LINTAS PERISTIWA
Trending

FKUB BERTANDANG KE KOMUNITAS KATOLIK DENPASAR

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Denpasar menyelenggarakan rapat rutin pada Sabtu, 17 September 2022. Meski terbilang agenda rutin, terdapat sesuatu yang istimewa.

Rapat rutin kali ini diselenggarakan di Komunitas Katolik se-Kota Denpasar dan Paroki Santo Yoseph Denpasar didaulat menjadi tuan rumah.

Bertempat di Aula Wisma Santo Yoseph, Ubung Kaja, sejumlah pengurus FKUB berkumpul untuk melangsungkan rapat rutin.

Acara dimulai pada pukul 09.00. Acara ini dihadiri oleh Romo Yan Madia, SVD dan Romo Herman Yoseph Babey (Pastor Paroki Santo Yoseph Denpasar dan Pastor Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar) sebagai perwakilan imam/pemuka agama Katolik, Kelian Adat, Umasari, Kepala Dusun Umasari, Babinsa Desa Ubung Kaja, Bhabikamtibnas, Polsek Denpasar Utara, Utusan Paroki St. Petrus Monang Maning Denpasar dan Paroki Katedral.

Hadir juga perwakilan Pengurus FKUB, Forum Perempuan Lintas Agama (FORPELA), dan Forum Generasi Muda Lintas Agama (FORGIMALA) Kota Denpasar.

Selaku tuan rumah, Romo Yan menyambut kedatangan para peserta itu dengan ucapan terima kasih.

Dalam sambutannya, Romo Yan menyampaikan rasa bahagia dari Keluarga Besar Katolik Kota Denpasar ketika menyambut kedatangan anggota dan pengurus yang hadir dalam Rapat Rutin FKUB kali ini.

“Kami Keluarga Besar Katolik Kota Denpasar yang terdiri dari tiga paroki, yaitu Paroki Katedral, Paroki Santo Petrus Monang Maning, dan Paroki Santo Yoseph dengan senang hati menyambut kedatangan bapak ibu semua,” ucap Romo Yan.

Selanjutnya, Romo Babey juga menyampaikan sambutan yang pada intinya menggarisbawahi perbedaan antara agama Katolik dan Kristen untuk menjawab pertanyaan yang terkadang muncul di antara masyarakat tentang hal tersebut.

“Banyak orang yang seringkali terjebak pada cerita yang mana Katolik dan Kristen Protestan itu sama. Sejatinya, kesamaan itu ada pada posisi Yesus sebagai iman,” ungkap Pastor Paroki Katedral itu.

Selain itu, Romo Babey juga memperkenalkan tentang kehidupan Gereja Katolik, baik pada para imam dan umatnya. Harapannya, hadirin dalam rapat rutin FKUB dapat mengetahui tentang Gereja Katolik itu sendiri.

Setelah acara pembuka, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipandu oleh Made Arka selaku Sekretaris FKUB Denpasar bersama Prof. Budiana selaku Ketua FKUB.

Dalam sesi ini, diperkenalkan jajaran pengurus FKUB saat ini, juga seluk-beluk FKUB.

“FKUB terbentuk dari tokoh-tokoh agama,” ucap Made Arka.

Dalam kesempatan ini juga, Prof. Budiana memaparkan tentang FKUB sebagai wadah untuk membangun toleransi antarumat beragama yang ada di Kota Denpasar ini.

Oleh sebab itu, jika terjadi persoalan-persoalan yang muncul di masyarakat, khususnya di Kota Denpasar dapat ditangani dengan melalui FKUB ini.

“Mohon bersama-sama memberikan kontribusi, pemikiran, masukan kalau lingkungan dalam keberagaman ini terdapat mis atau gejala, sehingga cepat diselesaikan,” ungkap Guru Besar Universitas Pendidikan Nasional ini.

Selanjutnya, anggota FKUB mengajukan pertanyaan serta masukan-masukan yang dapat membangun FKUB ke depannya.

Salah satunya dengan mengadakan event, seperti Gowes yang dapat membangun tali silahturahmi antarumat beragama. Hal ini pun didukung oleh pengurus FKUB karena dapat memberi dampak positif bagi masyarakat.

Kegiatan ini berakhir pada pukul 12.00 yang ditutup dengan doa makan yang dipimpin oleh Romo Yan dan foto bersama.

Selanjutnya, peserta diarahkan untuk bersantap siang bersama dengan menu khas Yogyakarta, yakni gudeg.

Penulis: Desi/Joshua/KomsosPSYD

Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL

Tim Redaksi *Pelindung Mgr. DR. Silvester San (Uskup Keuskupan Denpasar) *Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi RD. Herman Yoseph Babey (Ketua Komisi Komsos) *Redaktur: Hironimus Adil- Blasius Naya Manuk- Christin Herman- J Kustati Tukan-

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close