LINTAS PERISTIWA

Imam Projo Keuskupan Denpasar Gelar Live In dan Hari Studi di Lombok

MATARAM – Sebanyak kurang lebih 40 Imam Projo Keuskupan Denpasar dan 7 orang frater, melaksanakan kegiatan live in dan hari studi yang berlangsung pada 14–16 April 2026 di Pulau Lombok. Agenda yang merupakan program UNIO Keuskupan Denpasar dipusatkan di Paroki Mataram.

Kegiatan diawali dengan pembekalan bahan katekese yang akan dilakukan di setiap KBG. RD. Adianto Paulus Harun yang akrab disapa Romo Adi, selaku Ketua UNIO Keuskupan Denpasar mengajak para imam dan frater untuk melihat panduan yang sudah ada dan menyiapkan diri dengan baik dalam katekese ini.

Di bagian awal ini, RD. Herman Yoseph Babey, selaku direktur PUSPAS Keuskupan Denpasar memberikan gambaran mengenai alur katekese dalam live in kali ini.

“Kaitan dengan 25 tahun KBG di Keuskupan Denpasar, katekese kali ini akan diperkuat dengan Turba PUSPAS di bulan Mei nanti,” tambah Rm. Babey.

Selama kurang lebih tiga hari, para imam menjalani pengalaman live in dengan berbaur langsung bersama umat di KBG-KBG yang ada di 3 paroki di Lombok, yaitu paroki Mataram, Ampenan dan Praya-Selong.

Di setiap KBG yang dikunjungi, para imam menyelenggarakan katekese bersama umat, khususnya refleksi mengenai keberadaan KBG, mengingat tahun ini, KBG telah memasuki usia ke-25 tahun di Keuskupan Denpasar.

Melalui kegiatan ini, para imam diajak untuk menyelami kehidupan umat Katolik di Lombok, khususnya di setiap KBG yang dikunjungi, termasuk tantangan sosial, ekonomi, dan budaya yang dihadapi umat setempat.

“Kehadiran para imam dan frater di tengah umat selama live in menjadi kesempatan berharga untuk mendengarkan dan belajar langsung dari kehidupan umat, kalau bisa menjadi program tahunan,” ujar Ibu Nanik, Ketua Lingkungan St. Theresia Kanak Kanak Yesus di Paroki Ampenan.

Hal senada dikatakan keluarga Yos Kaut, salah satu umat di KBG 3 St. Antonius lingkungan St. Agatha Sweta, yang mengungkapkan kegembiraannya mendapat kunjungan imam di rumahnya.

“Senang sekali dan menjadi berkat bagi keluarga dan juga KBG mendapat kunjungan RD. Venus di tempat kami,” ungkapnya.

Sharing kehidupan ber-KBG juga berlangsung hangat, SEKAMI, OMK dan juga keluarga banyak berbagi pengalaman hidup, termasuk pengalaman hidup beriman.

Selain live in, kegiatan juga diisi dengan sesi hari studi yang mengangkat tema refleksi 25 tahun keberadaan KBG di Keuskupan Denpasar. Kegiatan hari studi yang berlangsung di aula Paroki St. Maria Immaculata menghadirkan 4 orang narasumber dari perwakilan umat, pengurus DPP dan orang muda.

Dalam sesi ini, para narasumber berbagi pengalaman mengenai dinamika kehidupan ber-KBG di wilayah paroki Mataram dan Ampenan.

“Kegiatan KBG masih dirasakan sebatas dalam kehidupan rohani saja, belum banyak yang sampai menyentuh bagian lain, misalnya pemberdayaan sosial ekonomi umat,” demikian ungkap Egeinus Siba, perwakilan narasumber dari paroki Ampenan.

Selain itu, soal teritorial KBG dan data umat juga disinggung oleh Honorius MD. Balela, pengurus DPP paroki Mataram.

Selain kehidupan di KBG secara umum, disoroti juga mengenai peran orang muda Katolik dalam ber-KBG. Banyak hal terungkap, semisal OMK yang tidak banyak aktif dalam KBG, OMK yang lebih sibuk dengan ‘circle’ mereka sendiri. Diskusi hangat berlangsung dalam memperkaya untuk mencari aternatif solusi mengenai situasi ini.

Kegiatan hari studi, ditutup dengan Perayaan Ekaristi bersama yang menjadi ungkapan syukur atas seluruh rangkaian acara. Para imam diharapkan dapat membawa buah refleksi dan pengalaman selama kegiatan ini ke dalam pelayanan mereka masing-masing di paroki.

Esok harinya para imam dan frater mengadakan rekreasi bersama mengunjungi sirkuit Mandalika dan beberapa tempat lain di Lombok.

“Saya bangga dan sekaligus memberi apresiasi atas terselenggaranya hari studi ini di pulau Lombok, mari kita bangkit, berjalan bersama sebagai gereja sinodal yang solid dan solider dalam kebersamaan para imam dan umatnya,” ungkap RD. Martinus Emanuel Ano, Pastor Paroki Mataram sekaligus Deken NTB.

Kegiatan ini menjadi momen penting untuk memperdalam refleksi pastoral sekaligus mempererat kebersamaan antar imam dalam konteks pelayanan di tengah umat, dan sekaligus menggali banyak hal dalam kehidupan umat khususnya dalam kaitan dengan KBG.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Keuskupan Denpasar menegaskan komitmennya untuk terus melalui para imam dan umat KBG di wilayah Keuskupan Denpasar agar semakin solid dan solider, serta responsif terhadap kebutuhan umat di tengah perubahan zaman.*

Penulis : Bowo
Editor : Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button