadi Pastor Rekan Paroki Sanmari Gianyar, membagikan pengalaman imannya, bahwa motto tahbisannya memang singkat, namun sangat mendalam dan penuh makna. Motto tersebut menegaskan keyakinannya bahwa seluruh hidup dan pelayanannya sepenuhnya adalah milik Tuhan.
RD. Yulius juga mengajak umat untuk memandang panggilan imamat sebagai anugerah Allah, bukan hasil usaha atau prestasi pribadi.
Ia membagikan kisah perjalanan panggilannya: dari sekitar 115 orang dalam satu angkatan di Seminari Lalian, hanya 12 orang yang masuk frater.

Perjalanan berlanjut hingga 65 orang di Seminari Tinggi, dan akhirnya sisa 14 orang yang menerima tahbisan imamat. Kisah ini menjadi kesaksian bahwa panggilan adalah rahmat yang patut disyukuri.
Lebih lanjut, RD. Yulius menekankan makna ‘persaudaraan dan rasa saling memiliki’ yang terkandung dalam motto “Engkau Ini Kepunyaan-Ku”. Motto itu tidak hanya berbicara tentang relasi dengan Tuhan, tetapi juga relasi antara imam dan umat.
“Imam tidak berjalan sendiri, dan umat tidak merasa asing. Di mana pun seorang imam diutus, umat adalah saudara dan keluarga. Sebaliknya, umat memandang imam sebagai Romo, anak, dan saudara,” katanya.
Dalam perayaan Ekaristi, seluruh hidup dipersembahkan kepada Tuhan—termasuk kelemahan, kejatuhan, dan perjuangan. RD. Yulius menegaskan bahwa ketika manusia jatuh, kasih Tuhan selalu mengulurkan tangan-Nya untuk mengangkat, membersihkan, dan memulihkan.
Pesan Injil yang diwartakan semakin meneguhkan semangat tersebut: “Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku, saudari-Ku, dan ibu-Ku.”
Menurut Rm. Yulius, Yesus memperluas makna kasih dan menjadikan semua orang sebagai satu keluarga Allah. Lantas umat diajak untuk berefleksi: “Sudahkah kita sungguh hidup sebagai saudara Yesus dan anggota keluarga Allah?”
Perayaan Ekaristi syukur ini semakin semarak dengan lagu-lagu dan tarian inkulturasi dari Ikatan Keluarga Besar (IKB) Timur Bersaudara Paroki Sanmari Gianyar yang menghadirkan nuansa persaudaraan khas Timor.

Sementara itu, dalam sambutan Pastor Paroki Sanmari, RD. I Gusti Bagus Kusumawanta, kembali menegaskan bahwa menjadi imam adalah ‘anugerah, bukan prestasi.’
“Karena merupakan anugerah, maka panggilan imamat hendaknya selalu disyukuri,” ungkap Rm. Wanta.
Pastor Paroki juga mengapresiasi keterlibatan IKB Timur Bersaudara yang memeriahkan perayaan dengan penuh sukacita. Dengan nada bercanda, beliau menyampaikan, “Meski saya tidak mengerti bahasanya, tetapi Tuhan Allah mengerti.”
Perayaan ini dihadiri juga oleh rekan imam dari Klungkung RP. Armin,OCD, serta umat Paroki Sanmari, DPP, DKP, kelompok-kelompok kategorial, OMK, serta SEKAMI.
Seluruh umat bersatu dalam doa dan syukur, memohon agar RD. Yulius Kehi senantiasa setia dalam panggilannya dan semakin menjadi tanda kasih Allah bagi umat yang dilayani.*
Penulis: Agust. Anagoga
Editor: Hiro/KomsosKD



