LINTAS PAROKI

Pelantikan Pengurus DPP, DKP dan Prodiakon Paroki Negara

NEGARA – Cuaca cerah Minggu (15/2/2026) pagi, menyelimuti kota Negara di Bali Barat. Cuaca pagi itu secerah wajah sejumlah umat Paroki St. Petrus Negara yang dipercayakan menjadi pengurus DPP, DKP dan Prodiakon, yang dilantik hari itu.

Pelantikan para calon pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Keuangan Paroki (DKP) dan Prodiakon St. Petrus Negara, dilaksanakan dalam Perayaan Ekaristi meriah yang dipimpin langsung Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, sebagai Selebran Utama.

Penyambutan Bapak Uskup oleh umat dan Pastor Paroki dan Pastor Rekan Paroki Negara

Bapak Uskup didampingi oleh Pastor Paroki dan Pastor Rekan Paroki Negara, RD. Benedictus Deni Mary dan RD. Bartholomeus Bere.

Misa dimulai pukul 07.30 Wita. Diawali perarakan dari depan gereja menuju altar. Barisan panjang, mulai dari misdinar dan petugas liturgi lainnya, diikuti puluhan calon pengurus DPP, DKP dan Prodiakon yang akan dilantik, lalu Imam dan Uskup menutup barisan perarakan itu.

Perarakan dari depan gereja menuju altar

Sementara ratusan umat paroki yang hadir dalam misa itu, tidak hanya memadati ruangan dalam gereja, tetapi juga membludak sampai di sisi luar depan gereja.

Misa ini dimeriahkan oleh koor Paroki St. Petrus Negara yang menyanyikan lagu-lagu liturgi indah, sekaligus menyemangati hati umat untuk lebih khusuk memuji Tuhan.

Koor Paroki memeriahkan misa dalam rangka pelantikan fungsionaris pastoral

Bapak Uskup Denpasar, Mgr. Silvester San, baik dalam kata pengantar misa maupun dalam homilinya mengajak umat untuk menjalankan kehidupan keagamaan secara benar. Sebab, jika hidup keagamaan umat tidak lebih benar daripada para ahli Taurat dan orang Farisi, maka dia tidak akan masuk dalam Kerajaan Surga, sebagaimana Sabda Tuhan dalam Injil hari itu (bdk. Matius 5:17-37).

Bapak Uskup, menggambarkan bagaimana bangsa bangsa Yahudi menjalankan hukum Taurat secara kaku, keras, dan diterapkan secara harfiah yang menyebabkan banyak orang menderita.
Kehadiran Yesus, menurut Bapak Uskup, tidak bermaksud untuk menghilangkan hukum Taurat, Yesus justru menggenapi atau menyempurnakan hukum Taurat itu dengan kasih, dengan prinsip hukum pertama-tama dilaksanakan untuk kebaikan dan kebahagiaan manusia, bukan untuk membelenggu. Jadi Yesus tetap menjalankan hukum Taurat, tapi hukum Taurat yang telah digenapi dan disempurnakan-Nya.

Kepada para pengurus DPP, DKP dan Prodiakon yang akan segera dilantik saat itu, di sela-sela homili itu, Bapak Uskup mengingatkan bahwa fungsi dan tugas mereka adalah membantu imam untuk melayani umat Allah di Paroki Negara.

Prodiakon dan para pengurus DPP, DKP yang hendak dilantik duduk di bangku barisan depan

Mereka diminta menjalankan tugas dengan benar dan penuh tanggung jawab atas kepercayaan umat serta selalu meneladani Yesus Sang Guru, yang datang untuk melayani bukan untuk dilayani.

Di samping itu, dalam menjalankan tugas pelayanannya, mesti dengan penuh kasih dan tidak menerapkan aturan dengan kaku, demi kebaikan dan kebahagiaan umat yang dilayani.

Selepas homili dan syahadat singkat, dilanjutkan dengan prosesi pelantikan. Bapak Uskup mempersilahkan masing-masing pengurus baik DPP maupun DKP untuk mengatakan kesediaan dan komitmen mereka. Demikian pula kepada para Prodiakon.

Bapak Uskup kemudian berdoa memohon kekuatan dan berkat Tuhan, serta dilanjutkan dengan percikan air berkat kepada seluruh calon fungsionaris pastoral tersebut. Setelah selesai, mereka pun sudah sah dapat menjalankan tugas pelayanan sesuai fungsi masing-masing untuk tiga tahun ke depan (periode 2026 – 2029).

Pastor Tak Bisa Kerja Sendiri

Sebelum berkat penutup, didahului sapaan kasih Pastor Paroki dan sambutan Uskup. Pastor Paroki St. Petrus Negara RD. Benedictus Deni Mary, dalam sapaannya menyampaikan ucapan terima kasih atas penggembalaan Bapak Uskup San.

Menurut Rm. Deni, Bapak Uskup, mengutus para imam untuk bertanggung jawab atas karya pastoral di paroki-paroki. Namun pastor tidak bisa kerja sendiri, karena itu butuh bantuan umat untuk menjadi fungsionaris pastoral.

“Tugas kita adalah pelayanan, dan nama-nama yang masuk dalam kepengurusan pastoral maupun Prodiakon ini berdasarkan usulan dari bawah melalui lingkungan-lingkungan. Karena itu, kita menjaga kepercayaan ini dengan melayani umat sebaik mungkin dan penuh kasih,” ungkap Pastor Paroki.

Bapak Uskup sedang memerciki air suci saat memberkati pengurus DPP, DKP dan Prodiakon yg dilantik

Rm. Deni juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Uskup di tengah tugas kegembalaannya yang cukup padat, baik di keuskupan maupun dalam tugas-tugas di KWI.

“Mari kita terus mendoakan Bapak Uskup kita yang pada 19 Februari ini genap 17 tahun menjadi gembala kita. Saya pribadi sungguh merasakan perubahan yang luar biasa selama kegembalaan Bapak Uskup San, terutama dalam menata aset-aset keuskupan ini, yang sebelumnya kurang atau tidak terurus dengan baik,” katanya sambil menambahkan bahwa pujian ini bukan karena Bapak Uskup ada di sana, tetapi memang sesuai kenyataan.

Sementara itu, dalam sambutannya Bapak Uskup mengucapkan terima kasih kepada DPP, DKP dan Prodiakon periode lalu atas pengabdiannya seraya mendoakan mereka agar selalu sehat, bahagia dan sukses.

Sedangkan untuk DPP, DKP dan Prodiakon yang baru dilantik diucapkan proficiat dan selamat melayani, sambil berpesan, “Tugas ini adalah prodeo (untuk Tuhan). Untuk Tuhan itu tidak ada bayar membayar, semuanya gratis karena kita sudah mendapatkan rahmat dan berkat dari-Nya secara gratis. Semoga dengan pelayanan pastoran dari para fungsionaris pastoral bersama pastor paroki dan pastor rekan di Negara ini, paroki ini semakin bertumbuh dan berkembang.”

Acara ramah tamah sesudah misa

Kemudian Bapak Uskup juga menjelaskan tentang tema karya pastoral Keuskupan Denpasar tahun 2026 yaitu ‘Bangkit dan Bergerak Bersama Mewujudkan Gereja Sinodal melalui Keluarga, Sekami, OMK dan KBG yang Solid dan Solider.’

Bapak Uskup mengajak umat untuk berjalan bersama dalam tuntunan tema itu menyukseskan karya pastoral 2026 dengan fokus perhatian pada 4 pilar Gereja: keluarga, Sekami, OMK dan KBG.

Acara ramah tamah dimeriahkan tari Bali

Usai perayaan, dilanjutkan acara ramah tamah bersama. Seluruh umat yang hadir diajak untuk bersukacita bersama para gembala dan fungsionaris pastoral yang baru dilantik dalam acara resepsi syukuran di depan pastoran Negara.

Acara ramah tamah ini diisi dengan aneka pentas seni anak-anak Sekami dan remaja serta diakhiri menari massal setelah santap siang. Proficiat buat imam, para fungsionaris pastoral dan seluruh umat Paroki St. Petrus Negara. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button