LINTAS PERISTIWA
Trending

KUNJUNGAN SERIKAT SOSIAL VINCENSIUS DI SEMINARI TUKA

Serikat Sosial Vincentius (SSV) Konferensi Santa Maria Denpasar, bertepatan dengan hari Minggu Misi, 23 Oktober 2022, mengadakan kunjungan sosial ke Seminari Roh Kudus Tuka.

Kehadiran komunitas SSV yang saat ini hanya memiliki 10 orang anggota aktif itu, disambut dengan baik oleh Rektor Seminari RD. Hubert Hady Setyawan, bersama RD. Agustinus Maximus Soge, salah seorang pembina di sekolah calon imam Katolik itu. Sejumlah siswa Seminari, juga turut menyambut kedatangan mereka.

Rektor Seminari Tuka, RD. Hady Setyawan (baju batik paling kanan), bersama anggotaa SSV Denpasar dan sejumlah Siswa Seminari dan Pembina mereka RD. Maxi

Ketua SSV Konferensi Santa Maria Denpasar, Kristianne Retno, mengungkapkan kunjungan ini dilakukan dalam rangka Pesta Pelindung SSV, Santo Vincensius a Paulo, yang jatuh pada 27 September lalu.

“Kami ingin merayakan Pesta Pelindung Serikat bersama keluarga besar Seminari Roh Kudus Tuka,” kata Kristianne Retno di sela-sela kunjungan tersebut.

Komunitas SSV Denpasar, tentu tidak hadir dengan tangan kosong. Mereka membawa bingkisan berupa beras 250 kg serta 20 krat telor untuk mendukung gizi anak-anak calon imam tersebut.

Suasana doa rosario bersama di depan Gua Maria Seminari Tuka

Bingkisan tersebut diserahkan secara simbolis di halaman depan Kapel Seminar dan diterima oleh RD. Maxi Soge bersama sejumlah siswa Seminari.

Usai acara penyerahan bingkisan, istirahat sejenak sambil melihat-lihat sekitar Seminari. Kemudian lanjut dengan doa Rosario bersama di depan Gua Maria Seminari. Doa dipimpin oleh siswa sekolah itu.

Tidak hanya bingkisan berupa bahan makanan mentah, aktivis SSV tersebut juga membawa serta makanan sudah jadi berupa nasi kotak untuk acara makan bersama dengan keluarga besar Seminari, mulai para pembina dan seluruh siswa Seminari.

Usai doa Rosario bersama, Rektor Seminari RD. Hubert Hady Setyawan, menyampaikan terima kasih kepada komunitas SSV yang telah hadir mengunjungi Seminari ini untuk bersukacita bersama keluarga besar Seminari.

Romo Hady, mengapresiasi SSV, yang setiap tahun, dalam rangka pesta pelindung selalu rutin berkunjung ke Seminari, kecuali saat pandemi Covid 19. “Kunjungan terakhir komunitas ini di Seminari sebelum pandemi. Lalu, setelah situasi semakin baik, saat ini SSV kembali hadir untuk bersukacita bersama Seminaris,” ungkap Romo Hady.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kristianne Retno, selaku Ketua SSV Konferensi Santa Maria Denpasar. “Sudah menjadi kebiasaan kami, setiap Pesta Pelindung SSV yang jatuh pada 27 September, kami mengunjungi dan bertemu dengan adik-adik Seminari untuk merayakannya bersama,” katanya Retno.

Anggota SSV bersama sebagian Siswa Seminari Tuka bersama pembina Seminari RD. Maxi (berdiri paling kanan)

Dia menjelaskan, 27 September merupakan pesta peringatan Santo Vincensius, Santo Pelindung Serikat SSV di seluruh dunia. Pesta peringatan Santo pelindung tidak selalu dirayakan tepat pada tanggal tersebut. Di beberapa Konferensi, momen itu biasa dijadikan kegiatan misi.

“Salah satunya Konferensi Sta Maria Denpasar selalu mengunjungi Seminari karena kami juga ingin menanamkan jiwa sosial dan belas kasih orang-orang miskin dan terlantar kepada adik-adik seminaris agar kelak mereka juga punya jiwa sosial yang tinggi terhadap kaum miskin papa,” imbuh Kristianne.

Melalui kunjungan seperti ini, lanjutnya, sekaligus memperkenalkan misi SSV yang terinspirasi dari spiritualitas pelindung SSV yaitu St. Vincentius a Paulo, yang memiliki sifat belas kasih dan peduli terhadap kaum papa (miskin) dan mereka yang menderita serta terlantar.

Di samping kunjungan rutin ke Seminari untuk merayakan Pesta Pelindung, serikat ini juga rutin setiap menjelang Natal dan Paskah mengunjungi dan membawa bingkisan di panti asuhan atau pun panti jompo.

ORGANISASI INTERNASIONAL

Serikat Sosial Vinsensius (SSV) merupakan sebuah organisasi sukarela internasional dalam Gereja Katolik. Didirikan dengan misi utama untuk menguduskan para anggotanya dengan pelayanan kepada kaum miskin.

Sekilas tentang pelindung SSV yaitu Santo Vincentius a Paulo (24 April 1581 – 27 September 1660). Santo Vincentius a Paulo adalah seorang kudus (Santo) dan tokoh pembaru Gereja Katolik Prancis. Vincentius digelari sebagai “Bapak orang miskin” karena cinta dan pelayanannya kepada orang miskin.

Oleh Paus Leo XIII, Paus pencetus Ajaran Sosial Gereja, Vincentius dideklarasikan sebagai santo pelindung karya amal cinta kasih Gereja Katolik (bersama Santa Luisa de Marillac pada waktu Paus Yohanes XXIII dalam suratnya Omnibus Mater).

Santo Vinsentius a Paolo, dikenal sebagai Rasul cinta kasih yang mengabdikan dirinya secara total kepada kaum miskin dan terlantar. Dia melayani orang-orang miskin dengan sepenuh hati karena perjumpaannya dengan orang-orang miskin dikontemplasikan sebagai sebuah pengalaman rohani bertemu dengan Tuhan sendiri.

Pada tahun 1633, seorang profesor sastra di Universitas Sorbonne Paris, Frederic Ozanam bersama kawan-kawannya mendirikan kelompok sosial yang terdiri dari anak-anak muda. Ozanam mengambil spiritualitas Vincensius sebagai pondasi semangat kelompoknya.

Kelompok sosial itu disebut Serikat Sosial Vincensius (SSV) yang saat ini berkembang pesat di seluruh dunia dan salah satunya di Indonesia dengan Dewan Nasional yang berkedudukan di Surabaya.

Acara makan malam bersama dengan siswa Seminari Tuka

SSV DI KEUSKUPAN DENPASAR

Dalam bincang-bincang dengan Rm. Hady Setyawan, saat kunjungan itu, mengungkapkan di Keuskupan Denpasar sendiri SSV kurang bergaung dan kurang berkembang.

Padahal, menurut Pastor Moderator SSV ini, SSV memiliki misi yang sangat mulia yaitu selaras dengan ajaran cinta kasih dan (terinspirasi) gerakan Gereja Perdana maupun spiritualitas sang Pelindung Santo Vincenstus a Paulo.

Romo Hady, berharap kepada anggota SSV untuk lebih giat lagi dalam melakukan aksi dan perlu komitmen. Selain itu, juga perlu mendekati Pastor-pastor paroki untuk memperkenalkan gerakan SSV kepada umat.

Romo Hady, dalam kesempatan itu kepada anggota SSV, berharap untuk belajar dari SSV Australia yang membuka toko barang bekas layak pakai guna disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan. Dengan adanya toko seperti itu, nanti dengan sendirinya SSV semakin dikenal dan gerakannya juga semakin dirasakan.

Ketua SSV Denpasar Kristianne Retno (baju putih tengah) menyerahkan bingkisan berupa bahan makanan untuk Seminari Tuka, yang diterima oleh RD. Agustinus Maximus Soge, mewakili Seminari Tuka

Mengenai SSV di Keuskupan Denpasar, menurut Kristianne Retno, saat ini di Bali baru ada dua SSV yaitu Konferensi Santa Maria di Denpasar dan Konferensi Kerahiman Ilahi di Negara, Jembaran.

“Di Denpasar karyanya lebih banyak pada bantuan biaya pendidikan bagi beberapa anak dari keluarga kurang mampu sehingga bisa melanjutkan sekolahnya hingga selesai. Beberapa anak yang dibantu biasa disebut sebagai anak asuhan SSV,” terangnya.

Kristianne menambahkan di Bali belum bisa membentuk Dewan Daerah tersendiri karena syaratnya minimal ada 3 Konferensi, sehingga SSV Denpasar dan Negara masih di bawah Dewan Daerah SSV Banyuwangi, Jawa Timur.

Kunjungan SSV Konferensi Denpasar ke Seminari Tuka berakhir dengan makan bersama di ruangan makan siswa lalu ditutup dengan foto bersama. Kemudian doa, serta berkat dari Rm. Maxi. ***

Penulis
Hironimus Adil
Show More

KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL

Tim Redaksi *Pelindung Mgr. DR. Silvester San (Uskup Keuskupan Denpasar) *Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi RD. Herman Yoseph Babey (Ketua Komisi Komsos) *Redaktur: Hironimus Adil- Blasius Naya Manuk- Christin Herman- J Kustati Tukan-

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close