LINTAS PAROKILINTAS PERISTIWA
Trending

KRISMA DITERIMAKAN PADA 215 UMAT; MGR. SAN: MILIKILAH KESETIAKAWANAN SOSIAL

Setelah berbahagia pada Minggu, 11 September 2022 dalam merayakan hari ulang tahun ke-87, dua pekan kemudian Paroki Santo Yoseph Denpasar kembali berbahagia.

Pada Minggu, 25 September 2022, 215 umat menerima urapan Roh Kudus melalui tangan Mgr. Dr. Silvester San, Uskup Denpasar, dalam Sakramen Krisma di paroki tertua di Bali ini.

Perayaan yang berlangsung di Gereja Yesus Gembala Yang Baik, Ubung Kaja, mulai pukul 08.30 WITA ini berjalan semarak dan khidmat.

Mgr. Dr. Silvester San bertindak sebagai Selebran Utama didampingi oleh P. Yan Madia, SVD dan P. Ketut Supriyanto, SVD, Pastor Paroki dan Pastor Rekan Paroki Santo Yoseph Denpasar.

Krismawan dan krismawati memenuhi bangku utama bagian tengah dan sayap kiri-kanan.

Terlihat gedung gereja didominasi oleh pakaian putih-hitam oleh para krismawan-krismawati.

Perayaan iman ini pun dimeriahkan oleh pelayanan Paduan Suara Paroki Santo Yoseph Denpasar.

Dalam homilinya, Mgr. San menggarisbawahi petikan pesan Injil hari itu dari Lukas 16:19-31 tentang seorang kaya dan Lazarus seorang miskin.

“Sabda Tuhan tentang perumpamaan orang kaya dan Lazarus ini mengajak para krismawan-krismawati dan kita semua untuk memiliki kepekaan sosial, kesetiakawanan sosial. Saya dan Anda diingatkan untuk lebih peduli terhadap sesama yang menderita dan miskin,” ungkapnya.

Lebih lanjut, “Apakah saya dan Anda masih memperhatikan, memedulikan sama saudara yang demikian? Inilah pertanyaan yang perlu kita tanggapi dalam tindakan nyata,” tandasnya.

Sebagai umat beriman, Mgr. San juga mengingatkan bahwa sikap acuh tak acuh dan masa bodoh adalah sikap yang tidak tepat.

“Sebab sikap acuh tak acuh bertentangan dengan sikap Yesus yang berpihak pada orang-orang yang miskin, menderita, dan tertindas. Jadi, kita perlu melihat dan terlibat dalam masalah-masalah sosial, bukan hanya dengan kata-kata seperti saya ini, tetapi terutama dengan tindakan konkret. Kita terlibat aktif dalam perjuangan untuk mengatasinya,” pungkas Mgr. San.

Setelah homili, P. Yan Madia, SVD memohon restu Bapak Uskup untuk berkenan menerimakan Sakramen Krisma kepada 215 umat yang telah menjalani pembinaan rohani selama enam bulan.

Para krismawan-krismawati pun berdiri di tempat masing-masing.

Setelah itu, Mgr. San menanyakan kesediaan mereka untuk berjanji setia dalam iman Katolik.

Akhirnya, Mgr. San, bersama kedua pastor memberkati krismawan-krismawati untuk memohon curahan Roh Kudus kepada mereka.

Tibalah saat yang sakral. Satu persatu krismawan-krismawati maju menghadap Bapak Uskup untuk menerima Sakramen Krisma berupa urapan minyak pada dahi mereka.

Sementara itu, paduan suara mengiringi saat sakral ini dengan nyanyian “Datanglah Roh Mahakudus”, “Tuhan Sumber Hidupku”, “Utuslah Rohmu Ya Tuhan”, “Kuatkan Iman, Harap, Cintaku”, dan “Kasih dari Surga”.

Setelah penerimaan Sakramen Krisma, perayaan Ekaristi dilanjutkan seperti biasa hingga menjelang berkat penutup. Sebelum itu, sejumlah sambutan diperdengarkan.

Sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Bedjo, Ketua Panitia Krisma sekaligus mewakili para krismawan-krismawati.

“Pada saat yang berbahagia ini, saya mewakili panitia Krisma 2022 mengucapkan terima kasih kepada Bapak Uskup, Pastor Paroki, Pastor Rekan, Pengurus DPP dan DKP, Ketua Lingkungan dan Stasi, Ketua KBG, Wali Krisma, Petugas Liturgi, Koor Paroki, Tatib, Satgas, dan Pembina Krisma atas dukungan dan pembinaan para calon penerima krisma,” ungkapnya.

Sambutan kedua disampaikan oleh P. Yan Madia, SVD. P. Yan mengajak krismawan-krismawati untuk terlibat aktif dalam hidup menggereja.

“Mari dengan dilengkapinya penerimaan sakramen inisiasi, kita juga ambil bagian dalam pembangunan umat Allah. Mari kita keluar dari zona nyaman dan peduli serta berbuat terhadap sekitar kita, dimulai dari KBG-KBG di mana kita tinggal bersama saudara-saudari seiman,” tandasnya.

Sambutan pamungkas disampaikan oleh Mgr. San. Menariknya, dalam sambutan ini, Bapak Uskup menggarisbawahi pentingnya hidup menggereja untuk memupuk kesetiaan, bukan seperti kabut atau embun yang hanya datang sebentar, tetapi seperti matahari dan hujan yang tidak ada batasnya dan tidak pilih-pilih. Hal ini tidak terlepas dari semangat Sinode Para Uskup Sedunia 2023.

“Saya kira kita harus sadar bahwa kalau umat tidak berpartisipasi dalam kehidupan Gereja, Gereja mati. Tidak bisa diharapkan hanya Pastor Paroki. Mungkin, Uskup tidak ada, tidak apa-apa. Tapi, kalau Ketua KBG atau Lingkungan/Stasi tidak ada, tidak aktif, itu repot. Tidak ada kegiatan, ya, Gereja mati. Tanggung jawab partisipasi ada di tangan kita semua yang terlibat dalam Gereja,” tandasnya.

“Sekali lagi saya mengingatkan kepada krismawan-krismawati, Anda semua telah mendapat kepenuhan sakramen inisiasi. Itu artinya, Anda telah dinilai dewasa dalam iman. Maka, ada banyak konsekuensi. Yang pertama, karena Roh Kudus, Roh Kristus, telah diberikan kepada Anda, maka Anda harus hidup menyerupai Kristus. Lalu, konsekuensi lain adalah Anda harus mantap dalam iman dan bangga menjadi orang Katolik dan berani membela iman Katolik jika terjadi bahaya. Lalu yang ketiga, menjadi saksi-saksi Kristus bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan perbuatan, karya-karya. Lalu yang terakhir, tanggung jawab partisipasi dalam kehidupan menggereja. Itulah konsekuensi yang wajib diperhatikan oleh krismawan-krismawati,” tutup Mgr. San.

Perayaan Ekaristi ditutup dengan berkat meriah. Setelah itu, para krismawan-krismawati berfoto bersama Mgr. San, P. Yan Madia, P. Ketut, serta petugas liturgi.

Acara selanjutnya adalah perayaan syukur ramah-tamah di Aula Wisma Santo Yoseph. Bapak Pramu, Ketua Bidang Pembinaan Iman (BPI) mewakili Dewan Pastoral Paroki (DPP) dalam sambutannya bersyukur atas penerimaan Sakramen Krisma sekaligus menaruh harapan besar kepada krismawan-krismawati.

“Kami doakan semua krismawan-krismawati yang baru menerima Sakramen Penguatan agar semakin berkembang, bertumbuh ke arah positif dalam iman, tindakan, dan sikap dengan mengedepankan hidup suka cita, rendah hati, memancarkan cinta kasih, makin lebih lapang hati memanggul salib atau problema kehidupan dengan selalu bersyukur dan mengurangi sifat mengeluh, serta siap melayani bukan hanya minta dilayani, sehingga Gereja makin sinergi, hidup, dan semua berbahagia lahir batin,” tandasnya.

Acara ramah-tamah sederhana ini berlangsung hingga pukul 13.00 WITA. Acara ditutup dengan menari bersama. Tidak ketinggalan, Mgr. San bersama P. Ketut dan sejumlah umat turut menari bersama sebagai wujud rasa syukur atas curahan Roh Kudus pada hari berbahagia ini.

Proficiat dan selamat menjadi saksi-saksi Kristus di tengah kehidupan bersama!

Penulis
Joshua Jolly SC

Edito: Hiro/KomsosKD

Show More

KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL

Tim Redaksi *Pelindung Mgr. DR. Silvester San (Uskup Keuskupan Denpasar) *Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi RD. Herman Yoseph Babey (Ketua Komisi Komsos) *Redaktur: Hironimus Adil- Blasius Naya Manuk- Christin Herman- J Kustati Tukan-

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close