LINTAS PERISTIWA
Trending

KREMASI MASSAL TAHAP II LANCAR, AHLI WARIS BERI APRESIASI TINGGI

Sinergi yang baik antara Rukun Kematian Katolik Dekenat Bali Timur (RKK-DBT) dengan Rukun Kematian Katolik Paroki (RKKP)/Stasi se-Dekenat Bali Timur, kembali ditunjukkan dalam giat kremasi massal tahap II tahun 2022.

Kremasi massal tahap II dilaksanakan pada 24 – 25 September 2022. Seperti pada tahap I Februari lalu, kremasi massal kali ini juga terkoordinasi dengan baik dan berjalan lancar.

Kondisi Taman Makam Mumbul Sekarang

Kepanitiaan kremasi massal merupakan gabungan RKK-DBT dengan RKKP/Stasi, dan sebagai Kordinator Lapangan kali ini adalah Robertus Mon dari RKKP St. Petrus Denpasar. Beberapa pengurus RKK Lingkungan juga dilibatkan sebagai volunteer dalam kremasi massal ini.

Sebagai informasi, pengurus RKK-DBT memberi kesempatan kepada keluarga atau ahli waris dua kali dalam satu tahun untuk melakukan kremasi bagi anggota keluarganya yang telah meninggal dan dimakamkan di Taman Makam Mumbul, Nusa Dua.

Para ahli waris/keluarga mengikuti Ibadat Sabda

Makam yang dibongkar/digali dan kemudian kerangkanya diangkat lalu dilakukan kremasi atau dipindahkan ke tempat lain adalah makam yang telah berusia 7 tahun atau lebih. Kebijakan ini sesuai dengan AD/ART RKK-DBT.

Berdasarkan data dari Pengurus RKK-DBT, sejatinya jumlah makam yang jatuh tempo sampai dengan Agustus 2022 ada 163 makam.

Menurut Sekretaris RKK-DBT Marcel Paga, jauh hari sebelumnya pengurus RKK-DBT sudah mengumumkan terkait kremasi massal tersebut kepada keluarga atau ahli waris, baik melalui pengumuman di areal Taman Makam Mumbul termasuk menempelkan stiker di setiap makam yang sudah jatuh tempo, maupun pemberitahuan melalui RKKP atau Stasi dan media lainnya.

Pemberkatan makam sebelum digali

Namun dari 163 makam yang sudah jatuh tempo, pihak keluarga/ahli waris yang mendaftar hingga jelang hari H kremasi hanya ada 46 makam.

Dengan demikian ada 46 makam yang dibongkar/digali. Sebagiannya adalah makam bayi sehingga tidak perlu dikremasi. Sementara sebagiannya lagi makam/kerangka orang dewasa dan ini yang dikremasikan. Tetapi ada juga satu kerangka dewasa tidak dikremasi dan oleh kelurganya dibawa pulang ke kampung asalnya.

Berhubung jumlah makam yang digali/dibongkar tidak terlalu banyak, maka panitia membijaksanai giat kremasi massal hanya dua hari dari rencana semula tiga hari.

Ibadat Sabda dipimpin RD. Yohanes Martanto (kanan) dan RD. Evensius Dewantoro (Deken Bali Timur) sebelum proses kremasi

Hari pertama, Sabtu 24 September 2022 ada 21 makam yang dibongkar. Dari jumlah tersebut yang dikremasi 8 kerangka, sisanya non kremasi. Lalu hari kedua, Minggu, 25 September 2025 sejumlah 25 makam yang dibongkar dan 12 di antaranya dikremasi dan 13 non kremasi.

Giat kremasi massal ini dimulai dari pagi hingga menjelang sore. Baik panitia maupun keluarga ahli waris sudah ada di lokasi dari sejak pukul 06.00. Tepat pukul 06.30 – 07.00 wita pengambilan nomor urut penggalian makam oleh ahli waris. Hal ini demi tertibnya proses penggalian maupun kremasi.

Dilanjutkan pukul 07.30 – 08.00 Ibadat Sabda yang dilteruskan pemberkatan makam yang akan digali oleh imam.

Proses penggalian makam

Hari pertama, Ibadat Sabda dipimpin oleh Pastor Paroki St. Petrus Denpasar RD. Yohanes Martanto, didampingi Deken Bali Timur RD. Evensius Dewantoro. Ibadat Sabda dan pemberkatan makam hari kedua, dilakukan sendiri oleh Deken Bali Timur.

Dalam pengantar ibadat di hari pertama Rm. Yohanes Martanto, mengatakan bahwa kremasi merupakan salah satu cara terbaik untuk penghormatan kepada keluarga yang meninggal.

Menurut Romo Maranto, situasi dan kondisi yang ada tidak memungkinkan jenasah keluarga yang dimakamkan di Mumbul untuk terus bertahan, sehingga dibijaksanai untuk digali dan dikremasi untuk jenasah yang usia makamnya sudah sesuai waktu yang disyaratkan oleh aturan yang ada.

“Tentu akan ditempatkan kembali abunya di tempat yang telah ditata oleh RKK-DBT yaitu di kolombarium,” lanjut Rm. Martanto.

Foto atas: Tulang jenasah yg sudah digali./Foto bawah: Abu jenasah setelah dikremasi

Romo Martanto juga mengingatkan bahwa makam merupakan tempat ziarah dan ini sesuai dengan hukum Gereja. “Hukum Gereja mengatakan bahwa saudara/saudari yang beriman kepada Kristus di mana mereka dimakamkan menjadi tempat berziarah atau berdoa,” katanya.

Sementara Deken Bali Timur, dalam renungan singkat setelah bacaan suci pada hari pertama mengungkapkan rasa gembira dan kenyamanan yang dirasakan ketika memasuki taman makam Mumbul di pagi hari itu. Hal ini karena kondisi makam yang sudah tertata dengan baik dan bersih.

Di sisi lain, Romo Venus mengingatkan bahwa doa-doa yang dipanjatkan untuk mereka yang telah meninggal dunia punya makna agar mereka bahagia bersama Tuhan.

“Tuhan kita adalah jalan kebenaran dan hidup. Maka, jangan putus-putus berdoa bagi mereka yang telah berpulang,” katanya.

Menurut Romo Venus, salah satu kebiasaan yang baik dari umat Katolik adalah mengalungkan Rosario pada tangan orang yang meninggal. “Kita percaya, Maria Bunda kita adalah jalan yang pasti menuju Yesus, maka kita juga selalu memohon melalui perantaraannya (Maria),” katanya.

Foto atas : Panitia kremasi membantu keluarga membungkus guci abu jenasah dengan kain putih./ foto bawah : Keluarga siap bawa kembali abu setelah dikremasi untuk ditempatkan di kolombarium

Mengenai penggalian makam yang dilanjutkan dengan kremasi ataupun langsung ditempatkan di kolombarium bagi kerangka bayi, menurut Rm. Venus, merupakan bagian dari penghormatan kepada mereka yang telah berpulang dan akan mendatangkan rahmat (keselamatan) baik untuk mereka yang berpulang maupun bagi yang masih berziarah di bumi ini.

“Mereka yang dimakamkan di sini, kita percaya sudah bahagia berkat doa-doa kita. Mereka juga pasti mendoakan kita Gereja yang sedang berziarah. Kita pun jangan putus berdoa untuk mereka yang masih dalam api penyucian agar segera dibebaskan Tuhan dan berbahagia di Surga,” ungkapnya.

Sementara dalam renungan singkat pada hari kedua kremasi, Romo Venus mengingatkan untuk selalu berjaga-jaga seraya berbuat baik.

Proses kremasi antara lain, usai Ibadat dilanjutkan dengan penggalian makam, lalu kerangkanya diangkat, dibersihkan dengan sikat/kuas, kemudian diikat dengan kain putih yang telah disediakan keluarga/ahli waris.

Untuk kerangka bayi langsung dimasukan ke dalam guci lalu diikat kembali dengan kain putih yang baru dan ditempatkan di kolombarium yang tersedia. Sedangkan untuk kerangka dewasa, diteruskan ke krematorium untuk dikremasi. Setelah kremasi, abunya dimasukan ke dalam guci, diikat dengan kain putih baru dan kembali ke taman makam Mumbul untuk menempatkannya di kolombarium.

APRESIASI DARI AHLI WARIS

Keluarga atau ahli waris dari makam yang digali dan sebagian dikremasikan pada giat kremasi tahap II ini merasa puas dengan pelayanan panitia maupun pengurus RKK-DBT dan mengungkapkan apresiasi mereka.

Ungkapan rasa puas maupun apresiasi itu mereka sampaikan melalui grup WhatsApp ahli waris/keluarga.

“Kami dari Lingkungan St. Antonius menghaturkan terima kasih kepada RKK-DBT, Sie Kematian Paroki St. Petrus Denpasar, Sie Kematian Lingkungan atas segalanya dalam pelayanan kepada umat kami yang kerangkanya dikremasi kemarin dan hari ini. Kami bangga yang luar biasa atas kerja sama, kerja keras panitia dalam menyusun dari segala penjuru sehingga perfecto. Semoga yang belum selesai menjadi lancar. Sekali lagi, panitia mantap dan professional. GBU. Amin,” tulis pengurus Lingkungan St. Antonius Paroki St. Petrus Denpasar yang dua kerangka jenasah warganya ikut dikremasi tahap II 2022.

Penempatan abu di kolombarium

Ucapan terima kasih juga diungkapkan ahli waris lainnya yaitu Ibu Agnes Sri Indarti. “Kami sekeluarga mengucapkan limpah terima kasih kepada tim RKK-DBT dengan terlaksananya kremasi massal dapat berjalan dengan lancar. Semoga Tuhan senantiasa memberkati bapak-ibu semuanya,” tulisnya.

Popo, ahli waris almarhumah Maria Lenny Intan, juga menuliskan hal yang sama. “Saya mewakili keluarga Alm. Maria Lenny Intan mengucapkan terima kasih kepada tim RKK-DBT dan panitia kremasi atas pelayanannya dalam kegiatan kremasi yang sudah dilaksanakan kemarin dan hari ini. Tuhan Yesus memberkati,” ungkap Popo dalam WA-nya.

Demikian pula Dewi, keluarga dari Alm. Petrus Jalu, mengungkapkan terima kasihnya atas kelancaran kremasi massal itu.

Ada juga ucapan dan apresiasi yang sama dari beberapa ahli waris atau keluarga lainnya yang pada intinya mereka sangat berterima kasih dan merasa puas pelayanan dari RKK-DBT dan panitia kremasi massal tahun II 2022 ini.

Sebagai informasi, giat berikutnya dari RKK-DBT adalah Misa Arwah yang akan dilaksanakan pada 2 November 2022 di Taman Makam Mumbul, tepat pada hari Peringatan Arwah.

Sementara untuk kremasi massal berikutnya direncanakan pada Februari 2023 dan kepastiannya juga seperti apa prosedur dan besarnya administrasi akan diberitahu atau diumumkan lebih lanjut oleh Pengurus RKK-DBT.

Panitia kremasi massal tahap II 2022

Direncanakan untuk makam-makam yang sudah tidak lagi dipedulikan oleh ahli waris atau makam tanpa identitas dan usia makamnya telah lebih dari 7 tahun, menurut Ketua RKK-DBT, Gek Diaz, pengurus akan membijaksanai untuk membongkarnya dan menempatkan kerangka-kerangka itu dalam satu lobang yang telah disiapkan di areal taman makam tersebut.

Oleh karena itu, pengurus RKK-DBT, menghimbau supaya keluarga atau ahli waris yang merasa keluarganya dimakamkan di Taman Makam Mumbul dan usia makam sudah lebih dari 7 tahun atau ada makam yang tidak ada identitas dan ada keluarganya yang mengetahui posisi makam keluarganya untuk segera melaporkannya kepada pengurus RKK-DBT atau melalui RKKP/Stasi setempat. ***

 

Penulis
Hironimus Adil
Show More

KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL

Tim Redaksi *Pelindung Mgr. DR. Silvester San (Uskup Keuskupan Denpasar) *Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi RD. Herman Yoseph Babey (Ketua Komisi Komsos) *Redaktur: Hironimus Adil- Blasius Naya Manuk- Christin Herman- J Kustati Tukan-

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close