LINTAS PAROKILINTAS PERISTIWA
Trending

LEGIO MARIA ST. YOSEPH MELAYANI DI GEREJA STASI PILING-TABANAN

Bertepatan dengan Hari Raya Tritunggal Mahakudus, Minggu (12/6), Legio Maria Santo Yoseph Denpasar melakukan pelayanan ke Gereja Stasi St. Mikael Piling, Tabanan.

Tidak kurang 60 orang, mulai dari anak-anak, orang tua, hingga para pembina berbaur menjadi satu sebagai petugas liturgi, baik sebagai paduan suara/koor, lektor, dan pemazmur.

Sejak pukul 06.00, rombongan berkumpul di patung kuda “Perumahan Citraland”.

Selanjutnya, mereka berangkat bersama menuju Gereja Stasi St. Mikael, Piling, Tabanan. Mereka melayani Perayaan Ekaristi pukul 08.00.

Legio Maria terbilang cukup “baru” di tengah keluarga besar Paroki Santo Yoseph Denpasar.

Mereka berdiri sekitar kurang lebih 4 tahun yang lalu atas usulan beberapa orang, salah satunya adalah Bapak Aron Meko Mbete, salah seorang tokoh umat Lingkungan Santa Maria Regina.

Pak Aron, demikian biasa disapa, adalah pendiri dari Legio Maria. Legio Maria ini terdiri atas Legio Maria Benteng Gading (Senior), Legio Maria Regina Pacis (Yunior), dan Legio Maria Rumah Kencana.

Saat ini, Legio Maria termasuk dalam kelompok kategorial di Paroki Santo Yoseph Denpasar.

Adapun kegiatan dari Legio Maria ini adalah rapat rutin setiap minggu. Dari rapat ini nantinya, anggota Legio Maria akan diberikan penugasan, seperti mengunjungi keluarga-keluarga, literasi, dan pelayanan di Gereja.

Salah satu bentuk pelayanan Gereja yang diberikan oleh Legio Maria ini adalah pelayanan pada Hari Raya Tritunggal Mahakudus di Gereja St. Mikael, Piling, Tabanan.

Perayaan Ekaristi berjalan lancar. Ucapan terima kasih diberikan kepada seluruh petugas liturgi dan umat.

Secara khusus, ucapan terima kasih disampaikan kepada Legio Maria yang sudah bersedia membantu pelayanan di Gereja St. Mikael, Piling, Tabanan.

Uniknya, hari tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun ke-65 RD. Lucius Nyoman Purnawan, Pastor Rekan Tabanan, yang memimpin misa itu.

Romo yang akrab disapa Romo Pur ini, dalam khotbahnya menyebut, “Bagaimana kita bisa memaknai Tritunggal Mahakudus dalam kehidupan kita? Karena Roh Kudus senantiasa menyertai kita dan memberkati kita.”

Sebagai bentuk syukur, setelah misa, Romo mengundang seluruh umat termasuk Legio Maria untuk bergabung dalam acara makan bersama yang diadakan di rumah biara tak jauh dari lokasi Gereja.

Acara syukuran diawali dengan lagu selamat ulang tahun lalu tiup lilin kemudian pemotongan tumpeng dan kue yang diberikan kepada masing-masing perwakilan dari orang muda, orang tua, keluarga Romo, dan juga Legio Maria.

Akhirnya, seluruh umat yang hadir berdoa untuk hidangan yang tersedia lalu menyantapnya dengan penuh kebersamaan.

Setelah itu, rombongan Legio Maria kembali ke dalam gedung gereja untuk berdoa rosario bersama.

Kebersamaan ini ditutup dengan rekreasi bersama ke Pemandian Air Panas Penatahan yang tidak jauh dari lokasi gereja.

Sebagai tambahan, Gereja Stasi St. Mikael Piling, Tabanan, adalah cikal bakal lahirnya paroki di Tabanan.

Gereja yang berstatus stasi ini sekarang beranggotakan 40 kepala keluarga. Meski terbilang sedikit, stasi ini mampu menghidupi iman Katolik di tengah masyarakat mayoritas Hindu dengan penuh toleransi dan kedamaian.

Dengan demikian, hidup kekatolikan mereka senantiasa membawa kesejukan bagi masyarakat di sekitarnya.

Penulis: Desi/Joshua/KomsosPSYD

Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL

Tim Redaksi *Pelindung Mgr. DR. Silvester San (Uskup Keuskupan Denpasar) *Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi RD. Herman Yoseph Babey (Ketua Komisi Komsos) *Redaktur: Hironimus Adil- Blasius Naya Manuk- Christin Herman- J Kustati Tukan-

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close