LINTAS PAROKILINTAS PERISTIWA
Trending

PENCANANGAN DESA SADAR KERUKUNAN DI NGGERUKOPA

KEUSKUPANDENPASAR.NET Di penghujung 2021, Pemerintah Kabupaten Bima, NTB mencangkan Desa Palama sebagai desa contoh kerukunan.

Kampung/Dusun Nggerukopa dijadikan sebagai tempat dilaksanakannya pencanangan desa tersebut sebagai Desa Sadar Kerukunan di kabupaten di ujung timur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Kampung ini dipilih sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan itu karena latar belakang warganya yang memiliki keyakinan berbeda namun selalu hidup hamonis bahkan saling mendukung.

Dusun ini merupakan bagian dari Desa Palama, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima. Warganya memiliki keyakinan berbeda- beda, ada yang beragama Kristen Protestan, Katolik dan Islam.

Nggerukopa juga merupakan salah satu Stasi dari Paroki Maria Vianey Donggo. Total umat Katolik di Stasi Nggerukopa lebih dari 200 jiwa.

Pencanangan Desa Palama sebagai desa sadar kerukukan diprakarsai oleh Pemkab Bima melalui Kementerian Agama Kabupaten Bima.

Pastor Paroki Donggo RD. Agustinus I Wayan Julianto (kedua dari kiri) sebagai pimpinan Gereja Katolik di wilayah Donggo

Menurut salah seorang tokoh Muda Nggerukopa sekaligus tokoh umat Katolik, Yohanes Haydin, di dusun ini kerukunan antara umat telah terjalin sejak lama. Bahkan, kata dia, dalam satu keluarga ada yang memeluk Islam, Katolik dan Protestan.

“Pencanangan Desa Palama sebagai Desa Sadar Kerukunan sangat tepat, sekaligus sebagai bukti bahwa di dusun ini memang terjalin kerukunan dan keharmonisan,” kata Haydin.

Menurut Haydin, bukti kongkret dari kerukunan di desa itu antara lain keterlibatan seluruh warga baik Muslim, Katolik dan Protestan jika ada pembangunan salah satu rumah ibadah.

“Salah satu ikon desa percontohan kerukunan adalah bukti bangunan masjid dan gereja Katolik yang bersebelahan,” ungkap tokoh muda Katolik yang pernah mewakili Kabupaten Bima dan NTB itu mengikuti kegiatan pemuda pelopor tingkat Nasional di Jakarta beberapa tahun lalu.

Hadir dalam acara pencanangan tersebut antara lain Kepala Kemenag Kabupaten Bima Drs. H.A. Munir, perwakilan KUA Donggo Drs. Samsudin serta tokoh dari ketiga agama.

Dari Gereja Katolik antara lain dihadiri Pastor Paroki Donggo RD. Agustinus I Wayan Julianto dan beberapa tokoh umat Stasi Nggerukopa.

Sebagaimana disampaikan oleh Perwakilan KUA Donggo Drs. Samsudin dalam acara ini, bahwa secara histori yang pertama kali datang di Desa Palama adalah beberapa umat Kristen, lalu menyusul warga lainnya dan sejauh ini kehidupan antara warga yang memiliki keberagaman agama itu selalu rukun dan harmonis.

Sebagai puncak kegiatan pencanangan Desa Sadar Kerukunan tersebut adalah Pernyataan Sikap yang dipandu oleh Tokoh Muslim setempat, Bapak Yusnan dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

Salah satu pernyataan sikap itu menegaskan, bersama-sama menjaga dan memelihara serta merawat kerukunan.

Kegiatan ini dilangsungkan di Lapangan Nggerukopa, Rabu, 29 Desember 2021.***

Penulis
Hironimus Adil
Show More

KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL

Tim Redaksi *Pelindung Mgr. DR. Silvester San (Uskup Keuskupan Denpasar) *Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi RD. Herman Yoseph Babey (Ketua Komisi Komsos) *Redaktur: Hironimus Adil- Blasius Naya Manuk- Christin Herman- J Kustati Tukan-

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close