PUSAT PASTORAL
Trending

Giat Kremasi Massal Berjalan Lancar, Ada 33 Makam Dibongkar

NUSA DUA – Pengurus Rukun Kematian Katolik Dekenat Bali Timur (RKK-DBT) terus melakukan penataan Taman Makam Katolik Mumbul, Nusa Dua.

Giat kremasi massal yang dilaksanakan dua kali dalam satu tahun sejak kepengurusan itu resmi dilantik tahun 2021, merupakan bagian dari upaya penataan ‘rumah masa depan’ umat Katolik tersebut.

RD. Deni Mary saat pimpin Ibadat Sabda siang // RP. Ketut,SVD didampingi Ketua I, Gek Diaz (paling kanan) saat pemberkatan makam yang akan dibongkar

Upaya penataan itu sudah menampakkan hasil yang positif, dengan pemandangan areal makam yang tertata rapi dan bersih. Bahkan, di bagian depan makam sudah dibangun ruangan sekretariat serta toilet. Bersamaan dengan itu, akan dikerjakan pula pagar keliling dengan sentuhan arsitektur khas Bali.

Melihat kondisi makam yang begitu indah dan bersih saat ini, Pastor Rekan Paroki St. Yoseph Denpasar RP. Laurensius Ketut Supryanto, SVD, saat memimpin Ibadat Sabda dalam rangka kremasi massal Minggu kemarin, mengungkapkan kekagumannya.

“Melihat taman makam ini sekarang ada nuansa hidup di tempat orang mati. Tempat ini tidak lagi serem dan menakutkan,” katanya.

Kremasi massal kedua untuk tahun 2023 ini memang telah dilaksanakan pada Minggu, 10 September 2023. Kremasi Massal sebelumnya dilaksanakan Juni 2023 lalu.

Ketika pembongkaran makam dan tampak kerangka jenazah yang telah dibongkar

Seperti pada acara yang sama pada waktu lalu, sebelum pembongkaran makam yang dilanjutkan dengan kremasi, dalam giat kali ini juga didahului dengan Ibadat Sabda.

Ibadat Sabda dilaksanakan dua kali, yaitu pagi hari untuk pembongkaran makam yang kerangkanya akan disimpan di ‘ruang sunyi’ dan pada siang hari untuk kerangka jenazah yang akan dikremasi.

Ibadat pagi dipimpin oleh RP. Laurensius Ketut Supryanto, SVD. Sebagai informasi Paroki St. Yoseph dalam kremasi September ini dipercaya untuk mengkoordinir seluruh rangkaian acara, dengan Koordinator Agustinus Bugis, Ketua RKK Paroki St. Yoseph Denpasar. Sedangkan Ibadat Sabda Siang dipimpin oleh RD. Benedictus Deni Mary.

Dalam homili singkatnya, baik Romo Ketut maupun Romo Deni, sama-sama mengungkapkan bahwa orang mati juga layak untuk dihormati sebagaimana saat dia masih hidup.

“Hari ini kita akan membongkar makam mereka yang dikuburkan di tempat ini, yang sebagian akan dikremasi dan sebagian lain akan dipindah. Kita wajib melakukan secara hormat dan layak. Salut dengan rukun kematian atas dilaksanakannya giat kemanusiaan ini,” ungkap Rm.Ketut.

Proses kremasi sampai guci abu dimasukan dalam kolombarium

Sementara pada ibadat siang yang dipimpin oleh RD. Benedictus Deni Mary, Pastor Rekan Paroki Hati Kudus Yesus Palasari, dalam homili singkatnya menceritakan pengalamannya selama belajar di Inggris, bahwa di sana orang sungguh memberikan pengormatan yang luar biasa kepada orang mati.

“Kematian itu kita tidak tahu, yang kita tahu kita punya iman bahwa semua kita akan mati dan setelah kematian ada kehidupan baru di Surga. Sehingga kita perlu menghormati orang yang sudah mati. Tulang belulang yang ada di makam ini adalah tulang belulang orang yang kita cintai. Kita (keluarga) masih ada ikatan darah dan masih terhubung. Oleh sebab itu, kita hadir di sini dengan penuh hormat, sebab ini adalah tulang orang-orang yang kita cintai dan kita harus hormati,” kata Rm. Deny.

Makam-makam yang akan dibongkar dalam giat kremasi itu tidak langsung dibongkar begitu saja, tetapi terlebih dahulu diberkati dengan recikan air suci oleh imam sebagai bagian dari Ibadat Sabda. Keluarga atau ahli waris yang datang juga berdoa di masing-masing makam yang hendak dibongkar.

33 Makam

Sebagaimana giat yang sama sebelumnya, kremasi kali ini juga tanpa ada kendala dan berjalan lancar, kendati ada makam yang cukup alot saat pembongkarannya karena dilapisi beton yang cukup kokoh.

Jumlah makam yang dibongkar pada Minggu (10/9) sebanyak 33. Dari jumlah tersebut, kerangka jenazah yang berhasil diangkat tidak semunya dikremasi.

Sejumlah panitia mengantar kantong kerangka jenazah yang akan dimasukan dalam ‘ruang sunyi’

Berdasarkan fakta dan data di lapangan hanya 12 kerangka yang dikremasi dan 1 kerangka jenazah lainnya, atas permintaan keluarga tidak dikremasi tetapi dititipkan sementara di kolombarium sambil menunggu waktu yang tepat untuk dipindahkan ke tempat lain.

Total 13 kerangka jenazah tersebut merupakan kerangka dari makam yang sudah jatuh tempo karena telah berusia 7 tahun atau lebih, serta memiliki keluarga/ahli waris sebagai penanggung jawab.

Sementara 20 kerangka lainnya yang ahli warisnya tidak teridentifikasi dan usia makam sudah lebih dari 14 tahun, atas kebijakan pengurus disepakati untuk dibongkar. Kerangkanya kemudian dipaking dengan kantong jenazah secara layak, lalu dimasukkan ke dalam sebuah bungker yang disebut sebagai ‘ruang sunyi.’

Menurut Sekretaris RKK-DBT Marcel Paga, kebijakan pembongkaran makam tanpa identitas serta tidak diketahui ahli warisnya dengan usia makam 14 tahun atau lebih,telah mulai dilakukan sejak kremasi massal bulan Juni lalu.

Namun sebelum dibongkar, pengurus sudah melakukan sosialisasi baik melalui stiker yang ditempel di makam yang akan dibongkar, pengumuman lewat banner/spanduk di areal pemakaman, maupun melalui pengurus RKK Paroki/Stasi se-Dekenat Bali Timur yang tergabung dalam RKK-DBT, termasuk lewat grup-grup WhatsApp di Paroki, Stasi, Lingkungan, KBG dan sebagainya.

Marcel Paga menjelaskan, kerangka jenazah yang telah dimasukan di ‘ruang sunyi’ saat ini totalnya ada 147. Rinciannya, 127 kerangka yang dibongkar pada kremasi bulan Juni 2023 dengan spesifikasi tanpa diketahui nama/identitas, tidak ada keluarga yang mengklaim makam tersebut dan makam telah berusia lebih dari 14 tahun. Kemudian pada kremasi Minggu (10/9) kemarin ada 20 kerangka, dengan spesifikasi ada nama/identitas, makam telah berusia lebih dari 14 tahun dan tidak ada keluarga yang bisa dihubungi.

Namun demikian, menurut Pak Marcel, demikian biasa disapa, jika suatu saat ada keluarga yang mencari makam keluarganya, bisa langsung diarahkan di ‘ruang sunyi’, yang penting keluarga masih ingat posisi makam keluarganya. Sebab, untuk kerangka tanpa nama/identitas, pengurus telah memberi keterangan pada kantong asal blok makam kerangka tersebut. sedangkan untuk kerangka yang masih ada nama/identitas, tinggal mencari namanya yang sudah tertulis secara jelas di setiap kantong.

Giat kremasi kali ini berlangsung hingga sore hari. Setelah 12 kerangka jenazah yang dikremasi selesai ditempatkan di Kolombarium, terakhir adalah memasukan kerangka jenazah di ‘ruang sunyi’. Ruang sunyi yang sesungguhnya adalah ‘ruang berkumpul ramai-ramai’ itu bisa dibuka-tutup kapan saja jika diperlukan.

Sukses dan lancarnya setiap pelaksanaan kremasi massal, tidak lepas dari koordinasi dan kolaborasi yang baik antara pengurus RKK-DBT dengan semua pengurus RKK Paroki/Stasi.

Seluruh pengurus inti RKK-DBT hadir secara penuh juga dalam giat kremasi kali ini. Ada Ketua I, Angelica A.A. Putu Priniti yang biasa dipanggil Gek Diaz; Ketua II, Martin Pake Seko, Sekretaris Marcel Paga, Bendahara Frans Weo dan pengurus lainnya.

Kesuksesan dan kelancaran kremasi massal ini juga diapresiasi secara sangat positif oleh kelurga/ahli waris. Ini terlinat dari ucapan terima kasih mereka dalam grup WhatsApp keluarga/ahli waris yang dishare di grup WhatsApp RKK-DBT oleh Sekretaris RKK DBT.

Selaku koordintor kremasi massal kedua tahun 2023, Agus Bugis menyampaikan limpah terima kasih kepada pengurus RKK-DBT, seluruh pengurus RKK paroki/stasi yang ikut bergotong royong dalam giat kremasi kali ini, juga kepada seluruh keluarga/ahli waris, serta panitia dan petugas pembongkar makam.

Agus Bugis yang tetap menjadi koordinator pada Misa Arwah 2 November yang akan datang, juga mengharapkan kerjasama dan kolaborasi yang baik dari semua pihak, khususnya seluruh pengurus RKK paroki/stasi dan pengurus RKK-DBT.

Panitia Kremasi Massal

Ketua II RKK-DBT Martin Pake Seko, mewakili pengurus, juga menyampaikan terima kasih atas koordinasi dan kerjasama panitia bersama pengurus RKK-DBT dan RKK paroki/stasi, sehingga setiap giat kremasi selalu berjalan baik dan lancar.

Direncanakan untuk kremasi massal/pembongkaran makam jatuh tempo berikutnya adalah pada Februari 2024. Diharapkan, keluarga/ahli waris dari makam keluarganya yang ada di Taman Makam Mumbul untuk segera melaporkan kepada pengurus RKK paroki/stasi atau langsung menhubungi pengurus RKK-DBT.

“Pada Misa Arwah 2 November nanti, kita akan umumkan data seluruh makam yang ada, termasuk makam-makam mana saja yang segera dibongkar jika sudah jatuh tempo,” ungkap Sekretaris RKK-DBT Marcel Paga, menutup seluruh rangkaian kegiatan hari itu. ***

Penulis : Hironimus Adil
Show More

KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL

Tim Redaksi *Pelindung Mgr. DR. Silvester San (Uskup Keuskupan Denpasar) *Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi RD. Herman Yoseph Babey (Ketua Komisi Komsos) *Redaktur: Hironimus Adil- Blasius Naya Manuk- Christin Herman- J Kustati Tukan-

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close