LINTAS PAROKILINTAS PERISTIWA
Trending

HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN DI GUMBRIH; ADA KUNJUNGAN PELAYANAN GAMALIEL SONORA

Gumbrih – Kandang Natal yang indah, lengkap dengan aksesoris dan pohon Natal yang diwarnai lampu kerlap-kerlip, masih mengisi sisi kiri altar gereja Gumbrih. Maklum Natal belum lama berlalu.

Masih dalam suasana sukacita Natal, Paduan Suara Gamaliel Sonora melayani koor pada misa hari raya Penampakan Tuhan yang juga merupakan Hari Anak Misioner Sedunia, di gereja St. Maria Ratu Gumbrih, Bali Barat, Minggu (8/1/2023).

RD. Libert Marung saat membacakan Injil

Kehadiran paduan suara bentukan Andreas Sugeng tersebut disambut hangat oleh umat paroki setempat. Ini merupakan pelayanan awal paduan suara ini untuk mengawali tahun 2023 ke gereja-gereja paroki luar kota Denpasar. Hal ini, kata Ketua Gamaliel Sonora yang baru terpilih, Gonzales Ngamal, sesuai spirit pelayanan paduan suara yang berdiri pada 14 Agustus 2009 itu.

Hari Raya Penampakan Tuhan yang bisa juga disebut sebagai Hari Tiga Raja, tidak lain untuk mengenang peristiwa kedatangan tiga sarjana dari Timur yang datang untuk mengunjungi dan memberikan persembahan kepada bayi Yesus setelah mendapat pentunjuk dari bintang yang menuntun perjalanan mereka dari jauh menuju Betlehem.

Ekspresi sukacita Sekami Gumbrih

Misa dipimpin oleh Pastor Rekan Paroki Gumbrih RD. Libertus Marung. Dalam homilinya, Romo Libert, demikian biasa disapa, mengingatkan bahwa dengan kisah Tiga Raja dari TImur yang datang jauh-jauh ke Betlehem dan merupakan perwakilan orang-orang non Yahudi, seharusnya menggugah bangsaNya sendiri (Israel) yang menjadi bangsa terpilih dan sudah lama merindukan datangnya Mesias.

“Mereka (Bangsa Israel) telah lama merindukan datangnya Mesias. Tetapi justru mereka tidak tahu kalau Mesias yang dirindukan itu telah datang. Malah orang dari bangsa lain dari Timur yang tahu lebih dahulu dan bergegas ingin memberikan persembahan. Dan ketika mereka tahu atas informasi dari tiga Sarjana dari Timur, Herodes, Raja Israel, malah berpikir untuk membunuh bayi Yesus sehingga secara licik dia berpesan kepada tiga sarjana itu untuk mampir kembali ketika pulang setelah mengetahui di mana posisi bayi Yesus itu karena dia pun mau datang menyembahnya,” katanya.

Anak Sekami Gumbrih dipimpin kakak-kakak OMK menyanyikan lagu-lagi khas Sekami

Menurut Romo Libert, peringatan penginjil Matius dalam bacaan Injil hari Minggu ini, merupakan peringatan bagi seluruh pengikut Yesus.

“Kita adalah orang terpilih, menjadi pengikut Yesus, melalui baptisan yang telah kita terima. Tapi sungguhkan iman saya dan anda kepada Yesus? Apakah iman kita kepada Yesus hanya dalam kata-kata, atau sekedar datang misa dan berdoa tanpa berbuat apa-apa sesuai misi Yesus sendiri? Apakah iman kita sudah benar-benar diisi melalui perbuatan baik kepada orang lain, atau malah tidak pernah diisi apa-apa,?” katanya penuh refleksi.

Kado dari OMK untuk anak Sekami

Menurut Romo Libert, kita sebagai pengikut Yesus, sebagai seorang Katolik, hendaknya juga menggugah kita sekaligus perlu belajar dari tiga sarjana dari Timur. Mereka dengan tulus datang kepada Tuhan, menyerahkan diri mereka, lalu memberikan persembahan dari apa yang mereka miliki untuk Tuhan.

“Kita hendaknya juga berbuat yang sama, datang kepada Tuhan, menyerahkan diri kita kepadaNya dan mempersembahkan apa yang kita miliki kepada Tuhan melalui perbuatan baik dan berbagi kasih kepada sesama kita,” ajak Romo Libert.

Di sisi lain, Romo Libert menekankan supaya sebagai seorang Katolik, jangan hanya tahu mengkritik tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Orang seperti ini, katanya, seperti sikap oang Israel yang merindukan Mesias, tetapi mereka tidak peduli dan melakukan apa pun ketika Mesias sudah lahir, malahan memiliki niat jahat seperti Herodes yang ingin membunuh Sang Mesias.

Anggota paduan suara Gamaliel Sonora mampir ziarah dan doa di Gua Maria Selabih

“Saya senang orang kritik, kritik itu baik supaya ada kemajuan. Tetapi harus kritik yang membangun dan paling penting juga harus berbuat sesuatu, harus terlibat, bukan hanya pandai mengkritik tetapi tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Natal, ungkap Romo Libert, adalah momen bagi setiap kita untuk melihat diri sendiri. Kita harus menemukan jalan lain untuk merubah diri kita supaya selamat.

Romo Libert melanjutkan, seperti tema Natal tahun ini dan ditegaskan kembali dalam bacaan Injil pada Minggu ini ‘…pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain’ demi menghindari diri dari Herodes dan menyelematkan bayi Yesus dari kekejaman Herodes.

Kelurga Besar Paduan Suara Gamaliel Sonora bersama RD. Libert di depan Kandang Natal di samping altr gereja Gumbrih, usai perayaan Ekaristi

“Kita jagu harus memiliki jalan lain, mau merubah diri kita supaya menjadi lebih baik. Kita harus melepaskan diri dan menghindari dari herodes-herodes zaman ini yang suka iri, dengki, dan sebagainya,” pungkas Romo Libert.

KADO DARI OMK UNTUK SEKAMI

Hari raya penampakan Tuhan juga menjadi hari istimewa bagi anak-anak Sekami, sebab merupakan hari ulang tahun Sekami. Tahun 2023 ini adalah hari jadi Sekami ke 180.

Sama seperti di gereja-gereja paroki lainnya, hari raya Penampakan Tuhan pasti menjadi hari sukacita bagi anak-anak Sekami. Demikian halnya di Paroki Gumbrih. Ada sekitar 11 rang anak Sekami yang hadir dan semua berseragam putih. Jumlah anak Sekami di Gumbrih memang sangat terbatas.

Mereka ikut bersukacita, sebab kakak-kakak mereka yang tergabung dalam OMK dan sekaligus menjadi pembina mereka menyediakan kado khusus. Usai misa, mereka bersukacita bersama dengan menyanyikan beberapa lagu khas Sekami (lagu dan gerak), kemudian secara tertib satu persatu menerima bingkisan kado dari kakak-kakak OMK.

Pesta penampakan Tuhan usai, keluarga besar paduan suara Gamaliel Sonora pun pamit setelah menikmati snack serta kopi dan teh di pastoran Gumbrih. Lalu, melanjutkan perjalanan ke Gua Maria Selabih yang terletak di Stasi Selabih, salah satu stasi Paroki Gumbrih untuk ziarah. Dari sana mampir makan siang dan rekreasi sejenak di pantai Soka dan kembali ke Denpasar. ***

Penulis
Hironimus Adil
Show More

KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL

Tim Redaksi *Pelindung Mgr. DR. Silvester San (Uskup Keuskupan Denpasar) *Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi RD. Herman Yoseph Babey (Ketua Komisi Komsos) *Redaktur: Hironimus Adil- Blasius Naya Manuk- Christin Herman- J Kustati Tukan-

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close